WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Divisi Gen-ObsObstetri Umum & Kamar Bersalin

General Obstetrics

🏛️ Organisasi Profesi: Kolegium & Komisi Pelayanan Obstetri POGIACOG / RCOG / FIGO

Pilar utama obstetri klinis: antenatal care 10T, fisiologi partus normal, interpretasi kardiotokografi (KTG/NST), manajemen distosia persalinan, rupture perineum derajat 1-2, asuhan nifas, dan manajemen laktasi.

Inventaris Akademik Divisi
Dossier Patologi Klinis:3 Topik
Manual Bedah & Operatif:3 Teknik
Pedoman PNPK & Konsensus:2 Dokumen
Uji Klinis Acuan (RCT):3 Landmark
Clinical Condition Dossiers

Penyakit & Tata Laksana Klinis Terpadu

Struktur lengkap: Patogenesis, kriteria diagnosis objektif, penentuan stadium klinis, dan algoritma terapi.

ICD-10: O72.1critical

Postpartum Hemorrhage (PPH) & The 4T Management Protocol

Perdarahan Pascasalin (HPP) & Protokol Tatalaksana 4T

Kehilangan darah >= 500 mL pascapersalinan pervaginam atau >= 1000 mL pasca-seksio sesarea, atau perdarahan yang memicu tanda ketidakstabilan hemodinamik maternal, dikelola sistematis dengan algoritma 4T (Tone, Trauma, Tissue, Thrombin).

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Estimasi Kuantitatif Kehilangan Darah (Quantitative Blood Loss / QBL): Menggunakan kantong penampung darah bertakar (drape) dan penimbangan kassa darah (bukan estimasi visual visual yang meremehkan perdarahan hingga 50%).
  • Shock Index (SI = Heart Rate / Tekanan Darah Sistolik):
ICD-10: O68critical

Intrapartum Fetal Compromise & Abnormal Cardiotocography

Gawat Janin Intralaborum & Pola Kardiotokografi Patologis

Kondisi hipoksia dan asidemia akut janin intralaborum yang ditandai oleh pola kardiotokografi patologis (deselerasi lambat berulang, hilangnya variabilitas, atau bradikardia menetap) akibat insufisiensi perfusi uteroplasenta.

Sistem Klasifikasi: Klasifikasi Kardiotokografi Konsensus FIGO

Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Rekaman Kardiotokografi Kategori III patologis FIGO 2015.
  • Mekonium kental (thick meconium stained liquor) disertai abnormalitas DJJ (faktor risiko asidemia 3x lipat).
ICD-10: O66.0critical

Shoulder Dystocia & Obstetric Emergency Maneuvers

Distosia Bahu & Algoritma Kegawatdaruratan HELPERR

Kegawatdaruratan obstetrik mekanik intrapartum di mana bahu anterior atau posterior janin tersangkut pada gelang panggul maternal setelah kepala lahir, memerlukan serangkaian manuver terstruktur cepat untuk mencegah asfiksia fatal.

Sistem Klasifikasi: Tingkat Kegagalan Impaksi Bahu & Protokol Manuver Bertingkat

Mencakup 3 tingkatan stadium klinis/molekuler.

Kriteria Diagnostik Inti:
  • Turtle Sign: Penarikan kembali kepala janin yang baru lahir melekat rapat ke perineum.
  • Kegagalan kelahiran bahu dengan traksi aksial lembut ke bawah yang lazim pada persalinan normal.
Surgical & Procedure Academy

Perpustakaan Prosedur Bedah & Video Edukasi Terverifikasi

Langkah bedah bertahap, landmark anatomi kritis, pencegahan jebakan iatrogenik, dan pemutaran video langsung.

VaginalKompleksitas: Standard

Operative Vaginal Delivery: Vacuum-Assisted Delivery (Ventouse)

Persalinan Pervaginam Berbantu Alat: Ekstraksi Vakum

Indikasi Utama: Kala dua persalinan memanjang (prolonged second stage) dengan serviks telah membuka lengkap, Gawat janin pada kala dua yang memerlukan terminasi persalinan segera bila kepala telah engaged (station >= +2).
Landmark Wajib: Titik fleksi kepala janin (flexion point): 3 cm anterior terhadap ubun-ubun kecil (UUK) di garis sutura sagitalis, Spina ischiadica (menentukan station 0) dan tuberositas ischiadica, Ostium serviks dan mukosa vagina sirkumferensial.
Video Bedah Terakreditasi:A How-To Guide For Residents: Vacuum Assisted Vaginal Deliveries
10:15
LaparotomyKompleksitas: Expert/Subspecialty

Resuscitative Hysterotomy / Perimortem Cesarean Delivery (PMCD)

Histerotomi Resusitasi / Seksio Sesarea Perimortem Maternal

Indikasi Utama: Henti jantung maternal (maternal cardiac arrest) pada usia kehamilan >= 20 minggu (fundus uteri setinggi atau di atas umbilikus) yang belum mencapai Return of Spontaneous Circulation (ROSC) dalam 4 menit resusitasi CPR berkualitas tinggi., Trauma maternal katastropik tidak dapat bertahan hidup (unsurvivable maternal trauma / cedera kepala fatal) dengan janin diduga masih viabel..
Landmark Wajib: Dinding abdomen garis tengah anterior (linea alba dari prosesus xifoideus ke simfisis pubis), Peritoneum parietal anterior, Segmen bawah rahim (SBR) dan korpus uteri anterior.
Video Bedah Terakreditasi:Real-time Simulation Scenario: Perimortem Cesarean Section (PMCD)
08:45
LaparotomyKompleksitas: Advanced

