WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeProceduresLaparotomy
LaparotomyKompleksitas: AdvancedDivisi: general obs

B-Lynch Uterine Compression Suture & Bilateral Uterine Artery Ligation (O'Leary)

Penjahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Arteri Uterina Bilateral (O'Leary)

Atlas Anatomi Bedah & Ilustrasi Prosedural HD
Atlas Ilustrasi Medis Detail & Anatomi Bedah

Teknik Jahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Vaskular Hemostatik

Obstetric Hemorrhage & Operative Intervention Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Teknik Jahitan Kompresi Uterus B-Lynch & Ligasi Vaskular Hemostatik
Perbesar Resolusi Penuh

Pemasangan jahitan kompresi brace vertikal B-Lynch (Monocryl No. 1 / PDS No. 1 jarum lengkung tumpul 70 mm) melewati histerotomi anterior, mengelilingi fundus uteri 3-4 cm dari kornu, masuk dinding posterior setinggi histerotomi, menyilang fundus kembali, dan diikat di bawah kompresi bimanual.

Sorotan Anatomi & Landmark Klinis Kritis:
1Titik Masuk Histerotomi: Jarum masuk 3 cm di bawah insisi dan keluar 3 cm di atas tepi atas insisi segmen bawah rahim anterior
2Loop Fundus: Jahitan brace melingkari fundus ~3-4 cm medial dari kornu uteri/ligamentum ovarii proprium untuk mencegah selip lateral
3Re-entry Posterior: Menembus dinding posterior uterus ke dalam kavum uteri setinggi insisi anterior, lalu melintas horizontal di kavum dan keluar posterior kontralateral
4Tensioning & Bimanual Compression: Asisten melakukan kompresi bimanual masif sambil operator mengikat simpul kencang untuk menghentikan perdarahan miometrium
Indikasi Bedah:
  • Perdarahan pascasalin (PPH) berat refrakter akibat atonia uteri yang gagal merespons masase bimanual, uterotonika lini 1-3, dan tamponade balon intrauterine
  • Perdarahan difus dari tempat implantasi plasenta previa / akreta fokal setelah reseksi konservatif
  • Upaya penyelamatan uterus (fertility-sparing / uterus-preserving) pada wanita usia muda dengan PPH masif sebelum beralih ke histerektomi darurat
Kontraindikasi:
  • Uterus nekrotik atau infeksi korioamnionitis fulminan berat dengan miometritis kotor (histerektomi diindikasikan)
  • Koagulopati konsumtif terminal (DIC) yang memerlukan damage control surgery cepat (packing abdomen) atau embolisasi vaskular darurat
  • Ruptur uteri komplit luas yang meluas ke ligamentum latum dan pembuluh darah iliaka
Anatomi & Landmark Wajib Dikuasai:
  • Insisi histerotomi segmen bawah rahim (SBR)
  • Dinding anterior dan posterior korpus uteri
  • Kedua kornu uteri dan insersi ligamentum utero-ovarika proprium
  • Refleksi plika vesikouterina kandung kemih di segmen bawah rahim anterior
  • Arteri uterina asenden bilateral yang berjalan tortuous di tepi lateral serviko-uterin
  • Lintasan ureter di dasar retroperitoneal yang menyilang di bawah arteri uterina
Instrumen & Perangkat Energi yang Disarankan:
  • -Benang jahit No. 2 poliglecaprone / vicryl pada jarum lengkung 70 mm round-bodied (B-Lynch suture kit)
  • -Klem hemostatik bengkok Rochester-Pean dan atraumatic Green-Armytage clamps
  • -Retraktor abdomen Balfour atau Doyen
  • -Suction intraabdominal kaliber besar dan kain kasa laparotomi (abdominal packs)
  • -Lampu operasi terarah ke pelvis dalam
Operative Manual

Langkah demi Langkah Teknik Operasi

Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.

1

Eksteriorisasi Uterus & Uji Kompresi Bimanual (Compression Test)

Keluarkan korpus uteri dari rongga panggul ke dinding abdomen (eksteriorisasi). Kosongkan kavum uteri dari seluruh bekuan darah. Operator dan asisten melakukan kompresi manual bimanual kuat pada korpus uteri sembari asisten kedua mengecek jalan lahir pervaginam. Jika perdarahan berhenti seketika, lanjutkan segera penjahitan B-Lynch.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Kavum uteri bersih dari bekuan darah
  • Jalan lahir pervaginam
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Memasang jahitan kompresi saat bekuan darah masih terjebak di dalam kavum uteri dapat memicu hematometra dan piometra sekunder.
2

