Diagnostic and Operative Hysteroscopy: Myomectomy & Polypectomy
Histeroskopi Diagnostik dan Operatif: Reseksi Polip & Mioma Submukosa
Advanced Hysteroscopy Surgery: Submucous Myomectomy & Polypectomy
World Laparoscopy Hospital / Dr. R.K. Mishra • Terverifikasi Akademik (14:45)
- ✓Perdarahan uterus abnormal (AUB) akibat polip endometrium (AUB-P) atau mioma submukosa (AUB-M Tipe 0, 1, 2)
- ✓Evaluasi kavum uteri pada infertilitas dan kegagalan implantasi berulang (recurrent implantation failure / RIF)
- ✓Sinekia intrauterin (Sindrom Asherman)
- ✓Septum uteri kongenital (Müllerian anomaly klasifikasi ESHRE/ASRM)
- ✗Kehamilan intrauterin aktif
- ✗Infeksi panggul aktif (PID / endometritis akut)
- ✗Kanker serviks invasif atau kanker endometrium lanjut
- ✗Perforasi uterus yang baru terjadi
- •Kanalis endoservikalis dan orifisium uteri internum (OUI)
- •Kavum uteri dan fundus uteri
- •Ostium tuba uterina bilateral (ostium tubae uterinae dextra & sinistra)
- •Zona transisi endometrium-miometrium
- -Histeroskop diagnostik 2.9 mm / 4 mm dengan selubung kontinu (continuous-flow sheath)
- -Resektoskop bipolar 26 Fr dengan loop kawat dan bola koagulasi (rollerball)
- -Media distensi salin normal 0.9% (bipolar) atau glisin 1.5% / sorbitol (monopolar)
- -Sistem pompa distensi histeroskopi otomatik (misal Hysteromat) menjaga tekanan intrauterin 70-100 mmHg
Langkah demi Langkah Teknik Operasi
Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.
Teknik Masuk Vaginoscopic (No-Touch Technique)
Histeroskop dimasukkan langsung ke introitus vagina tanpa spekulum atau tenakulum. Distensi cairan meregangkan dinding vagina, forniks, dan memaparkan orifisium uteri eksternum.
- •Orifisium uteri eksternum
- •Lipatan kolumna rugarum vagina
- ⚠Menyentuh dinding lateral serviks secara kasar memicu nyeri dan vasovagal syncope pada pasien sadar.
Navigasi Kanalis Endoservikalis Menuju Kavum Uteri
Histeroskop diarahkan melintasi kanalis servikalis dengan visualisasi langsung orifisium uteri internum (OUI). Tekanan cairan dipertahankan tepat di atas Mean Arterial Pressure (80-90 mmHg) untuk membuka kavum tanpa intravasasi.
- •Orifisium uteri internum
- •Kelenjar endoserviks
- ⚠Membuat false route (jalan sesat) di stroma serviks anterior jika mendorong saat lapang pandang buram.
Inspeksi Panoramik 360 Derajat & Identifikasi Ostium Tuba
Lakukan survei terstruktur: fundus uteri, dinding anterior, dinding posterior, dinding lateral kiri dan kanan, serta kedua ostium tuba uterina bilateral. Evaluasi ketebalan endometrium dan karakteristik vaskularisasi.
- •Ostium tuba uterina kanan dan kiri
- •Fundus uteri
- ⚠Ketidakmampuan melihat ostium tuba dapat disebabkan sinekia intrauterin, polip besar menutupi kornea, atau perforasi rahim.
Reseksi Loop Bipolar Polip atau Mioma Submukosa (Step-by-Step Shaving)
Loop elektrokauter bipolar diaktifkan hanya pada gerakan menarik mundur (pull stroke toward the operator). Jaringan mioma atau polip dipotong tipis lapis demi lapis (shaving technique) dari puncak tumor menuju basis perlekatannya di miometrium.
- •Basis pseudokapsul mioma
- •Batas lapisan miometrium normal
- ⚠Memotong miometrium terlalu dalam di area fundus atau kornu dapat menembus serosa (perforasi uterus), melukai vasa uterina atau usus.
Pemantauan Neraca Defisit Cairan Ketat (Fluid Deficit Monitoring)
Asisten sirkuler menghitung defisit cairan (selisih cairan infus masuk dikurangi cairan tampung keluar) setiap 10 menit. Prosedur wajib dihentikan bila defisit cairan salin normal mencapai 2.500 mL (atau 1.000 mL untuk glisin hypotonic) untuk mencegah edema paru dan fluid overload.
- •Skala penampung defisit cairan (automated fluid monitoring unit)
- ⚠Fluid overload sindrom TURP (hiponatremia ensefalopati dan kejang) jika menggunakan media nonelektrolit, atau edema paru kardiogenik dengan salin normal.
- ✓Pemantauan tanda vital dan perdarahan bercak selama 2-4 jam pascatindakan
- ✓Pasien dapat dipulangkan pada hari yang sama (day-care surgery)
- ✓Analgesia oral dengan asam mefenamat atau ibuprofen
- ✓Instruksikan pasien pantang hubungan seksual dan penggunaan tampon selama 7-10 hari
- ⚠Perforasi uterus intraoperatif (0.5 - 1.5%)
- ⚠Sindrom kelebihan beban cairan (fluid overload) dan hiponatremia
- ⚠Perdarahan pascabedah dari arteri arkuata miometrium
- ⚠Infeksi pasca-histeroskopi (endometritis)
- •AAGL Practice Report: Practice Guidelines for the Management of Hysteroscopic Distention Media: Defisit batas aman maksimal untuk media isotonik (Normal Saline) pada wanita sehat adalah 2.500 mL; pada komorbid kardiopulmonal dibatasi 1.500 mL.
- •RCOG Green-top Guideline No. 59: Best Practice in Outpatient Hysteroscopy: Pendekatan vaginoscopic no-touch terbukti mengurangi nyeri secara signifikan dan meningkatkan toleransi pasien.