WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeProceduresLaparoscopy
LaparoscopyKompleksitas: AdvancedDivisi: general gyn

Total Laparoscopic Hysterectomy (TLH)

Histerektomi Total Laparoskopi

Total Laparoscopic Hysterectomy: Step-by-Step Surgical Technique

Toronto Video Atlas of Surgery (TVASurg - University of Toronto) • Terverifikasi Akademik (14:20)

Embedded Direct Stream
Landmark & Bab Kritis Video:
01:15Infundibulopelvic ligament dissection
04:30Uterovesical fold bladder mobilization
07:45Uterine artery skeletonization & coagulation
10:20Colpotomy cut on manipulator cup
12:40Barbed suture vaginal cuff closure
Video edukasi bedah terakreditasi universitas (University of Toronto) dengan animasi anatomi 3D, diseksi retroperitoneal, dan visualisasi ureter resolusi tinggi.obgyn.wondera.id Operative Cinema
Indikasi Bedah:
  • Leiomioma uteri simptomatik resisten terapi medis
  • Perdarahan uterus abnormal (AUB) refrakter
  • Adenomiosis uteri refrakter
  • Hiperplasia endometrium atipik (neoplasia intraepitelial)
  • Kanker endometrium stadium awal (FIGO IA)
Kontraindikasi:
  • Kanker serviks invasif stadium > IA1 (terkait hasil LACC trial)
  • Massa uterus melebihi 24-28 minggu usia kehamilan (kontraindikasi relatif laparoskopi murni)
  • Koagulopati berat tidak terkontrol
  • Ketidakmampuan mentoleransi posisi Trendelenburg atau pneumoperitoneum
Anatomi & Landmark Wajib Dikuasai:
  • Ligamentum rotundum (round ligament)
  • Ligamentum infundibulopelvicum (mengandung vasa ovarika) vs Ligamentum ovarii proprium
  • Lipatan plika vesikouterina (uterovesical fold)
  • Arteria dan vena uterina pada batas isthmus serviks
  • Ligamentum uterosakralis dan cardinale
  • Lintasan ureter retroperitoneal lateral terhadap serviks ("water under the bridge")
Instrumen & Perangkat Energi yang Disarankan:
  • -Laparoskop 10 mm 30 derajat HD atau 3D
  • -Perangkat energi canggih (vessel sealer bipolar seperti LigaSure atau gunting ultrasonik Harmonic)
  • -Uterine manipulator dengan colpotomy cup keramik/logam
  • -Suction-irrigator laparoskopi
  • -Jarum jarum laparoskopi berbarb (stratafix / V-Loc) untuk penjahitan vaginal vault
Operative Manual

Langkah demi Langkah Teknik Operasi

Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.

1

Insisi dan Transeksi Ligamentum Rotundum

Uterus dimanipulasi ke kontralateral. Ligamentum rotundum dikoagulasi dan dipotong pada sepertiga lateral. Daun anterior ligamentum latum dibuka menuju plika vesikouterina.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Vasa epigastrika inferior di dinding perut lateral
  • Batas peritoneum anterior
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Memotong terlalu dekat ke dinding panggul lateral dapat melukai vasa epigastrika inferior.
2

Pembukaan Daun Posterior Ligamentum Latum & Identifikasi Ureter

Peritoneum daun posterior dibuka sejajar dengan ligamentum infundibulopelvik. Ureter diidentifikasi di retroperitoneum melekat pada daun medial peritoneum melalui gerak peristaltik vermikularnya.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Penyilangan ureter di pelvic brim pada bifurkasio iliaka
  • Ligamentum suspensorium ovarii
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Jangan mengklem vasa ovarika sebelum ureter teridentifikasi secara visual jelas.
3

Diseksi Plika Vesikouterina & Mobilisasi Kandung Kemih

Lipatan peritoneum vesikouterina digunting secara transversal. Kandung kemih didorong ke kaudal secara tumpul dan tajam menjauhi serviks anterior hingga terlihat fasia servikalis dan tepi kubah cup manipulator.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Pilar vesikouterina lateral
  • Fascia pubocervicalis serviks
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Diseksi terlalu dalam ke miometrium memicu perdarahan; diseksi terlalu superfisial dapat melukai mukosa kandung kemih (cystotomy).
4

Skeletisasi dan Oklusi Arteri Uterina

Manipulator didorong kranial untuk merentangkan ligamentum cardinale. Jaringan longgar di atas arteri uterina dibersihkan. Arteri uterina dikoagulasi dan dipotong tepat setinggi OUI pada posisi tegak lurus serviks.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Orifisium uteri internum
  • Batas cup vaginal manipulator
  • Jarak aman ureter (1.5 - 2 cm lateral)
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Penyebaran energi termal lateral (thermal spread) ke arah ureter jika koagulasi dilakukan terlalu lateral.
5

Kolpotomi Sirkumferensial

Mengikuti kontur bibir cup colpotomy manipulator, forniks anterior, lateral, dan posterior dipotong secara sirkumferensial dengan arus monopolar cutting hingga uterus terlepas penuh ke dalam vagina.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Puncak cup manipulator kolpotomi
  • Ligamentum uterosakralis posterior
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Pencetus pneumoperitoneum loss saat forniks terbuka; masukkan pack kassa vagina atau sarung tangan berbalut kassa ke introitus.
6

Penutupan Kubah Vagina (Vaginal Cuff Closure) & Uji Hemostasis

Uterus dikeluarkan pervaginam. Puncak vagina ditutup secara intrakorporeal menggunakan benang barb monofilamen berpenyerapan lambat (V-Loc / Stratafix 2-0). Evaluasi hemostasis pada tekanan pneumoperitoneum diturunkan ke 8 mmHg.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Ujung sudut lateral kubah vagina (mengandung cabang desenden a. uterina)
  • Inspeksi peristaltik ureter bilateral
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Mengambil jaringan terlalu lateral pada sudut kubah vagina dapat mencengkeram ureter distal.
Protokol Asuhan Pascaoperasi (ERAS):
  • Mobilisasi dini dan diet cair bertahap dalam 4-6 jam pascabedah (protokol ERAS)
  • Pelepasan kateter urin dalam 6-12 jam pascaoperasi
  • Analgesia multimodal non-opioid (Parasetamol IV + Ketorolak/Ibuprofen)
  • Instruksikan pasien pantang koitus dan mengangkat beban berat selama 6-8 minggu
Potensi Komplikasi yang Wajib Diwaspadai:
  • Cedera termal atau transeksi ureter (0.5-1%)
  • Dehisensi kubah vagina (vaginal cuff dehiscence) pascaoperasi (0.8-1.5%)
  • Perforasi kandung kemih intraoperatif
  • Hematoma kubah vagina pascabedah
Bukti Ilmiah & Landasan Pedoman Resmi:
  • eVALuate Study (BMJ): Laparoskopi histerektomi memiliki waktu pemulihan lebih cepat dan nyeri lebih sedikit dibandingkan abdominal, tetapi tingkat komplikasi mayor sedikit lebih tinggi pada fase kurva pembelajaran operator.
  • Cochrane Review 2015: Histerektomi vaginal dan laparoskopi lebih unggul dibandingkan histerektomi laparotomi abdominal dalam hal lama rawat inap dan infeksi luka operasi.