Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) & 2023 International Consensus
Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) & Konsensus Internasional 2023
Gangguan endokrinometabolik heterogen paling sering pada wanita usia reproduksi, ditandai hiperandrogenisme, disfungsi ovulasi, morfologi ovarium polikistik, dan resistensi insulin.
Disregulasi poros hipotalamus-hipofisis (hipersekresi LH persisten) memicu hiperplasia sel teka dan sintesis androgen berlebih. Diperparah oleh hiperinsulinemia akibat resistensi insulin perifer, yang menekan produksi Sex Hormone-Binding Globulin (SHBG) di hepar, melipatgandakan fraksi testosteron bebas yang aktif.
- ✓Kriteria Rotterdam (Revisi Konsensus Internasional 2023) - Membutuhkan minimal 2 dari 3 kriteria (setelah menyingkirkan etiologi lain seperti hiperplasia adrenal kongenital non-klasik, hiperprolaktinemia, dan tumor pensekresi androgen):
- ✓1. Disfungsi ovulasi: Oligomenorea (siklus > 35 hari) atau amenorea.
- ✓2. Hiperandrogenisme: Klinis (hirsutisme skor Ferriman-Gallwey >= 4-6, jerawat inflamasi resisten, androgenic alopecia) ATAU Biokimia (peningkatan Indeks Androgen Bebas / FAI atau testosteron total).
- ✓3. Morfologi Ovarium Polikistik (PCOM) pada USG: >= 20 folikel berdiameter 2-9 mm per ovarium ATAU volume ovarium >= 10 mL (pada salah satu ovarium).
- ✓Pembaruan Kunci 2023: Kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) serum serum kini dapat digunakan sebagai pengganti pemeriksaan USG untuk kriteria PCOM pada wanita dewasa.
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •USG Transvaginal (hitung folikel antral per ovarium dan volume ovarium)
- •Kadar Testosteron Total & SHBG untuk menghitung Free Androgen Index (FAI)
- •17-Hydroxyprogesterone (17-OHP) serum puasa pagi hari (menyingkirkan NCCAH)
- •USG kelenjar adrenal (bila timbul virilisasi cepat / klitoromegali mendadak untuk menyingkirkan adenoma/karsinoma adrenal)
- •Oral Glucose Tolerance Test (OGTT 75 gram) untuk mendeteksi gangguan toleransi glukosa
- •Profil lipid serum puasa (Trigliserida, HDL, LDL)
- •Kadar TSH & Prolaktin serum
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Identifikasi tujuan utama pasien: Keinginan hamil segera vs regulasi siklus haid & reduksi gejala hiperandrogenisme.
- 💊Intervensi Gaya Hidup: Penurunan berat badan 5-10% memulihkan ovulasi spontan pada >50% wanita dengan PCOS obesitas.
- 💊Regulasi Siklus Haid (Bukan Program Hamil): Kontrasepsi oral kombinasi (KOK) dengan progestin anti-androgenik (Cyproterone acetate, Drospirenone, atau Dienogest) sebagai lini pertama untuk menekan LH dan meningkatkan SHBG.
- 💊Induksi Ovulasi Lini Pertama (Ingin Hamil): LETROZOLE (Inhibitor Aromatase) dosis 2.5 mg/hari hari ke-3 hingga 7 siklus haid (dapat ditingkatkan hingga 5.0 - 7.5 mg). Letrozole terbukti secara signifikan mengungguli klomifen sitrat dalam angka kelahiran hidup (live birth rate) dan ovulasi (Uji Klinis PPCOS II - Legro et al., NEJM).
- 💊Metformin: Ditambahkan bila terdapat gangguan toleransi glukosa, diabetes melitus tipe 2, atau indeks massa tubuh tinggi.
- 🔪Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD): Opsi lini kedua pada pasien yang gagal atau resisten terhadap letrozole/klomifen. Dikerjakan dengan 4-6 pungsi elektrokauter monopolar (40 Watt selama 4-5 detik) per ovarium untuk mengurangi jaringan teka hiperaktif.
Skrining glukosa darah dan profil lipid berkala tiap 1-2 tahun karena risiko tinggi berkembang menjadi DM tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)
International Evidence-based Guideline for Assessment and Management of PCOS 2023
Konsensus global multidisiplin penegakan diagnosis PCOS (Kriteria Rotterdam), peran serum Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebagai alternatif USG, dan penempatan Letrozole sebagai agen induksi ovulasi lini pertama mutlak.
Sumber ResmiLandmark Evidence Acuan (RCTs)
Letrozole, Clomiphene, or Both for Infertility in the Polycystic Ovary Syndrome
Kelompok Letrozole memiliki angka kelahiran hidup kumulatif yang secara signifikan lebih tinggi dibanding Klomifen (27.5% vs 19.1%; P=0.007) dan angka ovulasi per siklus yang lebih tinggi (61.7% vs 48.3%; P<0.001). Tidak ada perbedaan dalam kelainan kongenital atau kehamilan multipel.
Critical Early Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) with Severe Hemoconcentration Following IVF
Uji kemampuan penalaran diagnostik dan keputusan terapi Anda pada skenario nyata ini.