WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Divisi ObginsosObstetri Ginekologi Sosial

Social & Community Obstetrics

🏛️ Organisasi Profesi: Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) - POGIFIGO Maternal & Newborn Health Committee / WHO PMNCH

Analisis determinan sosial kesehatan maternal, tata kelola audit kematian ibu (AMP-SR), standarisasi jejaring rujukan PONED-PONEK, kesiapsiagaan darurat obstetri di fasilitas primer, advokasi regulasi kesehatan reproduksi, dan bioetika obstetrik.

Inventaris Akademik Divisi
Dossier Patologi Klinis:2 Topik
Manual Bedah & Operatif:0 Teknik
Pedoman PNPK & Konsensus:1 Dokumen
Uji Klinis Acuan (RCT):0 Landmark
Clinical Condition Dossiers

Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu

Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.

ICD-10: Z35.9critical

Maternal Near Miss & Maternal Perinatal Audit (AMP-SR)

Maternal Near Miss & Audit Maternal Perinatal - Surveilans Respons (AMP-SR)

Konsep Maternal Near Miss (MNM) menurut kriteria disfungsi organ WHO dan metodologi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) Kemenkes RI untuk membongkar akar penyebab sistemik kematian ibu.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Definisi WHO Maternal Near Miss (MNM): Seorang wanita yang hampir meninggal namun bertahan hidup dari komplikasi berat yang terjadi selama kehamilan, persalinan, atau dalam 42 hari setelah pengakhiran kehamilan.
  • Kriteria Disfungsi Organ WHO untuk MNM (Organ Dysfunction Criteria):
ICD-10: Z75.3high

Integrated Obstetric Referral Networks: PONED to PONEK

Sistem Jejaring Rujukan Obstetri Terintegrasi: PONED ke PONEK

Arsitektur sistem rujukan berjenjang kedaruratan maternal-neonatal dari fasilitas primer (Puskesmas PONED) ke rumah sakit rujukan sekunder/tersier (RS PONEK 24 Jam) dengan protokol stabilisasi pra-rujukan.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Hierarki Fasilitas Pelayanan Kedaruratan Maternal-Neonatal:
  • 1. Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar): Melayani 24 jam dengan tim terlatih (Dokter Umum, Bidan, Perawat). Mampu melaksanakan 7 Sinyal Kunci: Antibiotik IV, Oksitosin IV/IM, MgSO4 loading dose, sedatif/antikonvulsan, manual plasenta, ekstraksi vakum, dan resusitasi bayi asfiksia.
Surgical & Procedure Academy

Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi

Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.

Living Guideline Intelligence

Pedoman Resmi POGI & Internasional

POGI (2023)Current / In Force

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Preeklampsia

Standar baku nasional pelayanan medis preeklampsia di Indonesia: penapisan risiko antenatal trimester pertama, profilaksis aspirin 150 mg, protokol magnesium sulfat untuk pencegahan dan terapi kejang, serta ambang batas terminasi kehamilan.

Grading of Recommendations Assessment, Development and Evaluation (GRADE)Sumber Asli
Landmark Clinical Trials

Uji Klinis Acuan (PICO Framework)

Case-Based Clinical Reasoning

Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis

CASE-SOC-2024-01PPDS General

Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM) at 27 Weeks with Chorioamnionitis and Maternal Septic Shock

Pasien primigravida 24 tahun usia kehamilan 27 minggu mengeluhkan keluar air-air jernih dari kemaluan sejak 5 hari lalu. Pasien awalnya berobat ke bidan desa dan dianjurkan tirah baring di rumah tanpa antibiotik karena keterbatasan akses transportasi rujukan geografis. Sejak 18 jam terakhir, air ketuban berubah menjadi keruh kekuningan dan berbau sangat menyengat (foul-smelling). Pasien mengalami demam tinggi menggigil, sesak napas cepat, ulu hati mual muntah, dan menjadi sangat mengantuk (letargis disorientasi) saat tiba di IGD RS Rujukan.