B-Lynch Uterine Compression Suture & Bilateral Uterine Artery Ligation (O'Leary)
Penjahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Arteri Uterina Bilateral (O'Leary)
Teknik Jahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Vaskular Hemostatik
Obstetric Hemorrhage & Operative Intervention Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Pemasangan jahitan kompresi brace vertikal B-Lynch (Monocryl No. 1 / PDS No. 1 jarum lengkung tumpul 70 mm) melewati histerotomi anterior, mengelilingi fundus uteri 3-4 cm dari kornu, masuk dinding posterior setinggi histerotomi, menyilang fundus kembali, dan diikat di bawah kompresi bimanual.
- ✓Perdarahan pascasalin (PPH) berat refrakter akibat atonia uteri yang gagal merespons masase bimanual, uterotonika lini 1-3, dan tamponade balon intrauterine
- ✓Perdarahan difus dari tempat implantasi plasenta previa / akreta fokal setelah reseksi konservatif
- ✓Upaya penyelamatan uterus (fertility-sparing / uterus-preserving) pada wanita usia muda dengan PPH masif sebelum beralih ke histerektomi darurat
- ✗Uterus nekrotik atau infeksi korioamnionitis fulminan berat dengan miometritis kotor (histerektomi diindikasikan)
- ✗Koagulopati konsumtif terminal (DIC) yang memerlukan damage control surgery cepat (packing abdomen) atau embolisasi vaskular darurat
- ✗Ruptur uteri komplit luas yang meluas ke ligamentum latum dan pembuluh darah iliaka
- •Insisi histerotomi segmen bawah rahim (SBR)
- •Dinding anterior dan posterior korpus uteri
- •Kedua kornu uteri dan insersi ligamentum utero-ovarika proprium
- •Refleksi plika vesikouterina kandung kemih di segmen bawah rahim anterior
- •Arteri uterina asenden bilateral yang berjalan tortuous di tepi lateral serviko-uterin
- •Lintasan ureter di dasar retroperitoneal yang menyilang di bawah arteri uterina
- -Benang jahit No. 2 poliglecaprone / vicryl pada jarum lengkung 70 mm round-bodied (B-Lynch suture kit)
- -Klem hemostatik bengkok Rochester-Pean dan atraumatic Green-Armytage clamps
- -Retraktor abdomen Balfour atau Doyen
- -Suction intraabdominal kaliber besar dan kain kasa laparotomi (abdominal packs)
- -Lampu operasi terarah ke pelvis dalam
Langkah demi Langkah Teknik Operasi
Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.
Eksteriorisasi Uterus & Uji Kompresi Bimanual (Compression Test)
Keluarkan korpus uteri dari rongga panggul ke dinding abdomen (eksteriorisasi). Kosongkan kavum uteri dari seluruh bekuan darah. Operator dan asisten melakukan kompresi manual bimanual kuat pada korpus uteri sembari asisten kedua mengecek jalan lahir pervaginam. Jika perdarahan berhenti seketika, lanjutkan segera penjahitan B-Lynch.
- •Kavum uteri bersih dari bekuan darah
- •Jalan lahir pervaginam
- ⚠Memasang jahitan kompresi saat bekuan darah masih terjebak di dalam kavum uteri dapat memicu hematometra dan piometra sekunder.
Disseksi Plika Vesikouterina & Penetrasi Anterior Dinding Rahim
Buka dan dorong plika vesikouterina 2-3 cm ke bawah agar kandung kemih terhindar dari lintasan jarum. Dengan histerotomi terbuka, tusukkan jarum 3 cm di bawah tepi inferior insisi histerotomi dan 3 cm medial dari tepi lateral kiri uterus, menembus kavum uteri, lalu keluarkan jarum 3 cm di atas tepi superior insisi.
- •Plika vesikouterina kandung kemih
- •Tepi lateral vaskular uterus
- ⚠Menusuk terlalu lateral dapat mencederai cabang asenden arteri uterina; menusuk terlalu inferior dapat menembus kandung kemih.
Penyilangan Fundus Uteri Menuju Dinding Posterior
Tarik benang melingkar ke atas fundus uteri berjarak sekitar 3-4 cm medial dari insersi kornu uteri kiri (seperti tali selempang/suspender). Bawa benang ke dinding posterior uterus.
