WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homesocial obsClinical Dossier
ICD-10: Z35.9Severity: criticalDivisi: social obs

Maternal Near Miss & Maternal Perinatal Audit (AMP-SR)

Maternal Near Miss & Audit Maternal Perinatal - Surveilans Respons (AMP-SR)

Konsep Maternal Near Miss (MNM) menurut kriteria disfungsi organ WHO dan metodologi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) Kemenkes RI untuk membongkar akar penyebab sistemik kematian ibu.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Model "Tiga Terlambat" (The Three Delays Model - Thaddeus & Maine): 1) Terlambat 1: Terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan di tingkat keluarga/komunitas (faktor sosioekonomi, literasi, otonomi perempuan). 2) Terlambat 2: Terlambat mencapai fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai (geografis kepulauan, transportasi ambulans darurat, infrastruktur jalan). 3) Terlambat 3: Terlambat menerima pertolongan medis adekuat di fasilitas kesehatan rujukan (ketersediaan darah transfusi, ketiadaan dokter spesialis jaga di tempat, keterlambatan operasi emergensi > 30 menit).

Epidemiologi: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih berkisar 189 per 100.000 kelahiran hidup (target RPJMN < 70 per 100.000); rasio Maternal Near Miss terhadap kematian ibu mencerminkan kualitas asuhan emergensi obstetri di rumah sakit rujukan.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Definisi WHO Maternal Near Miss (MNM): Seorang wanita yang hampir meninggal namun bertahan hidup dari komplikasi berat yang terjadi selama kehamilan, persalinan, atau dalam 42 hari setelah pengakhiran kehamilan.
  • Kriteria Disfungsi Organ WHO untuk MNM (Organ Dysfunction Criteria):
  • - Disfungsi Kardiovaskular: Syok refrakter, henti jantung (CPR), penggunaan infus vasopresor/inotropik kontinu, asidosis metabolik berat (pH < 7.1, laktat > 5 mmol/L).
  • - Disfungsi Respirasi: Sianosis akut, laju pernapasan > 40 atau < 6x/menit, intubasi dan ventilasi mekanis kontinu yang tidak terkait pembiusan rutin, PaO2/FiO2 < 200.
  • - Disfungsi Renal: Oliguria akut (produksi urin < 30 mL/jam selama 4 jam berturut-turut yang resisten cairan), kreatinin serum >= 3.5 mg/dL (>= 300 umol/L), kebutuhan dialisis akut.
  • - Disfungsi Koagulasi: Kegagalan pembekuan darah (clotting failure), trombosit < 50.000/uL, transfusi >= 5 unit PRC masif.
  • - Disfungsi Hepatik: Ikterus klinis dengan preeklampsia berat, bilirubin serum > 6 mg/dL (> 100 umol/L), SGOT/SGPT > 1000 IU/L.
  • - Disfungsi Neurologis: Koma berkepanjangan (GCS < 6), kejang eklamsia status konvulsivus, stroke kelumpuhan fokal flaksid.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Formulir Pelaporan Kematian Maternal & Perinatal (R-AMP) dalam waktu 1x24 jam pasca-kejadian
  • Pelacakan Otopsi Verbal (Maternal Verbal Autopsy / OVM) ke keluarga dan bidan desa dalam 7-14 hari
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Pemeriksaan rekam medis lengkap dan partograf elektronik / buku KIA untuk rekonstruksi kronologis penanganan
3. Laboratorium & Biomarker
  • Audit laboratorium ketersediaan darah PMI (waktu tunggu respon darah / blood crossmatch turnaround time)

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Identifikasi kasus MNM secara prospektif harian di ruang bersalin, ICU, dan kamar operasi RS PONEK.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Siklus Audit AMP-SR 5-Tahap:
  • 💊1. Identifikasi Kasus: Melaporkan semua kematian ibu dan kasus near miss melalui aplikasi MPDN (Maternal Perinatal Death Notification) Kemenkes RI.
  • 💊2. Pengumpulan Data: Rekonstruksi timeline kronologi klinis dari awal keluhan hingga hasil akhir tanpa mencari kesalahan individu (no-blame culture).
  • 💊3. Analisis Kausalitas Sistemik: Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis / Fishbone Diagram) memetakan 6 domain: Pasien, Staf Medis, Tim Kerja, Peralatan/Obat, Kebijakan RS, dan Sistem Rujukan.
  • 💊4. Perumusan Rekomendasi SMART: Rekomendasi Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound.
  • 💊5. Implementasi & Respons: Evaluasi berkala dampak rekomendasi pada penurunan morbiditas maternal.
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Audit Waktu Respon Operasi Cito: Memastikan interval "Decision-to-Delivery Time" (DDT) pada seksio sesarea emergensi kategori 1 (gawat janin berat, prolaps tali pusat, ruptur uteri) tercapai dalam waktu < 30 menit.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Rapat Panel Ahli AMP-SR Kabupaten/Kota minimal tiap kuartal dipimpin oleh dokter spesialis konsultan ObGyn independen.