Urogynecology & Pelvic Reconstructive Surgery
🏛️ Organisasi Profesi: Himpunan Uroginekologi Indonesia (HUGI) - POGI • International Urogynecological Association (IUGA) / AUGS
Penanganan disfungsi dasar panggul terpadu: prolaps uterus, sistokel, rektokel, inkontinensia urin tipe stres dan desakan (OAB), cedera sfingter anal obstetrik (OASIS), serta fistula vesikovaginal.
Atlas Rekonstruksi Uroginekologi: Dasar Panggul & Sfingter Kontinensia
Female Pelvic Medicine & Reconstructive Surgery Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Anatomi rekonstruktif diafragma pelvis (puborektalis, pubokokosigeus, iliokokosigeus), fasia endopelvik arkus tendineus, sfingter uretra eksterna, sfingter ani eksterna, dan rekonstruksi kompartemen organ panggul.
Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu
Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.
Pelvic Organ Prolapse & POP-Q Staging Quantification
Prolaps Organ Panggul & Kuantifikasi Stadium POP-Q
Penurunan dinding vagina anterior (sistokel), posterior (rektokel), apeks (prolaps uterus / enterocele / vaginal vault) melintasi introitus vagina, dikuantifikasi secara objektif menggunakan grid 9-titik ICS POP-Q.
Mencakup 5 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Pemeriksaan kuantitatif POP-Q menggunakan 9 penanda anatomis (satuan sentimeter terhadap cincin himen sebagai titik referensi 0):
- •Aa: Dinding vagina anterior 3 cm proksimal meatus uretra eksterna (rentang -3 hingga +3 cm).
Stress Urinary Incontinence (SUI) & Midurethral Slings
Inkontinensia Urin Tipe Stres & Midurethral Sling
Kebocoran urin involunter saat terjadi peningkatan tekanan intraabdominal (batuk, tertawa, bersin, olahraga) tanpa adanya kontraksi otot detrusor, akibat hipermobilitas leher kandung kemih atau defisiensi sfingter intrinsik (ISD).
- •Anamnesis terstruktur membedakan SUI (bocor saat batuk/aktivitas) dari Urgency Incontinence / Overactive Bladder (bocor didahului desakan kuat tiba-tiba).
- •Tes Batuk Stres Positif (Positive Cough Stress Test): Terlihat rembesan urin instan dari meatus uretra eksterna bersamaan dengan batuk saat kandung kemih terisi 200-300 mL (posisi litotomi atau berdiri).
Obstetric Anal Sphincter Injuries (OASIS 3rd & 4th Degree Tears)
Cedera Sfingter Anal Obstetrik (OASIS / Robekan Perineum Derajat 3 & 4)
Robekan obstetrik kompleks pada korpus perineal yang melibatkan kompleks sfingter ani eksterna (EAS) dan interna (IAS) serta mukosa anorektal, diklasifikasikan menurut konsensus Sultan/RCOG.
- •Pemeriksaan rektovaginal bimanual (Digital Rectal Examination / DRE) sistematis wajib dilakukan pada SEMUA wanita pascapersalinan pervaginam sebelum penjahitan perineum.
- •Klasifikasi Sultan / RCOG / POGI:
Vesicovaginal Fistula (Obstetric & Iatrogenic)
Fistula Vesikovaginal (Obstetrik & Iatrogenik Pasca-Histerektomi)
Saluran abnormal permanen yang menghubungkan epitel kandung kemih dan mukosa vagina, menghasilkan kebocoran urin persisten tanpa disadari pascapersalinan terabaikan atau tindakan bedah ginekologi.
Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Kebocoran urin per vaginam kontinu tanpa rasa ingin berkemih yang dimulai 7-14 hari pasca-operasi atau pasca-persalinan.
- •Tes Tiga Tampon / Pewarna Ganda (Double-Dye Test):
Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi
Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.
