WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Divisi PKBRS / FPKesehatan Reproduksi & Keluarga Berencana

Reproductive Health & Family Planning

🏛️ Organisasi Profesi: Pokja Pelayanan KB Rumah Sakit (PKBRS) - POGIFIGO Committee on Contraception & Safe Abortion / WHO

Manajemen kontrasepsi komprehensif, evaluasi komorbiditas kardiovaskular terhadap hormon steroid, pemasangan kontrasepsi pascapersalinan segera, manajemen kegagalan kontrasepsi, dan regulasi kesehatan reproduksi remaja serta prakonsepsi.

Inventaris Akademik Divisi
Dossier Patologi Klinis:2 Topik
Manual Bedah & Operatif:0 Teknik
Pedoman PNPK & Konsensus:1 Dokumen
Uji Klinis Acuan (RCT):1 Landmark
Clinical Condition Dossiers

Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu

Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.

ICD-10: Z30.0moderate

WHO Medical Eligibility Criteria (MEC 1-4) & Modern Contraception

Kriteria Kelayakan Medis WHO (MEC 1-4) & Kontrasepsi Modern

Pedoman preskriptif global WHO Edisi ke-6 untuk keamanan pemilihan metode kontrasepsi berdasarkan kondisi medis komorbid (hipertensi, postpartum, menyusui, trombofilia, migrain).

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Sistem Klasifikasi Kategori WHO Medical Eligibility Criteria (MEC):
  • - Kategori 1: Kondisi di mana TIDAK ADA PEMBATASAN penggunaan metode kontrasepsi (aman digunakan tanpa syarat).
ICD-10: Z30.0moderate

Immediate Postpartum & Post-Abortion Contraception (LARC)

Kontrasepsi Pascasalin & Pascakeguguran Segera (LARC)

Pelayanan inisiasi kontrasepsi jangka panjang (LARC) segera sebelum pasien pulang pascapersalinan atau pascakeguguran guna mencegah kehamilan tidak terencana dengan interval pendek (<24 bulan).

Sistem Klasifikasi: WHO Medical Eligibility Criteria (MEC) untuk Kontrasepsi Pascasalin

Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Wanita pascapersalinan pervaginam atau seksio sesarea (sebelum keluar rumah sakit / discharge).
  • Wanita pascakeguguran (abortus inkomplit pasca-evakuasi, abortus komplit, atau terminasi kehamilan medis).
Surgical & Procedure Academy

Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi

Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.

Living Guideline Intelligence

Pedoman Resmi POGI & Internasional

WHO (2022)Current / In Force

WHO Abortion Care Guideline: Medical Protocols & Post-Abortion Contraceptive Integration

Pedoman klinis global WHO tentang tatalaksana terminasi kehamilan medis berbasis bukti dan integrasi kontrasepsi pascakeguguran: protokol kombinasi Mifepristone 200 mg dilanjutkan Misoprostol 800 mcg bukal/sublingual/vaginal, protokol Misoprostol agen tunggal jika Mifepristone tidak tersedia, tatalaksana abortus inkomplit, dan inisiasi segera metode kontrasepsi pascatindakan (IUD, implan, progestin).

World Health Organization Guideline Development Group (GDG) GRADE FrameworkSumber Asli
Landmark Clinical Trials

Uji Klinis Acuan (PICO Framework)

Contraceptive CHOICE ProjectPMID: 22621127

Preventing Unintended Pregnancies by Providing No-Cost Contraception

Temuan: Risiko kegagalan kontrasepsi pada pengguna pil oral, patch, atau cincin vagina adalah 20 KALI LIPAT LEBIH TINGGI dibanding pengguna Long-Acting Reversible Contraceptives (LARC: IUD Cu-T, LNG-IUD, atau implan etonogestrel) (angka kegagalan 4.55 vs 0.27 per 100 wanita-tahun; Hazard Ratio 21.8, 95% CI 13.7 - 34.9). Pada wanita usia < 21 tahun pengguna metode jangka pendek, risiko kegagalan hampir dua kali lipat lebih tinggi lagi.

Clinical Impact: Mengubah kebijakan kesehatan reproduksi global: LARC terbukti secara dramatis menurunkan angka kehamilan tidak diinginkan dan aborsi bila hambatan biaya serta misinformasi dihilangkan.