WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Divisi Gen-GynGinekologi Umum

General Gynecology

🏛️ Organisasi Profesi: Kolegium & Komisi Pelayanan Ginekologi POGIACOG / RCOG / FIGO

Penanganan komprehensif penyakit ginekologi dasar hingga moderat: klasifikasi PUA/AUB berdasarkan FIGO PALM-COEIN, mioma uteri simptomatik, adenomiosis, pelvic inflammatory disease (PID), vaginitis berulang, dan penapisan IVA/Pap Smear/HPV-DNA.

Inventaris Akademik Divisi
Dossier Patologi Klinis:3 Topik
Manual Bedah & Operatif:2 Teknik
Pedoman PNPK & Konsensus:1 Dokumen
Uji Klinis Acuan (RCT):2 Landmark
Clinical Condition Dossiers

Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu

Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.

ICD-10: N93.9moderate

Abnormal Uterine Bleeding (AUB) & FIGO PALM-COEIN Classification

Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) & Klasifikasi FIGO PALM-COEIN

Sistem klasifikasi universal FIGO 2018 untuk etiologi perdarahan uterus abnormal pada wanita usia reproduksi tidak hamil, membedakan penyebab struktural (PALM) dari non-struktural (COEIN).

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Penyebab Struktural (Dapat divisualisasi pada pencitraan / histopatologi - PALM):
  • - P: Polyp (Polip endometrium atau endoserviks).
ICD-10: O00.1critical

Ectopic Pregnancy & Tubal Ampullary Rupture

Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) & Ruptur Tuba Falopii

Implantasi blastokista di luar kavum endometrium (paling sering di ampula tuba falopii 75-80%), berisiko tinggi ruptur tuba dengan hemoperitoneum masif dan syok hipovolemik katastropik.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Trias Gejala Klasik: Amenorea, perdarahan pervaginam abnormal (biasanya bercak kecoklatan), dan nyeri perut/panggul unilateral akut.
  • Konsep Discriminatory Zone Kadar Serum Quantitative beta-hCG:
ICD-10: N73.9high

Acute Pelvic Inflammatory Disease & Tubo-Ovarian Abscess

Penyakit Radang Panggul Akut & Abses Tubo-Ovarium (TOA)

Sindrom klinis inflamasi akut traktus genitalia interna wanita akibat infeksi asendens polimikrobial dari serviks dan vagina ke endometrium, tuba falopii, dan rongga panggul.

Sistem Klasifikasi: Tahapan Keparahan Klinis PID (Gainesville Classification)

Mencakup 4 tingkatan stadium klinis/molekuler.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Kriteria Minimum Klinis CDC 2021 (Salah satu dari temuan bimanual berikut cukup untuk memulai terapi empiris):
  • - Nyeri tekan goyang porsio serviks (cervical motion tenderness)
Surgical & Procedure Academy

Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi

Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.

LaparoscopyKompleksitas: Advanced

Total Laparoscopic Hysterectomy (TLH)

Histerektomi Total Laparoskopi

Indikasi Utama: Leiomioma uteri simptomatik resisten terapi medis, Perdarahan uterus abnormal (AUB) refrakter.
Landmark Wajib: Ligamentum rotundum (round ligament), Ligamentum infundibulopelvicum (mengandung vasa ovarika) vs Ligamentum ovarii proprium, Lipatan plika vesikouterina (uterovesical fold).
Video Bedah Terakreditasi:Total Laparoscopic Hysterectomy: Step-by-Step Surgical Technique
14:20
HysteroscopyKompleksitas: Standard

