WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeCasesCASE-MFM-2024-01
CASE-MFM-2024-01Synthetic Educational CasePPDS GeneralDivisi: maternal fetal

Severe Preeclampsia with Impending Eclampsia & HELLP Syndrome at 32 Weeks

Sumber Sitasi Kasus: Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM / Kurikulum Nasional Kolegium Obgyn Indonesia
Usia:26 tahun
Gravida-Para:G1P0A0
Usia Kehamilan:32 minggu + 3 hari
Keluhan Utama:Nyeri kepala frontal hebat berdenyut dan pandangan berkunang-kunang sejak 6 jam SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang (Anamnesis)

Pasien rujukan dari Puskesmas, hamil 32 minggu anak pertama. Sejak 6 jam SMRS mengeluh nyeri kepala berdenyut hebat di dahi yang tidak mereda dengan parasetamol, disertai pandangan berkunang-kunang (skotoma) dan mual muntah serta nyeri ulu hati (epigastrium). Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi sebelum hamil. Gerak janin masih dirasakan aktif.

Tanda Vital & Pemeriksaan Fisik

Tekanan Darah175/115 mmHg (diukur 2 kali berjarak 15 menit)
Denyut Nadi98 kali/menit, reguler
Laju Napas22 kali/menit

Temuan Fisik: Kesadaran compos mentis, tampak gelisah dan meringis menahan sakit kepala. Edema anasarka fasial dan ekstremitas bilateral (+3/+3). Refleks patella hiperaktif (+4/+4) disertai klonus pergelangan kaki 3 ketukan (impending eclampsia). Paru vesikuler tanpa ronkhi basah.

Pemeriksaan Pelvis: Inspekulo: Fluksus (-), fluor (-), ostium tertutup, tidak tampak cairan ketuban mengalir. VT: Serviks tebal kaku ke posterior, pembukaan 0 cm, effacement 0%, station -3 (Skor Bishop: 1).

Hasil Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

Laboratorium Patologi Klinik:
PemeriksaanHasilRujukan
Hemoglobin13.8 g/dL11.0 - 14.0 g/dL (hemokonsentrasi)
Trombosit68.000 / uL150.000 - 450.000 / uL (Trombositopenia signifikan)
SGOT (AST)185 U/L< 35 U/L (elevasi > 5x lipat)
SGPT (ALT)162 U/L< 35 U/L
LDH Serum780 U/L140 - 280 U/L (tanda hemolisis)
Kreatinin Serum1.25 mg/dL0.5 - 0.9 mg/dL
Proteinuria Urin Carik+3 (positif 3)Negatif
Ultrasonografi (Bedside Ultrasound):

Janin tunggal intrauterin, presentasi kepala. BPD, HC, AC, FL sesuai 30-31 minggu (estimasi berat janin 1.450 gram, persentil ke-8). Indeks cairan amnion (AFI) 7.2 cm (oligohidramnion relatif). Doppler arteri umbilikalis: PI 1.45 (> persentil 95), end-diastolic flow positif menurun, belum tampak absent flow.

Pencitraan Lanjut / Kardiotokografi / Patologi:

Kardiotokografi (KTG): Frekuensi dasar 140 dpm, variabilitas moderat (6-15 dpm), akselerasi (+), tidak ada deselerasi lambat atau variabel (Kategori I - Reassuring).

Interactive Clinical Decision Simulator

Posko Pengambilan Keputusan Klinis

Posko #1: Initial Emergency Assessment

Pasien berada di ruang resusitasi gawat darurat obstetri. Tekanan darah 175/115 mmHg, klonus (+), nyeri ulu hati dan kepala hebat.

Apakah urutan tindakan stabilisasi farmakologis pertama yang paling tepat dan prioritas tertinggi pada menit pertama?

A

Segera lakukan seksio sesarea darurat cito dalam 15 menit tanpa menunggu stabilisasi medis.

B

Berikan Magnesium Sulfat (MgSO4) IV 4 gram bolus + infus rumatan 1 g/jam bersamaan dengan antihipertensi kerja cepat (Nifedipine oral 10 mg atau Nicardipine IV) untuk mengendalikan tekanan darah krisis.

C

Berikan Diazepam 10 mg IV bolus pelan untuk sedasi pasien dan mencegah kejang.

D

Transfusi konsentrat trombosit 10 unit segera sebelum tindakan apapun.

Posko #2: Therapeutic Decision

Pasien telah menerima MgSO4 IV dan Nicardipine infus drip. Dalam 45 menit, tekanan darah turun terkontrol menjadi 145/95 mmHg, nyeri kepala berkurang, KTG janin tetap Kategori I. Hasil lab mengonfirmasi Sindrom HELLP lengkap (Trombosit 68k, SGOT 185, LDH 780). Usia gestasi 32 minggu.

Bagaimana rencana tata laksana definitif dan waktu persalinan (timing of delivery) yang paling sesuai bukti ilmiah?

2A

Lanjutkan perawatan konservatif ekspektatif hingga usia 37 minggu karena janin masih prematur dan KTG baik.

2B

Berikan Deksametason 6 mg IM untuk pematangan paru janin, stabilkan parameter maternal, dan rencanakan persalinan (terminasi kehamilan) dalam waktu 24-48 jam.

2C

Lakukan induksi persalinan dengan misoprostol pervaginam dosis tinggi 100 mcg.

Clinical Debrief

Hasil Akhir Klinis & Evaluasi (Outcome)

Pasien menjalani seksio sesarea elektif-segera 24 jam kemudian setelah dosis kedua deksametason lengkap. Bayi lahir bugar dengan berat 1.480 gram, Apgar 7/8, dirawat di NICU. MgSO4 dilanjutkan 24 jam pascabedah. Trombosit pasien mencapai nadir 52.000 / uL pada hari ke-1 pascabedah lalu naik kembali menjadi 110.000 / uL pada hari ke-3, SGOT menurun ke 45 U/L. Pasien dipulangkan pada hari ke-5 dengan Nifedipine oral dosis rumatan.

Poin Pembelajaran Kunci (Take-Home Pearls)

  • Preeklampsia berat dengan sindrom HELLP dapat berkembang cepat menjadi eklamsia atau hematoma subkapsular hepar.
  • Magnesium sulfat adalah antikonvulsan lini pertama; jangan pernah menggantinya dengan benzodiazepin tanpa alasan kontraindikasi mayor (miastenia gravis).
  • Target penurunan tekanan darah darurat adalah 140-150 / 90-100 mmHg; jangan menurunkan tekanan darah secara drastis dalam waktu singkat karena menyebabkan hipoperfusi plasenta dan gawat janin.
  • Pemberian kortikosteroid pematangan paru pada usia 32 minggu menurunkan mortalitas neonatal, RDS, dan perdarahan intraventrikular (IVH).
Sitasi Pedoman Resmi:
  • POGI PNPK Tata Laksana Preeklampsia 2023
  • ACOG Practice Bulletin No. 222: Gestational Hypertension and Preeclampsia (2020)
  • The Magpie Trial Collaborative Group (Lancet 2002)