- •Kornu uteri kiri
- •Fundus uteri
- ⚠Benang melorot ke lateral kornu; pastikan benang berada stabil pada fundus sebelum fiksasi posterior.
Penetrasi Dinding Posterior & Transversal ke Kontralateral
Tusukkan jarum menembus dinding posterior uterus masuk ke kavum uteri setinggi insisi histerotomi anterior, bawa jarum melintasi kavum posterior, lalu keluarkan kembali menembus dinding posterior sisi kanan berjarak 4 cm. Bawa benang ke atas melintasi fundus uteri kanan berjarak 3-4 cm medial dari kornu kanan.
- •Dinding posterior kavum uteri
- •Kornu uteri kanan
- ⚠Menjahit dinding posterior terlalu rendah berisiko mengenai pleksus vena retro-uterin.
Penetrasi Anterior Kontralateral & Penarikan Simpul Tersinkronisasi
Bawa jarum ke dinding anterior kanan, tusukkan 3 cm di atas insisi histerotomi dan keluarkan 3 cm di bawah insisi. Asisten melakukan kompresi bimanual maksimal pada uterus sembari operator dan asisten menarik kedua ujung benang secara mantap dan mengikat simpul bedah ganda (surgeon's knot) secara kencang. Tutup histerotomi secara standar.
- •Simpul anterior kencang di bawah insisi
- •Kompresi miometrium merata
- ⚠Mengikat simpul tanpa kompresi manual asisten dapat menyebabkan jahitan kendur atau miometrium robek teriris benang (cheese-wiring effect).
Ligasi Arteri Uterina Bilateral Metode O'Leary (Jika Perdarahan Sisa Berlanjut)
Jika masih terdapat perdarahan perembesan dari segmen bawah rahim, lakukan ligasi arteri uterina asenden O'Leary: tusukkan jarum vicryl No. 1 dari anterior ke posterior menembus miometrium 2-3 cm medial dari tepi lateral serviko-uterin (2 cm di bawah insisi histerotomi), lalu bawa kembali melalui zona avaskular ligamentum latum dan ikat kencang bilateral.
- •Tepi lateral serviko-uterin
- •Lintasan ureter retroperitoneal lateral (> 2 cm dari ligasi)
- ⚠Menempatkan jahitan O'Leary terlalu jauh ke lateral di dasar panggul berisiko mengikat ureter; jahitan harus selalu mencakup sebagian miometrium uterus.
- ✓Pemantauan intensif di ruang HCU/ICU obstetri selama 24 jam pertama
- ✓Evaluasi lokia dan tonus uterus serial setiap 15 menit pada 2 jam pertama, kemudian tiap 1 jam
- ✓Lanjutkan infus oksitosin rumatan 20 IU dalam 500 mL RL selama 12-24 jam pascabedah
- ✓Pemeriksaan laboratorium pascabedah: darah lengkap, profil koagulasi (PT/aPTT, fibrinogen), dan laktat darah
- ✓Profilaksis tromboemboli mekanis (pneumatic compression) dan farmakologis dimulai 12 jam pascabedah setelah hemostasis stabil
- ⚠Kegagalan hemostasis kompresi yang membutuhkan histerektomi darurat (10-15%)
- ⚠Sinekia intrauterin (Asherman syndrome sekunder) atau nekrosis parsial miometrium uterus (< 2%)
- ⚠Pyometra atau hematometra sekunder jika kanalis servikalis tersumbat kompresi
- ⚠Cedera ureter pada penempatan ligasi O'Leary yang terlalu lateral
- •B-Lynch C, et al. The B-Lynch surgical technique for the control of massive postpartum haemorrhage: an alternative to hysterectomy? Five cases reported. BJOG 1997.
- •WHO Recommendations for the Prevention and Treatment of Postpartum Haemorrhage: Penjahitan kompresi uterus (B-Lynch, Hayman) direkomendasikan sebagai intervensi bedah konservatif lini pertama sebelum histerektomi.
- •FIGO PPH Guidelines: Kombinasi kompresi B-Lynch dan ligasi vaskular bertingkat menyelamatkan uterus pada > 80% kasus atonia uteri refrakter.