WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeCasesCASE-OBS-2024-03
CASE-OBS-2024-03Published / Source-Based CaseComprehensive Board ExamDivisi: general obs

Refractory Postpartum Hemorrhage with Shock Index 1.3 from Uterine Atony Managed with Bakri Balloon

Sumber Sitasi Kasus: American Journal of Obstetrics & Gynecology Case Reports (PMID: 32014892) & POGI PNPK Perdarahan Pascasalin 2023
Usia:31 tahun
Gravida-Para:P4A0
Usia Kehamilan:39 minggu + 4 hari
Keluhan Utama:Perdarahan masif memancar dari jalan lahir 30 menit pascapersalinan spontan

Riwayat Penyakit Sekarang (Anamnesis)

Pasien baru saja melahirkan spontan pervaginam bayi laki-laki dengan berat lahir 4.200 gram (makrosomia) 30 menit lalu. Plasenta lahir lengkap spontan 7 menit pascalahir. Segera setelah lahir, bidan mencatat darah mengalir deras membasahi dua perlak dan kain penampung (estimasi kehilangan darah saat ini ~1.400 mL). Uterus teraba lembek setinggi 2 jari di atas pusat.

Tanda Vital & Pemeriksaan Fisik

Tekanan Darah85/50 mmHg
Denyut Nadi114 kali/menit, reguler tapi isi lemah (Shock Index = 114 / 85 = 1.34)
Laju Napas26 kali/menit

Temuan Fisik: Pasien tampak pucat, mengantuk (letargis), konjungtiva anemis berat, diaphoresis dingin. Palpasi abdomen: fundus uteri setinggi 2 jari di atas umbilikus, konsistensi lembek (boggy uterus). Masase fundus hanya menghasilkan kontraksi sesaat kemudian relaksasi kembali disertai semburan bekuan darah segar.

Pemeriksaan Pelvis: Eksplorasi jalan lahir dengan spekulum Sims ganda: tidak ada laserasi serviks atau forniks vagina, episiotomi intak tanpa hematoma meluas. Kavum uteri dieksplorasi manual: tidak teraba sisa plasenta atau kotiledon, tidak teraba robekan cincin Bandl.

Hasil Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

Laboratorium Patologi Klinik:
PemeriksaanHasilRujukan
Hemoglobin Cito7.4 g/dL11.0 - 14.0 g/dL (drop dari 12.1 g/dL pra-partus)
Hematokrit22%36 - 44%
Trombosit138.000 / uL150.000 - 450.000 / uL
Fibrinogen Serum190 mg/dL300 - 600 mg/dL (hipofibrinogenemia konsumtif)
PT / aPTT16.8 / 42.0 detik11.5-14.5 / 25-35 detik (koagulopati memanjang)
Laktat Darah4.2 mmol/L< 2.0 mmol/L (asidosis metabolik hipoperfusi)
Ultrasonografi (Bedside Ultrasound):

USG bedside di ruang bersalin: Kavum uteri terdistensi oleh cairan anekoik bercampur bekuan hiperekoik (hematometra). Tidak tampak massa fokal intrakaviter plasenta akreta. Miometrium tipis teregang.

Pencitraan Lanjut / Kardiotokografi / Patologi:

Shock Index kalkulasi: 114 / 85 = 1.34 (Kategori Syok Berat / Dekompensasi). Trias mematikan (Triad of Death): Hipotermia 36.2 C, Asidosis laktat 4.2 mmol/L, Koagulopati PT/aPTT memanjang.

Interactive Clinical Decision Simulator

Posko Pengambilan Keputusan Klinis

Posko #1: Initial Emergency Assessment

Pasien mengalami hipotensi 85/50 mmHg, takikardia 114 bpm, SI 1.34, perdarahan 1.400 mL, uterus lembek. Akses intravena 2 jalur jarum besar 16G telah terpasang dan oksigen diberikan.

Intervensi hemostatik farmakologis dan sistemik manakah yang harus segera dieksekusi secara simultan dalam 5 menit pertama?

1A

Berikan infus kristaloid hangat cepat 2.000 mL saja dan tunggu hasil crossmatch darah lengkap keluar sebelum memberikan terapi lain.

1B

Aktifkan Protokol Transfusi Masif (MTP 1:1:1), berikan Asam Traneksamat 1 gram IV bolus lambat (WOMAN Trial), dan berikan Oksitosin 20-40 IU drip cepat bersama kompresi bimanual interna (KBI).

1C

Segera berikan injeksi Metilergometrin 0.2 mg IV bolus cepat dalam 5 detik.

Posko #2: Therapeutic Decision

Pasien telah menerima oksitosin 40 IU drip, metilergometrin 0.2 mg IM, misoprostol 800 mcg rektal, asam traneksamat 1g IV, dan transfusi 2 kantong PRC darurat O-negatif. Kompresi bimanual interna dipertahankan selama 10 menit, namun setiap kali tangan dilepas darah merah segar merembes kembali dan uterus tidak mampu mempertahankan tonusnya.

Apakah langkah intervensi hemostatik mekanis lanjut berikutnya yang paling tepat sebelum memutuskan laparotomi darurat di kamar operasi?

2A

Pasang Tamponade Balon Uterus (Uterine Balloon Tamponade / Bakri Balloon) yang diisi 300-400 mL salin normal hangat disertai tamponade kassa vagina untuk fiksasi.

2B

Lakukan kuretase tajam dinding endometrium untuk memicu kontraksi miometrium.

2C

Tunggu 1 jam lagi sembari menambah dosis oksitosin menjadi 100 IU.

Clinical Debrief

Hasil Akhir Klinis & Evaluasi (Outcome)

Balon Bakri berhasil dipasang dan diisi 350 mL salin steril hangat. Perdarahan melalui lumen drainase balon berhenti (<30 mL dalam 30 menit, "Tamponade Test Positif"). Pasien menerima total 4 unit PRC, 4 unit FFP, dan 1 pool konsentrat trombosit di ICU. Tekanan darah naik stabil menjadi 115/70 mmHg, nadi 84 bpm, kadar laktat turun ke 1.4 mmol/L. Balon Bakri dideflasi bertahap 24 jam kemudian dan dilepas tanpa adanya perdarahan ulang. Pasien dipulangkan pada hari ke-4 pascasalin dengan Hb 10.8 g/dL dan fungsi uterus utuh terjaga.

Poin Pembelajaran Kunci (Take-Home Pearls)

  • Shock Index (Nadi / Tekanan Darah Sistolik) >= 0.9 adalah penanda objektif hilangnya volume intravaskular masif yang memerlukan aktivasi MTP segera.
  • Asam Traneksamat 1 gram IV adalah intervensi "golden hour" wajib dalam 3 jam pertama perdarahan pascasalin.
  • Tamponade Balon Intrauterin (Bakri Balloon) adalah jembatan hemostatik efektif lini kedua yang dapat mencegah tindakan histerektomi darurat pada >80% kasus atonia.
  • Resusitasi hemostatik dini berbasis rasio seimbang 1:1:1 mencegah koagulopati dilusional dan memutus lethal triad of trauma.
Sitasi Pedoman Resmi:
  • POGI PNPK Tata Laksana Perdarahan Pascasalin 2023
  • WOMAN Trial Collaborators. Effect of early tranexamic acid on death in post-partum haemorrhage. Lancet 2017
  • ACOG Practice Bulletin No. 183: Postpartum Hemorrhage