General Obstetrics
🏛️ Organisasi Profesi: Kolegium & Komisi Pelayanan Obstetri POGI • ACOG / RCOG / FIGO
Pilar utama obstetri klinis: antenatal care 10T, fisiologi partus normal, interpretasi kardiotokografi (KTG/NST), manajemen distosia persalinan, rupture perineum derajat 1-2, asuhan nifas, dan manajemen laktasi.
Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu
Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.
Postpartum Hemorrhage (PPH) & The 4T Management Protocol
Perdarahan Pascasalin (HPP) & Protokol Tatalaksana 4T
Kehilangan darah >= 500 mL pascapersalinan pervaginam atau >= 1000 mL pasca-seksio sesarea, atau perdarahan yang memicu tanda ketidakstabilan hemodinamik maternal, dikelola sistematis dengan algoritma 4T (Tone, Trauma, Tissue, Thrombin).
- •Estimasi Kuantitatif Kehilangan Darah (Quantitative Blood Loss / QBL): Menggunakan kantong penampung darah bertakar (drape) dan penimbangan kassa darah (bukan estimasi visual visual yang meremehkan perdarahan hingga 50%).
- •Shock Index (SI = Heart Rate / Tekanan Darah Sistolik):
Intrapartum Fetal Compromise & Abnormal Cardiotocography
Gawat Janin Intralaborum & Pola Kardiotokografi Patologis
Kondisi hipoksia dan asidemia akut janin intralaborum yang ditandai oleh pola kardiotokografi patologis (deselerasi lambat berulang, hilangnya variabilitas, atau bradikardia menetap) akibat insufisiensi perfusi uteroplasenta.
Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Rekaman Kardiotokografi Kategori III patologis FIGO 2015.
- •Mekonium kental (thick meconium stained liquor) disertai abnormalitas DJJ (faktor risiko asidemia 3x lipat).
Shoulder Dystocia & Obstetric Emergency Maneuvers
Distosia Bahu & Algoritma Kegawatdaruratan HELPERR
Kegawatdaruratan obstetrik mekanik intrapartum di mana bahu anterior atau posterior janin tersangkut pada gelang panggul maternal setelah kepala lahir, memerlukan serangkaian manuver terstruktur cepat untuk mencegah asfiksia fatal.
Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.
- •Turtle Sign: Penarikan kembali kepala janin yang baru lahir melekat rapat ke perineum.
- •Kegagalan kelahiran bahu dengan traksi aksial lembut ke bawah yang lazim pada persalinan normal.
Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi
Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.
Operative Vaginal Delivery: Vacuum-Assisted Delivery (Ventouse)
Persalinan Pervaginam Berbantu Alat: Ekstraksi Vakum
Resuscitative Hysterotomy / Perimortem Cesarean Delivery (PMCD)
Histerotomi Resusitasi / Seksio Sesarea Perimortem Maternal
B-Lynch Uterine Compression Suture & Bilateral Uterine Artery Ligation (O'Leary)
Penjahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Arteri Uterina Bilateral (O'Leary)
Pedoman Resmi POGI & Internasional
RCOG Green-top Guideline No. 29: The Management of Third- and Fourth-Degree Perineal Tears
Standar baku emas internasional diagnosis dan manajemen cedera sfingter ani obstetrik (OASIS): klasifikasi Sultan (3a, 3b, 3c, 4th degree), lingkungan kamar operasi terstandar, teknik aproksimasi Internal Anal Sphincter (IAS), teknik External Anal Sphincter (EAS) overlap vs end-to-end, profilaksis antibiotik, dan perawatan laksatif pascabedah.
FIGO Consensus Guidelines on Intrapartum Fetal Monitoring: Cardiotocography
Klasifikasi internasional terstandar rekaman CTG intralaborum menjadi tiga kategori fungsional (Normal, Suspicious, Pathological) dengan kriteria objektif baseline (110-160 dpm), variabilitas (6-25 dpm), akselerasi, deselerasi (dini, lambat, variabel, berkepanjangan), pola sinusoidal, dan algoritma resusitasi intrauterin.
Uji Klinis Acuan (PICO Framework)
Labor Induction versus Expectant Management in Low-Risk Nulliparous Women
Temuan: Induksi persalinan pada 39 minggu menghasilkan ANGKA SEKSIO SESAREA YANG LEBIH RENDAH SECARA SIGNIFIKAN (18.6% vs 22.2%; RR 0.84, 95% CI 0.76 - 0.93) dan penurunan risiko gangguan hipertensi kehamilan (9.1% vs 14.1%; RR 0.64, 95% CI 0.56 - 0.74), tanpa perbedaan hasil komposit neonatal.
Effect of early tranexamic acid on death, hysterectomy, and other morbidities in women with post-partum haemorrhage (WOMAN): an international, randomised, double-blind, placebo-controlled trial
Temuan: Kematian akibat perdarahan menurun secara signifikan pada kelompok asam traneksamat (1.5% vs 1.9%; RR 0.81, 95% CI 0.65 - 1.00, P=0.045). Penurunan mortalitas mencapai 31% jika obat diberikan dalam waktu kurang dari 3 jam pascapersalinan (RR 0.69, 95% CI 0.52 - 0.91, P=0.008). Tidak ditemukan peningkatan risiko komplikasi tromboemboli vena (DVT/PE).
Computerised Interpretation of Fetal Heart Rate during Labour (INFANT): A Randomised Controlled Trial
Temuan: Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam luaran buruk neonatus antara kelompok CTG berbantuan komputer (0.7%) versus CTG konvensional (0.7%) (adjusted Risk Ratio 1.01, 95% CI 0.82 - 1.25). Tidak ada perbedaan dalam angka seksio sesarea darurat maupun intervensi instrumental pervaginam.
Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis
Refractory Postpartum Hemorrhage with Shock Index 1.3 from Uterine Atony Managed with Bakri Balloon
Pasien baru saja melahirkan spontan pervaginam bayi laki-laki dengan berat lahir 4.200 gram (makrosomia) 30 menit lalu. Plasenta lahir lengkap spontan 7 menit pascalahir. Segera setelah lahir, bidan mencatat darah mengalir deras membasahi dua perlak dan kain penampung (estimasi kehilangan darah saat ini ~1.400 mL). Uterus teraba lembek setinggi 2 jari di atas pusat.