Laparoscopic Sacrocolpopexy with Mesh for Apical Prolapse
Sakrokolpopeksi Laparoskopi dengan Mesh untuk Prolaps Apikal
Surgical Repair of Obstetric Anal Sphincter Injuries (OASIS Grade 3 & 4)
Reparasi Bedah Cedera Sfingter Ani Obstetrik (OASIS Derajat 3 & 4)
Primary Surgical Repair of Obstetric Anal Sphincter Injuries (OASIS - 3rd & 4th Degree Tears)
Reparasi Bedah Primer Robekan Perineum Derajat Tiga dan Empat (OASIS)
Pedoman Resmi POGI & Internasional
RCOG Green-top Guideline No. 29: The Management of Third- and Fourth-Degree Perineal Tears
Standar baku emas internasional diagnosis dan manajemen cedera sfingter ani obstetrik (OASIS): klasifikasi Sultan (3a, 3b, 3c, 4th degree), lingkungan kamar operasi terstandar, teknik aproksimasi Internal Anal Sphincter (IAS), teknik External Anal Sphincter (EAS) overlap vs end-to-end, profilaksis antibiotik, dan perawatan laksatif pascabedah.
Uji Klinis Acuan (PICO Framework)
Burch Colposuspension versus Fascial Sling for Stress Urinary Incontinence
Temuan: Angka kesuksesan kontinensia menyeluruh pada 24 bulan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok fascial sling dibanding colposuspension Burch (47% vs 32%; P=0.001). Kesuksesan spesifik kontinensia stres juga lebih tinggi pada sling (66% vs 49%; P<0.001).
A Midurethral Sling to Reduce Incontinence after Vaginal Prolapse Repair
Temuan: Angka kegagalan terapi pada 3 bulan secara signifikan lebih rendah pada kelompok sling dibanding kelompok kontrol (23.6% vs 49.4%; P<0.001) dan tetap bertahan hingga 12 bulan (27.3% vs 43.0%; Relative Risk 0.63, 95% CI 0.46 - 0.86, P=0.002). Penambahan sling mencegah terjadinya unmasking SUI pasca-reduksi prolaps.
Abdominal Sacrocolpopexy with Burch Colposuspension to Reduce Postoperative Urinary Incontinence
Temuan: Pada wanita yang menerima kolposuspensi Burch konkuren, angka kejadian inkontinensia urin pascabedah adalah 23.8% dibandingkan 44.1% pada kelompok tanpa Burch (P<0.001), membuktikan efektivitas pencegahan SUI tersembunyi (occult SUI).
Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis
Concealed Third-Degree Obstetric Anal Sphincter Injury (OASIS Grade 3c) Following Vacuum Delivery
Seorang primipara 28 tahun melahirkan bayi 3.750 gram dengan ekstraksi vakum Kiwi indikasi kala dua memanjang (2.5 jam) dengan posisi oksiput posterior persisten. Penolong persalinan awal menduga hanya terdapat robekan perineum derajat 2 dan bersiap menjahit di ruang bersalin. Konsulen jaga melakukan pemeriksaan ulang terstruktur.
Complete Uterovaginal Prolapse (POP-Q Stage IV Procidentia) with Obstructive Uropathy & Occult SUI
Pasien wanita 66 tahun menopause 15 tahun mengeluhkan benjolan daging yang keluar seluruhnya melewati introitus vagina sejak 8 bulan terakhir dan kini tidak bisa dimasukkan kembali. Pasien harus mendorong benjolan tersebut ke dalam liang vagina dengan jari tangan agar dapat buang air kecil (splinting / manuver reduksi manual). Dalam 2 minggu terakhir, frekuensi BAK semakin tersendat, urin menetes, dan timbul nyeri tumpul terus-menerus di kedua pinggang. Pasien membantah riwayat ngompol saat batuk, namun merasa pakaian dalam selalu basah oleh cairan lendir keputihan bercampur bercak darah gesekan.