WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeCasesCASE-REI-2024-05
CASE-REI-2024-05Synthetic Educational CaseComprehensive Board ExamDivisi: rei

Critical Early Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) with Severe Hemoconcentration Following IVF

Sumber Sitasi Kasus: ESHRE Guideline on Ovarian Stimulation & Reproductive Endocrinology Fellowship Curriculum Vignette
Usia:27 tahun
Gravida-Para:G0P0A0
Usia Kehamilan:Ginekologis
Keluhan Utama:Perut membesar tegang seperti hamil tua, sesak napas saat berbaring, dan kencing sangat sedikit 4 hari pasca-pick up sel telur IVF

Riwayat Penyakit Sekarang (Anamnesis)

Pasien wanita 27 tahun dengan PCOS menjalani program bayi tabung (IVF) siklus stimulasi ovarium dengan rekombinan FSH. Empat hari lalu dilakukan ovum pick-up (OPU) dengan hasil panen 32 oosit setelah pemicuan ovulasi dengan hCG 10.000 IU. Sejak 24 jam terakhir, perut membuncit tegang dengan cepat, mual muntah hebat, berat badan naik 4.5 kg dalam 3 hari, sesak napas bertambah berat saat berbaring telentang, dan produksi urin berkurang drastis.

Tanda Vital & Pemeriksaan Fisik

Tekanan Darah92/58 mmHg
Denyut Nadi108 kali/menit, reguler
Laju Napas24 kali/menit, dangkal

Temuan Fisik: Pasien tampak lemah, dispnea, duduk condong ke depan. Abdomen sangat distensi, tegang, pekak beralih (shifting dullness positif kuat), undulasi cairan positif (asites masif). Paru: suara napas meredup di hemitoraks kanan bawah disertai pekak perkusi (efusi pleura dekstra). Edema vulva bilateral dan edema pitting pretibial +2/+2.

Pemeriksaan Pelvis: Inspekulo ditunda karena nyeri panggul. Palpasi abdomen suprapubik: kedua ovarium teraba sangat membesar melebihi umbilikus bilateral, kenyal kistik dan nyeri tekan difus.

Hasil Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

Laboratorium Patologi Klinik:
PemeriksaanHasilRujukan
Hematokrit (Hct)51.4%36 - 44% (Hemokonsentrasi Kritis > 48%)
Leukosit Darah18.900 / uL4.000 - 10.000 / uL (Leukositosis reaktif hemokonsentrasi)
Natrium Serum129 mEq/L135 - 145 mEq/L (Hiponatremia dilusional)
Kalium Serum5.2 mEq/L3.5 - 5.0 mEq/L
Kreatinin Serum1.45 mg/dL0.5 - 0.9 mg/dL (Gagal ginjal akut prerenal)
Albumin Serum2.4 g/dL3.5 - 5.0 g/dL (Hipoalbuminemia akibat kebocoran kapiler)
D-Dimer3.800 ng/mL< 500 ng/mL (Status hiperkoagulabel tinggi)
Ultrasonografi (Bedside Ultrasound):

USG Panggul & Abdomen: Kedua ovarium membesar masif berukuran masing-masing 12.5 x 9.8 cm dan 11.2 x 8.6 cm dengan puluhan korpus luteum multilokuler ("spoke-wheel appearance"). Asites masif memenuhi kavum Douglas, fosa Morrison hepar, dan perisplenik. USG toraks: Efusi pleura kanan setinggi sela iga 6.

Interactive Clinical Decision Simulator

Posko Pengambilan Keputusan Klinis

Posko #1: Initial Emergency Assessment

Pasien berada di HCU/ICU ginekologi. Tekanan darah 92/58 mmHg, hematokrit 51.4%, oliguria (produksi urin kateter 15 mL/jam), asites masif, hipoalbuminemia 2.4 g/dL.

Strategi resusitasi cairan intravaskular dan pencegahan tromboemboli manakah yang tepat untuk mengatasi hemokonsentrasi kritis ini?

1A

Berikan infus Human Albumin 20-25% (50-100 mL IV) bersama kristaloid isotonik terkontrol, serta mulai LMWH profilaksis (Enoxaparin 40 mg SC) segera.

1B

Berikan Furosemid 40 mg IV bolus cepat untuk memicu produksi urin dan mengurangi asites perut.

1C

Batasi cairan total menjadi < 500 mL/24 jam tanpa pemberian koloid albumin.

Posko #2: Therapeutic Decision

Setelah 12 jam resusitasi albumin, hematokrit turun menjadi 44%, diuresis membaik 40 mL/jam. Namun, pasien mengeluhkan rasa begah di dada dan sesak napas berat karena tekanan diafragma dari asites masif (intraabdominal pressure 22 mmHg / sindrom kompartemen abdomen).

Apakah tindakan intervensi terapeutik bedside yang terbukti paling aman dan efektif untuk meredakan distres pernapasan pasien ini?

2A

Parasentesis terapeutik abdomen transvaginal atau transabdominal di bawah panduan USG bedside untuk mendekompresi rongga peritoneum secara bertahap (1.500 - 3.000 mL).

2B

Lakukan laparotomi darurat untuk menginsisi kapsul ovarium yang bengkak.

Clinical Debrief

Hasil Akhir Klinis & Evaluasi (Outcome)

Parasentesis transvaginal berpandu USG mengeluarkan 2.400 mL cairan asites serosa kekuningan. Pasien langsung merasa lega, sesak napas mereda, dan produksi urin meningkat menjadi 90 mL/jam. Embrio yang telah terbentuk di laboratorium dibekukan seluruhnya (Freeze-All Strategy). Pasien pulih penuh dalam 10 hari pasca-OPU dengan resolusi asites dan hematokrit normal 38%. Dua bulan kemudian, pasien menjalani frozen embryo transfer (FET) siklus alami terkontrol dan sukses hamil tunggal intrauterin.

Poin Pembelajaran Kunci (Take-Home Pearls)

  • Pencegahan OHSS adalah prioritas: gunakan agonis GnRH sebagai pemicu ovulasi (trigger) pengganti hCG pada pasien risiko tinggi PCOS dengan oosit panen > 20.
  • Terapkan "Freeze-All strategy" bila dicurigai OHSS, karena kehamilan klinis akan memproduksi hCG endogen yang memperpanjang dan memperburuk derajat keparahan OHSS hingga berminggu-minggu.
  • Hematokrit > 48% adalah tanda bahaya hemokonsentrasi kritis; ekspansi cairan harus menggunakan koloid Human Albumin.
  • Diuretik dikontraindikasikan pada fase deplesi intravaskular OHSS karena meningkatkan risiko trombosis serebral dan perifer.
Sitasi Pedoman Resmi:
  • ESHRE Guideline on Ovarian Stimulation for IVF/ICSI (2020)
  • ASRM Practice Committee: Prevention and treatment of moderate and severe ovarian hyperstimulation syndrome: a guideline (Fertil Steril 2016)
  • Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) Green-top Guideline No. 5: The Management of Ovarian Hyperstimulation Syndrome