Disseksi Plika Vesikouterina & Penetrasi Anterior Dinding Rahim

Buka dan dorong plika vesikouterina 2-3 cm ke bawah agar kandung kemih terhindar dari lintasan jarum. Dengan histerotomi terbuka, tusukkan jarum 3 cm di bawah tepi inferior insisi histerotomi dan 3 cm medial dari tepi lateral kiri uterus, menembus kavum uteri, lalu keluarkan jarum 3 cm di atas tepi superior insisi.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Plika vesikouterina kandung kemih
  • Tepi lateral vaskular uterus
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menusuk terlalu lateral dapat mencederai cabang asenden arteri uterina; menusuk terlalu inferior dapat menembus kandung kemih.
3

Penyilangan Fundus Uteri Menuju Dinding Posterior

Tarik benang melingkar ke atas fundus uteri berjarak sekitar 3-4 cm medial dari insersi kornu uteri kiri (seperti tali selempang/suspender). Bawa benang ke dinding posterior uterus.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Kornu uteri kiri
  • Fundus uteri
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Benang melorot ke lateral kornu; pastikan benang berada stabil pada fundus sebelum fiksasi posterior.
4

Penetrasi Dinding Posterior & Transversal ke Kontralateral

Tusukkan jarum menembus dinding posterior uterus masuk ke kavum uteri setinggi insisi histerotomi anterior, bawa jarum melintasi kavum posterior, lalu keluarkan kembali menembus dinding posterior sisi kanan berjarak 4 cm. Bawa benang ke atas melintasi fundus uteri kanan berjarak 3-4 cm medial dari kornu kanan.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Dinding posterior kavum uteri
  • Kornu uteri kanan
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menjahit dinding posterior terlalu rendah berisiko mengenai pleksus vena retro-uterin.
5

Penetrasi Anterior Kontralateral & Penarikan Simpul Tersinkronisasi

Bawa jarum ke dinding anterior kanan, tusukkan 3 cm di atas insisi histerotomi dan keluarkan 3 cm di bawah insisi. Asisten melakukan kompresi bimanual maksimal pada uterus sembari operator dan asisten menarik kedua ujung benang secara mantap dan mengikat simpul bedah ganda (surgeon's knot) secara kencang. Tutup histerotomi secara standar.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Simpul anterior kencang di bawah insisi
  • Kompresi miometrium merata
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Mengikat simpul tanpa kompresi manual asisten dapat menyebabkan jahitan kendur atau miometrium robek teriris benang (cheese-wiring effect).
6

Ligasi Arteri Uterina Bilateral Metode O'Leary (Jika Perdarahan Sisa Berlanjut)

Jika masih terdapat perdarahan perembesan dari segmen bawah rahim, lakukan ligasi arteri uterina asenden O'Leary: tusukkan jarum vicryl No. 1 dari anterior ke posterior menembus miometrium 2-3 cm medial dari tepi lateral serviko-uterin (2 cm di bawah insisi histerotomi), lalu bawa kembali melalui zona avaskular ligamentum latum dan ikat kencang bilateral.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Tepi lateral serviko-uterin
  • Lintasan ureter retroperitoneal lateral (> 2 cm dari ligasi)
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menempatkan jahitan O'Leary terlalu jauh ke lateral di dasar panggul berisiko mengikat ureter; jahitan harus selalu mencakup sebagian miometrium uterus.
Protokol Asuhan Pascaoperasi (ERAS):
  • Pemantauan intensif di ruang HCU/ICU obstetri selama 24 jam pertama
  • Evaluasi lokia dan tonus uterus serial setiap 15 menit pada 2 jam pertama, kemudian tiap 1 jam
  • Lanjutkan infus oksitosin rumatan 20 IU dalam 500 mL RL selama 12-24 jam pascabedah
  • Pemeriksaan laboratorium pascabedah: darah lengkap, profil koagulasi (PT/aPTT, fibrinogen), dan laktat darah
  • Profilaksis tromboemboli mekanis (pneumatic compression) dan farmakologis dimulai 12 jam pascabedah setelah hemostasis stabil
Potensi Komplikasi yang Wajib Diwaspadai:
  • Kegagalan hemostasis kompresi yang membutuhkan histerektomi darurat (10-15%)
  • Sinekia intrauterin (Asherman syndrome sekunder) atau nekrosis parsial miometrium uterus (< 2%)
  • Pyometra atau hematometra sekunder jika kanalis servikalis tersumbat kompresi
  • Cedera ureter pada penempatan ligasi O'Leary yang terlalu lateral
Bukti Ilmiah & Landasan Pedoman Resmi:
  • B-Lynch C, et al. The B-Lynch surgical technique for the control of massive postpartum haemorrhage: an alternative to hysterectomy? Five cases reported. BJOG 1997.
  • WHO Recommendations for the Prevention and Treatment of Postpartum Haemorrhage: Penjahitan kompresi uterus (B-Lynch, Hayman) direkomendasikan sebagai intervensi bedah konservatif lini pertama sebelum histerektomi.
  • FIGO PPH Guidelines: Kombinasi kompresi B-Lynch dan ligasi vaskular bertingkat menyelamatkan uterus pada > 80% kasus atonia uteri refrakter.