WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegeneral gynClinical Dossier
ICD-10: O00.1Severity: criticalDivisi: general gyn

Ectopic Pregnancy & Tubal Ampullary Rupture

Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) & Ruptur Tuba Falopii

Implantasi blastokista di luar kavum endometrium (paling sering di ampula tuba falopii 75-80%), berisiko tinggi ruptur tuba dengan hemoperitoneum masif dan syok hipovolemik katastropik.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Kerusakan motilitas silia atau arsitektur lumen tuba akibat infeksi radang panggul sebelumnya (Salpingitis Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae), endometriosis tuba, riwayat bedah rekonstruksi tuba, atau riwayat kehamilan ektopik sebelumnya (meningkatkan rekurensi hingga 10-15%). Implantasi trofoblas menembus dinding tuba yang tipis memicu invasi vaskular dan ruptur dinding tuba.

Epidemiologi: Terjadi pada 1-2% seluruh kehamilan; merupakan penyebab mortalitas maternal trimester pertama nomor satu.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Trias Gejala Klasik: Amenorea, perdarahan pervaginam abnormal (biasanya bercak kecoklatan), dan nyeri perut/panggul unilateral akut.
  • Konsep Discriminatory Zone Kadar Serum Quantitative beta-hCG:
  • - Ambang batas diskriminatif USG Transvaginal: Kadar beta-hCG 1500 - 3500 mIU/mL.
  • - JIKA KADAR BETA-HCG DI ATAS ZONA DISKRIMINATIF (>= 2000-3500 mIU/mL) DAN TIDAK DITEMUKAN KANTONG GESTASI INTRAUTERIN (IUP) PADA USG TRANSVAGINAL, MAKA KEHAMILAN EKTOPIK HARUS DICURIGAI KUAT HINGGA TERBUKTI SEBALIKNYA.
  • Tanda Ultrasonografi Kunci Ektopik:
  • 1. Tubal Ring Sign: Massa kistik adneksa berdiameter 1-3 cm dengan cincin hiperekoik tebal mengelilingi kantong gestasi ektopik (pada 95% ektopik utuh).
  • 2. Fetal Pole dengan Aktivitas Jantung di Luar Kavum Uteri (Temuan definitif 100% spesifik).
  • 3. Cairan Bebas Ekoik di Cavum Douglasi dan Fossa Morison (menandakan hemoperitoneum masif akibat ruptur tuba).
  • 4. Pseudogestational Sac: Pengumpulan cairan intrakaviter desidua di tengah kavum uteri (tanpa double decidual sac sign).

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • USG Transvaginal ginekologi darurat
  • Kadar serial serum kuantitatif beta-hCG (pada kehamilan intrauterin normal, kadar beta-hCG meningkat minimal 35-50% dalam 48 jam; kegagalan peningkatan normal mendukung ektopik atau abortus spontan)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Pemeriksaan FAST (Focused Assessment with Sonography for Trauma) intraabdominal mengevaluasi hemoperitoneum di hepatorenal pouch
3. Laboratorium & Biomarker
  • Darah lengkap dan kadar Hemoglobin serial
  • Golongan darah dan Rhesus (pemberian Anti-D profilaksis pada ibu Rh-negatif)
  • Profil faal ginjal dan hepar pra-terapi Methotrexate

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Penentuan Triase Segera: Hemodinamik Stabil vs Tidak Stabil (Gawat Darurat Bedah).

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Terapi Medis METHOTREXATE (MTX) Protokol Dosis Tunggal (Single-Dose Protocol 50 mg/m2 Luas Permukaan Tubuh / BSA intramuskular):
  • 💊Kriteria Seleksi Ketat untuk Terapi MTX (Tingkat Keberhasilan >90%):
  • 💊- Pasien hemodinamik stabil tanpa tanda ruptur peritoneal.
  • 💊- Kadar beta-hCG serum awal < 5000 mIU/mL (angka kegagalan meningkat tajam jika > 5000 mIU/mL).
  • 💊- Tidak ada aktivitas denyut jantung janin ektopik pada USG.
  • 💊- Ukuran massa ektopik < 3.5 - 4 cm.
  • 💊- Pasien kooperatif bersedia kontrol pemantauan ketat.
  • 💊Protokol Pemantauan MTX: Periksa kadar beta-hCG pada Hari ke-4 dan Hari ke-7 pasca-injeksi. KADAR BETA-HCG HARUS TURUN MINIMAL 15% DARI HARI KE-4 KE HARI KE-7. Jika penurunan < 15%, berikan dosis kedua MTX atau rencanakan pembedahan.
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Laparoskopi Salpingektomi Total (Salpingectomy): Pilihan standar baku emas pembedahan pada kehamilan ektopik dengan ruptur, massa tuba besar, atau tuba kontralateral sehat.
  • 🔪Laparoskopi Salpingostomi Linier (Salpingostomy): Insisi antimesenterik 1-2 cm pada segmen tuba untuk mengevakuasi massa ektopik dengan preservasi tuba; dipertimbangkan jika tuba kontralateral rusak atau telah diangkat sebelumnya (memerlukan surveilans beta-hCG mingguan pascabedah untuk menyingkirkan persistent trophoblast tissue).
  • 🔪Laparotomi Eksplorasi Cito: Dilakukan segera jika pasien dalam syok hemoragik berat dekompensasi atau fasilitas laparoskopi darurat tidak tersedia.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Pemantauan serial beta-hCG hingga < 5 mIU/mL. Pasien pasca-MTX diinstruksikan menghindari suplementasi asam folat, konsumsi alkohol, dan hubungan seksual selama terapi aktif.