Diagnostic and Operative Hysteroscopy: Myomectomy & Polypectomy

Histeroskopi Diagnostik dan Operatif: Reseksi Polip & Mioma Submukosa

Indikasi Utama: Perdarahan uterus abnormal (AUB) akibat polip endometrium (AUB-P) atau mioma submukosa (AUB-M Tipe 0, 1, 2), Evaluasi kavum uteri pada infertilitas dan kegagalan implantasi berulang (recurrent implantation failure / RIF).
Landmark Wajib: Kanalis endoservikalis dan orifisium uteri internum (OUI), Kavum uteri dan fundus uteri, Ostium tuba uterina bilateral (ostium tubae uterinae dextra & sinistra).
Video Bedah Terakreditasi:Advanced Hysteroscopy Surgery: Submucous Myomectomy & Polypectomy
14:45
Living Guideline Intelligence

Pedoman Resmi POGI & Internasional

CDC (2021)Current / In Force

CDC Sexually Transmitted Infections Guidelines: Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Rekomendasi berbasis bukti diagnosis dan terapi Pelvic Inflammatory Disease (PID) dan Abses Tubo-Ovarium (TOA): ambang klinis rendah untuk memulai terapi antibiotik empiris segera, rejimen rawat jalan (Sefriakson 500mg IM + Doksisiklin + Metronidazol oral x 14 hari), kriteria rawat inap parenteral (Sefotetan/Sefoksitin + Doksisiklin IV), dan penanganan infertilitas faktor tuba pascainfeksi.

CDC STI Expert Guidelines ReviewSumber Asli
Landmark Clinical Trials

Uji Klinis Acuan (PICO Framework)

ECLIPSE TrialPMID: 23301731

Levonorgestrel Intrauterine System or Usual Medical Therapy for Menorrhagia

Temuan: Kedua kelompok mengalami perbaikan kualitas hidup, namun kelompok LNG-IUS menunjukkan perbaikan skor MMAS yang secara signifikan lebih superior dibanding terapi medis oral pada 2 tahun (selisih rerata 13.4 poin, 95% CI 9.9 - 16.9, P<0.001) dan menetap hingga 5 tahun. Angka kepatuhan melanjutkan terapi (retention rate) pada 2 tahun adalah 64% pada LNG-IUS vs hanya 38% pada terapi oral.

Clinical Impact: Membuktikan superioritas mutlak LNG-IUS dibanding obat oral dalam mengontrol perdarahan uterus abnormal disfungsi, secara dramatis menurunkan rujukan dan angka operasi histerektomi elektif.
PEACH TrialPMID: 11879109

The Pelvic Inflammatory Disease Evaluation and Clinical Health (PEACH) Randomized Trial

Temuan: Setelah pemantauan jangka panjang selama hampir 3 tahun, tidak ada perbedaan bermakna antara terapi rawat inap vs rawat jalan dalam hal angka kehamilan kumulatif (56.6% vs 54.4%), rekurensi PID (20.3% vs 19.7%), kehamilan ektopik (3.1% vs 3.2%), atau nyeri panggul kronis (42.0% vs 41.5%).

Clinical Impact: Membuktikan keamanan dan efektivitas terapi rawat jalan untuk PID derajat ringan hingga sedang, menjadi dasar pedoman CDC dan WHO untuk mengalihkan mayoritas penanganan PID ke setting rawat jalan yang hemat biaya.
Case-Based Clinical Reasoning

Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis

CASE-GYN-2024-01Comprehensive Board Exam

Ruptured Interstitial (Cornual) Ectopic Pregnancy at 9 Weeks with Hemoperitoneum 1,800 mL & Hemodynamic Shock

Pasien wanita 30 tahun riwayat salpingektomi kiri atas indikasi KTD 2 tahun lalu, saat ini terlambat haid 9 minggu dengan tes kehamilan urin positif. Dua jam sebelum masuk rumah sakit, pasien tiba-tiba mengalami nyeri perut hebat kolik di fosa iliaka dekstra yang menjalar ke seluruh dinding perut dan bahu kanan (tanda Kehr positif). Pasien pingsan (sinkop) di kamar mandi dan ditemukan keluarga dalam keadaan pucat pasi dan basah oleh keringat dingin. Tidak ada riwayat perdarahan bercak pervaginam sebelumnya.