Intrapartum Fetal Compromise & Abnormal Cardiotocography
Gawat Janin Intralaborum & Pola Kardiotokografi Patologis
Kondisi hipoksia dan asidemia akut janin intralaborum yang ditandai oleh pola kardiotokografi patologis (deselerasi lambat berulang, hilangnya variabilitas, atau bradikardia menetap) akibat insufisiensi perfusi uteroplasenta.
Disfungsi pertukaran gas uteroplasenta selama kontraksi persalinan memicu hipoksemia, dekompensasi sirkulasi janin, pergeseran ke metabolisme anaerobik, akumulasi asam laktat, dan asidemia metabolik berat (pH darah tali pusat < 7.00, BE < -12 mmol/L) yang merusak sel saraf korteks serebri dan miokardium.
- ✓Rekaman Kardiotokografi Kategori III patologis FIGO 2015.
- ✓Mekonium kental (thick meconium stained liquor) disertai abnormalitas DJJ (faktor risiko asidemia 3x lipat).
- ✓Uji Darah Kepala Janin (Fetal Scalp Blood Sampling / FBS): Kadar laktat > 4.8 mmol/L atau pH < 7.20 (indikasi terminasi segera).
- ✓Uji Stimulasi Kulit Kepala Digital (Digital Fetal Scalp Stimulation): Ketiadaan respons akselerasi pada perabaan bimanual.
Klasifikasi Kardiotokografi Konsensus FIGO (2015)
| Stadium | Definisi Klinis / Patologis / Molekuler | Implikasi Manajemen |
|---|---|---|
| Kategori I (Normal) | Baseline 110-160 dpm, variabilitas 6-25 dpm, tidak ada deselerasi lambat atau variabel berulang, akselerasi hadir atau absen. | Status oksigenasi janin baik. Risiko asidosis metabolik sangat rendah (<1%). Lanjutkan pemantauan intralaborum standar. |
| Kategori II (Suspicious) | Kehilangan satu atau lebih fitur normal (misal takikardia 160-180 dpm, variabilitas menurun 5-10 dpm > 40 menit, atau deselerasi variabel tipikal) tanpa gambaran patologis nyata. | Evaluasi penyebab reversibel (dehidrasi, demam, posisi terlentang, takisistol oksitosin). Mulai resusitasi intrauterin konservatif dan observasi berkala. |
| Kategori III (Pathological) | Baseline < 100 dpm, variabilitas minimal (<5 dpm) menetap > 50 menit, deselerasi lambat berulang pada > 50% kontraksi, atau Pola Sinusoidal sejati. | Risiko asidemia metabolik dan HIE sangat tinggi. Resusitasi intrauterin maksimal segera; bila tidak membaik dalam 15-20 menit, persalinan darurat < 30 menit. |
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •Kardiotokografi (CTG) kontinu
- •Pemeriksaan Dalam (VT) mengevaluasi prolaps tali pusat atau kemajuan persalinan
- •Cek tanda vital maternal (tekanan darah, suhu, SpO2)
- •USG Doppler intrapartum bedside konfirmasi letak tali pusat dan presentasi
- •Analisis Gas Darah (AGD) darah tali pusat ganda (arteri dan vena umbilikalis) segera pascakelahiran untuk dokumentasi medikolegal
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Identifikasi Pola Patologis Kategori III -> Aktifkan Tim Kegawatdaruratan Obstetri (Kode Biru Kebidanan) Segera.
- 💊Resusitasi Intrauterin 5-Langkah Segera:
- 💊1. Posisi Ibu: Segera reposisi ke miring kiri penuh (left lateral tilt) untuk membebaskan kompresi vena kava inferior.
- 💊2. Hidrasi IV: Bolus cepat cairan kristaloid (Ringer Laktat) 500-1000 mL dalam 20 menit.
- 💊3. Hentikan Uterotonika: Stop infus oksitosin seketika dan cabut misoprostol/prostaglandin bila ada.
- 💊4. Tokolisis Akut: Bila terdapat takisistol uterus (> 5 kontraksi/10 min) atau hipertonus, berikan Salbutamol 100 mcg IV pelan atau Terbutaline 0.25 mg SC.
- 💊5. Oksigenasi Selektif: Berikan Oksigen masker 10 L/menit HANYA bila saturasi oksigen ibu < 95%.
- 🔪Seksio Sesarea Darurat Kategori 1 (Crash C-Section): Dilakukan bila resusitasi intrauterin gagal memperbaiki variabilitas dalam 15-20 menit, atau pada bradikardia menetap < 100 dpm, dengan target Decision-to-Delivery Interval (DDI) < 30 menit.
- 🔪Persalinan Instrumental Pervaginam (Ekstraksi Vakum / Forseps): Hanya dapat dilakukan bila pembukaan serviks telah lengkap (10 cm), ketuban sudah pecah, kepala janin telah berada di station >= +2 (Hodge IV), dan operator berpengalaman.
Surveilans ketat neonatus di NICU, protokol pendinginan terapeutik (therapeutic hypothermia) dalam 6 jam pertama bila terdiagnosis ensefalopati hipoksik iskemik sedang-berat.
Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)
FIGO Consensus Guidelines on Intrapartum Fetal Monitoring: Cardiotocography
Klasifikasi internasional terstandar rekaman CTG intralaborum menjadi tiga kategori fungsional (Normal, Suspicious, Pathological) dengan kriteria objektif baseline (110-160 dpm), variabilitas (6-25 dpm), akselerasi, deselerasi (dini, lambat, variabel, berkepanjangan), pola sinusoidal, dan algoritma resusitasi intrauterin.
Sumber ResmiLandmark Evidence Acuan (RCTs)
Computerised Interpretation of Fetal Heart Rate during Labour (INFANT): A Randomised Controlled Trial
Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam luaran buruk neonatus antara kelompok CTG berbantuan komputer (0.7%) versus CTG konvensional (0.7%) (adjusted Risk Ratio 1.01, 95% CI 0.82 - 1.25). Tidak ada perbedaan dalam angka seksio sesarea darurat maupun intervensi instrumental pervaginam.