Maternal-Fetal Medicine (Fetomaternal)
🏛️ Organisasi Profesi: Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) - POGI • Society for Maternal-Fetal Medicine (SMFM) / ISUOG
Subspesialisasi yang berfokus pada diagnosis dan manajemen komplikasi medis maternal, penyakit obstetri kompleks, pemantauan kesejahteraan janin, kelainan kongenital, dan kehamilan multipel risiko tinggi.
Atlas Kedokteran Fetomaternal: Hemodinamika Plasenta & Ultrasonografi Multivessel
Maternal-Fetal Medicine Clinical & Doppler Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Anatomi uterus gravida trimester ketiga dengan fetus in utero, insersi tali pusat plasenta, insonasi transduser ultrasonografi frekuensi tinggi, serta korelasi spektrum Doppler MCA, Arteri Umbilikalis, dan Ductus Venosus.
Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu
Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.
Preeclampsia with Severe Features & Impending Eclampsia
Preeklampsia dengan Ciri Berat & Impending Eklamsia
Sindrom multisistemik spesifik kehamilan akibat disfungsi endotel maternal dan hipoperfusi plasenta, ditandai tekanan darah >= 160/110 mmHg atau adanya disfungsi organ target maternal.
- •Tekanan darah sistolik >= 160 mmHg atau diastolik >= 110 mmHg pada 2 kali pengukuran berjarak minimal 15 menit.
- •Trombositopenia: jumlah trombosit < 100.000 / mikroL.
Fetal Growth Restriction (FGR / PJT)
Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT)
Kondisi kegagalan janin mencapai potensi pertumbuhan genetik akibat insufisiensi uteroplasenta, infeksi, atau kelainan kromosom (didefinisikan menurut Konsensus Delphi ISUOG 2020).
- •Konsensus Delphi ISUOG Early-Onset FGR (< 32 minggu): EFW atau AC < persentil ke-3 ATAU UA-AEDV (Absent End-Diastolic Velocity) ATAU (AC/EFW < persentil ke-10 disertai UtA-PI > persentil ke-95 dan/atau UA-PI > persentil ke-95).
- •Konsensus Delphi ISUOG Late-Onset FGR (>= 32 minggu): EFW atau AC < persentil ke-3 ATAU minimal 2 dari kriteria berikut: AC/EFW < persentil ke-10, penurunan growth velocity > 50 persentil, CPR < persentil ke-5 atau UA-PI > persentil ke-95.
Placenta Accreta Spectrum (PAS / Morbidly Adherent Placenta)
Spektrum Plasenta Akreta (SPA / Plasenta Adheren Morbid)
Perlekatan abnormal vili korialis plasenta langsung ke miometrium akibat defek desidua basalis, diklasifikasikan menurut FIGO 2019 menjadi Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta.
- •Diagnosis antenatal terstandarisasi berbasis USG Doppler Color/Power dan MRI panggul:
- •1. Hilangnya "retroplacental clear zone" (lapisan hipoekoik miometrium normal di belakang plasenta).
Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS)
Sindrom Transfusi Antar-Kembar (TTTS)
Komplikasi hemodinamik berat spesifik kehamilan kembar Monokorionik Diamnionik (MCDA) akibat aliran darah tidak seimbang melintasi anastomosis arteri-vena (AV) plasenta yang dalam.
- •Kriteria Diagnosis USG Mutlak (Kehamilan Monokorionik Diamnionik):
- •1. Polihidramnion pada kantong janin Resipien: Single Deepest Pocket (SDP) > 8 cm sebelum 20 minggu, atau > 10 cm setelah 20 minggu.
Gestational Diabetes Mellitus (GDM)
Diabetes Melitus Gestasional (DMG)
Gangguan toleransi glukosa yang pertama kali teridentifikasi pada masa kehamilan, meningkatkan risiko makrosomia, preeklampsia, trauma persalinan, dan komplikasi metabolik neonatal.
Mencakup 2 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Skrining universal pada usia kehamilan 24-28 minggu dengan 75g Oral Glucose Tolerance Test (OGTT).
- •Nilai Diagnostik 75g OGTT (minimal 1 nilai abnormal):
Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi
Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.
Caesarean Delivery: Surgical Anatomy, Techniques & Uterine Compression
Seksio Sesarea: Anatomi Bedah, Teknik & Jahitan Kompresi Uterus
Pedoman Resmi POGI & Internasional
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Preeklampsia
Standar baku nasional pelayanan medis preeklampsia di Indonesia: penapisan risiko antenatal trimester pertama, profilaksis aspirin 150 mg, protokol magnesium sulfat untuk pencegahan dan terapi kejang, serta ambang batas terminasi kehamilan.
ISUOG Practice Guidelines: Diagnosis and Management of Small-for-Gestational-Age & Fetal Growth Restriction
Pedoman internasional ultrasonografi fetomaternal membedakan janin kecil sehat (SGA) dari gangguan patologis pertumbuhan (FGR), algoritma pemantauan velocimetri Doppler arteri umbilikalis, arteri serebri media (MCA), dan duktus venosus.
