ICD-10: N93.9Severity: moderateDivisi: general gyn
Abnormal Uterine Bleeding (AUB) & FIGO PALM-COEIN Classification
Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) & Klasifikasi FIGO PALM-COEIN
Sistem klasifikasi universal FIGO 2018 untuk etiologi perdarahan uterus abnormal pada wanita usia reproduksi tidak hamil, membedakan penyebab struktural (PALM) dari non-struktural (COEIN).
Etiologi & Patogenesis Molekuler
Klasifikasi Akronim FIGO PALM-COEIN:
Epidemiologi: Mempengaruhi 1 dari 3 wanita sepanjang hidupnya; merupakan alasan paling umum rujukan ginekologi rawat jalan dan penyebab utama anemia defisiensi besi pada wanita usia subur.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
- ✓Penyebab Struktural (Dapat divisualisasi pada pencitraan / histopatologi - PALM):
- ✓- P: Polyp (Polip endometrium atau endoserviks).
- ✓- A: Adenomyosis (Invasi heterotopik stroma/kelenjar endometrium ke miometrium).
- ✓- L: Leiomyoma (Mioma uteri, diklasifikasikan menjadi Submukosa Lsm vs Lainnya Lo).
- ✓- M: Malignancy & Hyperplasia (Hiperplasia atipik EIN dan karsinoma endometrium/serviks).
- ✓Penyebab Non-Struktural (Tidak memiliki kelainan visual arsitektural - COEIN):
- ✓- C: Coagulopathy (Penyakit von Willebrand pada 10-20% remaja dengan PUA berat, defisiensi trombosit, hemofilia).
- ✓- O: Ovulatory dysfunction (Anovulasi, sindrom ovarium polikistik, hipotiroidisme, hiperprolaktinemia).
- ✓- E: Endometrial (Disfungsi primer vasokonstriksi lokal prostaglandin endometrium).
- ✓- I: Iatrogenic (Penggunaan antikoagulan, IUD tembaga, efek samping progestin).
- ✓- N: Not otherwise classified (Malformasi arteri-vena / AVM, endometritis kronis).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
1. First-Line Investigations
- •USG Ginekologi Transvaginal (TVS) mengukur ketebalan endometrium dan mengevaluasi junctional zone
- •Saline Infusion Sonohysterography (SIS) / Hidrosonografi membedakan polip vs mioma submukosa
- •Darah lengkap dan ferritin serum (menilai derajat anemia besi)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
- •Histeroskopi Diagnostik dengan biopsi endometrium terarah (baku emas evaluasi kavum uteri)
3. Laboratorium & Biomarker
- •Uji kehamilan beta-hCG (menyingkirkan komplikasi kehamilan)
- •Panel skrining koagulasi (vWF antigen, ristocetin cofactor) pada remaja
- •TSH dan Prolaktin serum
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Triase & Stabilisasi Awal:
Stabilisasi hemodinamik jika datang dalam kondisi PUA Akut Masif (perdarahan membanjiri pembalut > 1 pembalut/jam selama 2 jam berturut-turut).
Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
- 💊Tatalaksana PUA Akut Masif:
- 💊1. Asam Traneksamat: 1 gram IV tiap 8 jam atau 1 gram oral tiap 6-8 jam (menurunkan fibrinolisis).
- 💊2. Estrogen Konyugasi Ekstrak Intravena (Premarin): 25 mg IV tiap 4-6 jam hingga perdarahan berhenti (memicu vasospasme kapiler cepat dan re-epitelisasi endometrium).
- 💊3. Progestin Oral Dosis Tinggi: Noretisteron asetat 5 mg oral tiap 8 jam selama 3-5 hari, kemudian diturunkan bertahap (tapering).
- 💊Tatalaksana PUA Kronik Jangka Panjang:
- 💊- Intrauterine Device Levonorgestrel (LNG-IUD 52 mg): Terapi lini pertama paling efektif (menurunkan volume darah haid hingga 90%, mengungguli terapi obat oral).
- 💊- Kontrasepsi Oral Kombinasi (KOK) siklik atau kontinu.
- 💊- Progestin oral siklik (Dydrogesterone 10-20 mg/hari atau Medroksiprogesteron asetat).
Intervensi Bedah & Prosedural:
- 🔪Kuretase Hemostatik Diagnostik: Opsi darurat pada perdarahan hebat tak terkontrol atau pada wanita > 45 tahun untuk biopsi eksklusi keganasan.
- 🔪Polipektomi / Miomektomi Histeroskopi: Baku emas reseksi polip dan mioma submukosa FIGO Tipe 0, 1, dan 2.
- 🔪Ablasi Endometrium (Endometrial Ablation): Pilihan minimal invasif pada wanita yang tidak menginginkan fertilitas lagi tanpa patologi struktural ganas.
- 🔪Histerektomi Total (TLH / TAH): Solusi kuratif definitif bila terapi medis gagal atau terdapat kontraindikasi terhadap terapi hormon.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):
Pemberian terapi suplementasi besi (Besi Sukrosa IV atau Besi Fumarat/Sulfat oral) hingga feritin serum > 30-50 ng/mL.