Reproductive Health & Family Planning
🏛️ Organisasi Profesi: Pokja Pelayanan KB Rumah Sakit (PKBRS) - POGI • FIGO Committee on Contraception & Safe Abortion / WHO
Manajemen kontrasepsi komprehensif, evaluasi komorbiditas kardiovaskular terhadap hormon steroid, pemasangan kontrasepsi pascapersalinan segera, manajemen kegagalan kontrasepsi, dan regulasi kesehatan reproduksi remaja serta prakonsepsi.
Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu
Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.
WHO Medical Eligibility Criteria (MEC 1-4) & Modern Contraception
Kriteria Kelayakan Medis WHO (MEC 1-4) & Kontrasepsi Modern
Pedoman preskriptif global WHO Edisi ke-6 untuk keamanan pemilihan metode kontrasepsi berdasarkan kondisi medis komorbid (hipertensi, postpartum, menyusui, trombofilia, migrain).
- •Sistem Klasifikasi Kategori WHO Medical Eligibility Criteria (MEC):
- •- Kategori 1: Kondisi di mana TIDAK ADA PEMBATASAN penggunaan metode kontrasepsi (aman digunakan tanpa syarat).
Immediate Postpartum & Post-Abortion Contraception (LARC)
Kontrasepsi Pascasalin & Pascakeguguran Segera (LARC)
Pelayanan inisiasi kontrasepsi jangka panjang (LARC) segera sebelum pasien pulang pascapersalinan atau pascakeguguran guna mencegah kehamilan tidak terencana dengan interval pendek (<24 bulan).
Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Wanita pascapersalinan pervaginam atau seksio sesarea (sebelum keluar rumah sakit / discharge).
- •Wanita pascakeguguran (abortus inkomplit pasca-evakuasi, abortus komplit, atau terminasi kehamilan medis).
Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi
Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.
Pedoman Resmi POGI & Internasional
WHO Abortion Care Guideline: Medical Protocols & Post-Abortion Contraceptive Integration
Pedoman klinis global WHO tentang tatalaksana terminasi kehamilan medis berbasis bukti dan integrasi kontrasepsi pascakeguguran: protokol kombinasi Mifepristone 200 mg dilanjutkan Misoprostol 800 mcg bukal/sublingual/vaginal, protokol Misoprostol agen tunggal jika Mifepristone tidak tersedia, tatalaksana abortus inkomplit, dan inisiasi segera metode kontrasepsi pascatindakan (IUD, implan, progestin).
Uji Klinis Acuan (PICO Framework)
Preventing Unintended Pregnancies by Providing No-Cost Contraception
Temuan: Risiko kegagalan kontrasepsi pada pengguna pil oral, patch, atau cincin vagina adalah 20 KALI LIPAT LEBIH TINGGI dibanding pengguna Long-Acting Reversible Contraceptives (LARC: IUD Cu-T, LNG-IUD, atau implan etonogestrel) (angka kegagalan 4.55 vs 0.27 per 100 wanita-tahun; Hazard Ratio 21.8, 95% CI 13.7 - 34.9). Pada wanita usia < 21 tahun pengguna metode jangka pendek, risiko kegagalan hampir dua kali lipat lebih tinggi lagi.