ACOG Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus (Updated Protocol)
Protokol komprehensif diagnosis dan tata laksana Diabetes Melitus Gestasional (GDM): strategi penapisan universal pada 24-28 minggu gestasi, target kendali glikemik ketat (GDP <95 mg/dL, 1-jam pascapranda <140 mg/dL, 2-jam <120 mg/dL), insulin sebagai terapi medikamentosa lini pertama baku emas, tempat terapi oral metformin/glibenklamid, surveilans antenatal feto-maternal, dan penentuan waktu terminasi kehamilan.
Uji Klinis Acuan (PICO Framework)
Aspirin versus Placebo in Pregnancies at High Risk for Preterm Preeclampsia
Temuan: Preeklampsia preterm terjadi pada 1.6% kelompok aspirin dibandingkan 4.3% pada kelompok plasebo (Odds Ratio 0.38, 95% CI 0.20 - 0.74, P=0.004), mewakili PENURUNAN RISIKO SEBESAR 62% tanpa peningkatan morbiditas perdarahan atau solusio plasenta.
Do women with pre-eclampsia, and their babies, benefit from magnesium sulphate? The Magpie Trial
Temuan: Wanita yang dialokasikan menerima MgSO4 mengalami penurunan risiko eklamsia sebesar 58% dibanding plasebo (RR 0.42, 95% CI 0.29 - 0.60). Mortalitas maternal juga lebih rendah secara signifikan pada kelompok magnesium sulfat (RR 0.55, 95% CI 0.26 - 1.14).
Endoscopic Laser Surgery versus Serial Amnioreduction for Severe Twin-to-Twin Transfusion Syndrome
Temuan: Ablasi laser menghasilkan angka kesintasan hidup minimal satu bayi yang secara signifikan lebih tinggi dibanding amniosentesis serial (76% vs 51%; RR 1.49, 95% CI 1.14 - 1.95, P=0.002). Laser juga secara drastis menurunkan kejadian leukomalasia periventrikular kistik dan kecacatan neurologis pada 6 bulan (6% vs 14%, P=0.02).
2-year neurodevelopmental and intermediate perinatal outcomes in infants with very preterm fetal growth restriction (TRUFFLE): a randomised trial
Temuan: Kelompok yang diterminasi berdasarkan perubahan lanjut Ductus Venosus (reversal a-wave) menghasilkan proporsi anak yang hidup tanpa kecacatan neurologis pada 2 tahun yang lebih tinggi secara signifikan (85% vs 77% pada cCTG STV, P=0.05), karena memungkinkan perpanjangan masa gestasi intrauterin rata-rata 4-6 hari lebih lama.
Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome (HAPO) Study Cooperative Research Group
Temuan: Terdapat hubungan linier kontinu yang kuat dan independen antara kadar glukosa darah maternal pada OGTT 75g dengan peningkatan keempat luaran perinatal mayor, bahkan pada kadar glukosa yang sebelumnya dianggap "normal" (tanpa adanya nilai ambang batas/threshold yang tegas). Risiko makrosomia meningkat berlipat ganda pada kuartil glukosa tertinggi.
Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis
Severe Preeclampsia with Impending Eclampsia & HELLP Syndrome at 32 Weeks
Pasien rujukan dari Puskesmas, hamil 32 minggu anak pertama. Sejak 6 jam SMRS mengeluh nyeri kepala berdenyut hebat di dahi yang tidak mereda dengan parasetamol, disertai pandangan berkunang-kunang (skotoma) dan mual muntah serta nyeri ulu hati (epigastrium). Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil. Gerak janin masih dirasakan aktif.
Early-Onset Severe Fetal Growth Restriction at 29 Weeks: Ductus Venosus Doppler-Guided Delivery Timing
Pasien wanita 32 tahun, hamil 29 minggu anak kedua (riwayat keguguran trimester I satu kali). Pemeriksaan antenatal di bidan menemukan tinggi fundus uteri hanya 21 cm (diskrepansi > 8 cm terhadap usia gestasi). Pasien tidak mengeluh mulas, fluksus negatif, gerak janin dirasakan agak berkurang dalam 2 hari terakhir. Tekanan darah normal berkisar 115/75 mmHg.
Monochorionic Diamniotic Twin Pregnancy with Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) Quintero Stage III at 20 Weeks
Pasien hamil anak kedua usia gestasi 20 minggu dengan kehamilan kembar monokorionik diamnionik (MCDA) terkonfirmasi sejak USG trimester pertama (T-sign positif, plasenta tunggal anterior tanpa lambda sign). Pasien mengeluhkan perutnya bertambah besar secara dramatis dalam 7 hari terakhir, terasa begah, sesak napas saat telentang, dan kontraksi ringan berkala. Pasien dirujuk oleh SpOG umum dengan dugaan polihidramnion akut pada salah satu janin.