WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegeneral obsClinical Dossier
ICD-10: O66.0Severity: criticalDivisi: general obs

Shoulder Dystocia & Obstetric Emergency Maneuvers

Distosia Bahu & Algoritma Kegawatdaruratan HELPERR

Kegawatdaruratan obstetrik mekanik intrapartum di mana bahu anterior atau posterior janin tersangkut pada gelang panggul maternal setelah kepala lahir, memerlukan serangkaian manuver terstruktur cepat untuk mencegah asfiksia fatal.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Kegagalan bahu anterior janin melintas di bawah simfisis pubis maternal (atau bahu posterior tersangkut pada promontorium sakrum) setelah kepala lahir. Kompresi tali pusat di dalam jalan lahir yang tersumbat menyebabkan hipoksia fetal progresif dalam rentang waktu menit.

Epidemiologi: Terjadi pada 0.6 - 1.4% persalinan pervaginam sefalik di Indonesia. 50% kasus terjadi pada bayi dengan berat lahir normal tanpa faktor risiko yang teridentifikasi sebelumnya.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Turtle Sign: Penarikan kembali kepala janin yang baru lahir melekat rapat ke perineum.
  • Kegagalan kelahiran bahu dengan traksi aksial lembut ke bawah yang lazim pada persalinan normal.
  • Waktu dari kelahiran kepala hingga kelahiran tubuh melebihi 60 detik.
Sistem Penentuan Stadium Resmi:

Tingkat Kegagalan Impaksi Bahu & Protokol Manuver Bertingkat (2020)

StadiumDefinisi Klinis / Patologis / MolekulerImplikasi Manajemen
Lini 1 (Manuver Eksternal Dasar)Manuver McRoberts (hiperfleksi paha maternal ke dada) + Tekanan Suprapubik.Mengatasi > 50-60% distosia bahu dengan meratakan promontorium sakrum dan mengurangi diameter bisakromial.
Lini 2 (Manuver Rotasional Internal & Pengeluaran Lengan)Manuver Rubin II (rotasi anterior), Manuver Woods Screw, dan Pengeluaran Lengan Posterior.Mencapai angka keberhasilan kumulatif > 90% dengan mengubah diameter bahu ke diameter oblik panggul.
Lini 3 (Manuver Posisi & Terakhir)Posisi Merangkak (Gaskin all-fours), diikuti manuver Zavanelli atau simfisiotomi.Upaya penyelamatan hidup terakhir bila hipoksia mendekati 5 menit untuk mencegah kematian atau kerusakan neurologis permanen.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Diagnosis murni klinis intrapartum - Turtle Sign (+) - TIDAK BOLEH MENUNGGU investigasi tambahan apapun!
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Tidak diindikasikan saat fase akut kegawatdaruratan intrapartum
3. Laboratorium & Biomarker
  • Analisis gas darah tali pusat segera pascakelahiran tubuh janin
  • Foto Rontgen klavikula dan humerus neonatus pascastabilisasi

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Identifikasi Turtle Sign -> Nyatakan "DISTOSIA BAHU!" -> Catat Waktu (Start Timekeeper) -> Hentikan Ibu Mengedan!

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊DILARANG KERAS MELAKUKAN DORONGAN FUNDUS (FUNDAL PRESSURE)! Dorongan fundus meningkatkan risiko impaksi lebih erat, ruptur uteri maternal, dan cedera pleksus brakialis berat.
  • 💊DILARANG MELAKUKAN TRAKSI KEPALA BERLEBIHAN ATAU MEMUTAR LEHER (karena merobek radiks saraf C5-T1 Erb-Duchenne).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Protokol Mnemonic HELPERR Terstandar:
  • 🔪H - Help: Panggil bantuan dokter Sp.OG senior, anestesi, dan tim perinatologi/resusitasi neonatus.
  • 🔪E - Evaluate for Episiotomy: Buat episiotomi luas (mediolateral) hanya jika diperlukan untuk memberi ruang memasukkan tangan penolong ke vagina (bukan untuk membebaskan tulang).
  • 🔪L - Legs: Manuver McRoberts (dua asisten memfleksikan paha ibu secara maksimal ke dinding dada).
  • 🔪P - Pressure: Tekanan Suprapubik diarahkan posterolateral ke punggung janin untuk mengempiskan diameter bisakromial.
  • 🔪E - Enter maneuvers: Masukkan tangan ke liang vagina: Rubin II (tekan permukaan posterior bahu anterior) atau Woods screw.
  • 🔪R - Remove posterior arm: Telusuri humerus posterior ke fosa antekubiti, fleksikan lengan di siku, usapkan lengan menyilang dada janin keluar jalan lahir.
  • 🔪R - Roll the patient: Miringkan ibu ke posisi merangkak (Gaskin maneuver) yang memperluas diameter sagital panggul hingga 1-2 cm.
  • 🔪Manuver Terakhir (bila > 4-5 menit): Manuver Zavanelli (fleksikan kepala kembali ke posisi oksiput anterior, dorong kembali ke kavum uteri) dilanjutkan Seksio Sesarea Cito.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Evaluasi neonatus terhadap Erb palsy, fraktur klavikula/humerus, dan asfiksia. Evaluasi ibu terhadap perdarahan pascasalin (atonia/laserasi jalan lahir derajat 3-4).

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

RCOG (2020)Current / In Force
RCOG Green-top Guideline No. 29: The Management of Third- and Fourth-Degree Perineal Tears

Standar baku emas internasional diagnosis dan manajemen cedera sfingter ani obstetrik (OASIS): klasifikasi Sultan (3a, 3b, 3c, 4th degree), lingkungan kamar operasi terstandar, teknik aproksimasi Internal Anal Sphincter (IAS), teknik External Anal Sphincter (EAS) overlap vs end-to-end, profilaksis antibiotik, dan perawatan laksatif pascabedah.

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

INFANT TrialPMID: 28285812
Computerised Interpretation of Fetal Heart Rate during Labour (INFANT): A Randomised Controlled Trial

Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam luaran buruk neonatus antara kelompok CTG berbantuan komputer (0.7%) versus CTG konvensional (0.7%) (adjusted Risk Ratio 1.01, 95% CI 0.82 - 1.25). Tidak ada perbedaan dalam angka seksio sesarea darurat maupun intervensi instrumental pervaginam.

The Lancet (2017)Baca Full Text →