WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Divisi REI / HIFERIEndokrinologi Reproduksi & Fertilitas

Reproductive Endocrinology & Infertility (REI)

🏛️ Organisasi Profesi: Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI) - POGIAmerican Society for Reproductive Medicine (ASRM) / ESHRE

Disiplin endokrinologi ginekologi yang menangani investigasi infertilitas pasangan suami-istri, cadangan ovarium (AMH/AFC), induksi ovulasi, penanganan medikamentosa & bedah endometriosis, hiperprolaktinemia, dan siklus IVF/ICSI.

Inventaris Akademik Divisi
Dossier Patologi Klinis:3 Topik
Manual Bedah & Operatif:1 Teknik
Pedoman PNPK & Konsensus:1 Dokumen
Uji Klinis Acuan (RCT):1 Landmark
Clinical Condition Dossiers

Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu

Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.

ICD-10: E28.2moderate

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) & 2023 International Consensus

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) & Konsensus Internasional 2023

Gangguan endokrinometabolik heterogen paling sering pada wanita usia reproduksi, ditandai hiperandrogenisme, disfungsi ovulasi, morfologi ovarium polikistik, dan resistensi insulin.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Kriteria Rotterdam (Revisi Konsensus Internasional 2023) - Membutuhkan minimal 2 dari 3 kriteria (setelah menyingkirkan etiologi lain seperti hiperplasia adrenal kongenital non-klasik, hiperprolaktinemia, dan tumor pensekresi androgen):
  • 1. Disfungsi ovulasi: Oligomenorea (siklus > 35 hari) atau amenorea.
ICD-10: N80.3high

Deep Infiltrating Endometriosis (DIE) & Adenomyosis

Endometriosis Infiltrasi Dalam & Adenomiosis

Penyakit inflamasi kronis estrogen-dependen di mana stroma dan kelenjar endometrium berimplantasi menembus peritoneum > 5 mm, menginfiltrasi septum rektovaginal, ligamentum uterosakralis, usus, dan ureter.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Trias Gejala Klasik: Dismenorea sekunder progresif berat, dispareunia dalam (deep dyspareunia), diskezia siklik (nyeri defekasi saat haid), dan/atau disuria siklik.
  • Pemeriksaan Bimanual Rektovaginal: Nodul teraba nyeri pada forniks posterior dan ligamentum uterosakralis, serta fiksasi uterus retrofleksi kaku (frozen pelvis).
ICD-10: E28.3high

Diminished Ovarian Reserve (DOR) & Premature Ovarian Insufficiency (POI)

Penurunan Cadangan Ovarium & Insufisiensi Ovarium Prematur

Penurunan kuantitas dan kualitas oosit sebelum waktunya, diklasifikasikan menurut kriteria ESHRE POI (amenorea + FSH > 25 IU/L pada usia < 40 tahun) dan Stratifikasi Poseidon untuk poor ovarian responders pada fertilisasi in vitro (IVF).

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Kriteria ESHRE Premature Ovarian Insufficiency (POI):
  • 1. Oligomenorea atau amenorea selama minimal 4 bulan pada wanita berusia < 40 tahun.
Surgical & Procedure Academy

Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi

Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.

LaparoscopyKompleksitas: Advanced

Laparoscopic Ovarian Cystectomy & Adnexal Detorsion

Kistektomi Ovarium Laparoskopi & Detorsi Adneksa

Indikasi Utama: Kista ovarium jinak persisten berdiameter > 5-6 cm (kistadenoma serosum/musinosum, kista dermoid/teratoma matur, endometrioma ovarium), Torsi adneksa akut (iskemik) dengan tujuan detorsi dan preservasi fertilitas ovarium.
Landmark Wajib: Korteks ovarium dan tunika albuginea (penyimpan cadangan folikel primordial), Bidang diseksi avaskular (cleavage plane) antara dinding kista dan stroma ovarium normal, Ligamentum utero-ovaricum proprium dan ligamentum infundibulopelvicum.
Video Bedah Terakreditasi:Laparoscopic Ovarian Cystectomy: High-Definition Surgical Technique & Plane Stripping
12:30
Living Guideline Intelligence

Pedoman Resmi POGI & Internasional

ESHRE (2023)Current / In Force

International Evidence-based Guideline for Assessment and Management of PCOS 2023

Konsensus global multidisiplin penegakan diagnosis PCOS (Kriteria Rotterdam), peran serum Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebagai alternatif USG, dan penempatan Letrozole sebagai agen induksi ovulasi lini pertama mutlak.

NHMRC / ESHRE / ASRM Consensus GRADESumber Asli
Landmark Clinical Trials

Uji Klinis Acuan (PICO Framework)

PPCOS II TrialPMID: 25006718

Letrozole, Clomiphene, or Both for Infertility in the Polycystic Ovary Syndrome

Temuan: Kelompok Letrozole memiliki angka kelahiran hidup kumulatif yang secara signifikan lebih tinggi dibanding Klomifen (27.5% vs 19.1%; P=0.007) dan angka ovulasi per siklus yang lebih tinggi (61.7% vs 48.3%; P<0.001). Tidak ada perbedaan dalam kelainan kongenital atau kehamilan multipel.

Clinical Impact: Menggantikan klomifen sitrat yang telah dipakai selama 5 dekade dan mengukuhkan letrozole sebagai agen induksi ovulasi lini pertama resmi internasional pada PCOS.
Case-Based Clinical Reasoning

Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis

CASE-REI-2024-05Comprehensive Board Exam

Critical Early Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) with Severe Hemoconcentration Following IVF

Pasien wanita 27 tahun dengan PCOS menjalani program bayi tabung (IVF) siklus stimulasi ovarium dengan rekombinan FSH. Empat hari lalu dilakukan ovum pick-up (OPU) dengan hasil panen 32 oosit setelah pemicuan ovulasi dengan hCG 10.000 IU. Sejak 24 jam terakhir, perut membuncit tegang dengan cepat, mual muntah hebat, berat badan naik 4.5 kg dalam 3 hari, sesak napas bertambah berat saat berbaring telentang, dan produksi urin berkurang drastis.