B-Lynch Uterine Compression Suture & Bilateral Uterine Artery Ligation (O'Leary)

Penjahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Arteri Uterina Bilateral (O'Leary)

Indikasi Utama: Perdarahan pascasalin (PPH) berat refrakter akibat atonia uteri yang gagal merespons masase bimanual, uterotonika lini 1-3, dan tamponade balon intrauterine, Perdarahan difus dari tempat implantasi plasenta previa / akreta fokal setelah reseksi konservatif.
Landmark Wajib: Insisi histerotomi segmen bawah rahim (SBR), Dinding anterior dan posterior korpus uteri, Kedua kornu uteri dan insersi ligamentum utero-ovarika proprium.
Living Guideline Intelligence

Pedoman Resmi POGI & Internasional

RCOG (2020)Current / In Force

RCOG Green-top Guideline No. 29: The Management of Third- and Fourth-Degree Perineal Tears

Standar baku emas internasional diagnosis dan manajemen cedera sfingter ani obstetrik (OASIS): klasifikasi Sultan (3a, 3b, 3c, 4th degree), lingkungan kamar operasi terstandar, teknik aproksimasi Internal Anal Sphincter (IAS), teknik External Anal Sphincter (EAS) overlap vs end-to-end, profilaksis antibiotik, dan perawatan laksatif pascabedah.

RCOG Guideline Committee GRADE FrameworkSumber Asli
FIGO (2015)Current / In Force

FIGO Consensus Guidelines on Intrapartum Fetal Monitoring: Cardiotocography

Klasifikasi internasional terstandar rekaman CTG intralaborum menjadi tiga kategori fungsional (Normal, Suspicious, Pathological) dengan kriteria objektif baseline (110-160 dpm), variabilitas (6-25 dpm), akselerasi, deselerasi (dini, lambat, variabel, berkepanjangan), pola sinusoidal, dan algoritma resusitasi intrauterin.

FIGO Intrapartum Fetal Monitoring Expert Committee ConsensusSumber Asli
Landmark Clinical Trials

Uji Klinis Acuan (PICO Framework)

ARRIVE TrialPMID: 30089070

Labor Induction versus Expectant Management in Low-Risk Nulliparous Women

Temuan: Induksi persalinan pada 39 minggu menghasilkan ANGKA SEKSIO SESAREA YANG LEBIH RENDAH SECARA SIGNIFIKAN (18.6% vs 22.2%; RR 0.84, 95% CI 0.76 - 0.93) dan penurunan risiko gangguan hipertensi kehamilan (9.1% vs 14.1%; RR 0.64, 95% CI 0.56 - 0.74), tanpa perbedaan hasil komposit neonatal.

Clinical Impact: Menghilangkan mitos obstetri lama yang menyatakan bahwa induksi persalinan pada nullipara dengan serviks belum matang pasti meningkatkan angka seksio sesarea.
WOMAN TrialPMID: 28456509

Effect of early tranexamic acid on death, hysterectomy, and other morbidities in women with post-partum haemorrhage (WOMAN): an international, randomised, double-blind, placebo-controlled trial

Temuan: Kematian akibat perdarahan menurun secara signifikan pada kelompok asam traneksamat (1.5% vs 1.9%; RR 0.81, 95% CI 0.65 - 1.00, P=0.045). Penurunan mortalitas mencapai 31% jika obat diberikan dalam waktu kurang dari 3 jam pascapersalinan (RR 0.69, 95% CI 0.52 - 0.91, P=0.008). Tidak ditemukan peningkatan risiko komplikasi tromboemboli vena (DVT/PE).

Clinical Impact: Menjadi dasar rekomendasi kelas 1A di seluruh pedoman dunia (WHO, FIGO, POGI) bahwa Asam Traneksamat 1 gram IV harus diberikan sesegera mungkin dalam 3 jam pertama pada seluruh kasus PPH klinis.
INFANT TrialPMID: 28285812

Computerised Interpretation of Fetal Heart Rate during Labour (INFANT): A Randomised Controlled Trial

Temuan: Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam luaran buruk neonatus antara kelompok CTG berbantuan komputer (0.7%) versus CTG konvensional (0.7%) (adjusted Risk Ratio 1.01, 95% CI 0.82 - 1.25). Tidak ada perbedaan dalam angka seksio sesarea darurat maupun intervensi instrumental pervaginam.

Clinical Impact: Membuktikan secara definitif bahwa algoritma komputer tidak dapat menggantikan kompetensi klinis manusia, pemahaman patofisiologi, dan kewaspadaan tim obstetri dalam menanggapi perburukan pola deselerasi intrauterin.
Case-Based Clinical Reasoning

Kasus Nyata & Pengambilan Keputusan Klinis

CASE-OBS-2024-03Comprehensive Board Exam

Refractory Postpartum Hemorrhage with Shock Index 1.3 from Uterine Atony Managed with Bakri Balloon

Pasien baru saja melahirkan spontan pervaginam bayi laki-laki dengan berat lahir 4.200 gram (makrosomia) 30 menit lalu. Plasenta lahir lengkap spontan 7 menit pascalahir. Segera setelah lahir, bidan mencatat darah mengalir deras membasahi dua perlak dan kain penampung (estimasi kehilangan darah saat ini ~1.400 mL). Uterus teraba lembek setinggi 2 jari di atas pusat.