Diminished Ovarian Reserve (DOR) & Premature Ovarian Insufficiency (POI)
Penurunan Cadangan Ovarium & Insufisiensi Ovarium Prematur
Penurunan kuantitas dan kualitas oosit sebelum waktunya, diklasifikasikan menurut kriteria ESHRE POI (amenorea + FSH > 25 IU/L pada usia < 40 tahun) dan Stratifikasi Poseidon untuk poor ovarian responders pada fertilisasi in vitro (IVF).
Atresia folikel dipercepat atau deplesi cadangan folikel primordial ovarium kongenital. Etiologi meliputi: Genetik (premutasi FMR1 Fragile-X, kelainan kromosom X seperti 45,X mosaik Turner), Autoimun (oophoritis autoimun, insufisiensi adrenal Addison, tiroiditis Hashimoto), Iatrogenik (kemoterapi zat alkilasi siklofosfamid, radioterapi panggul, kistektomi bilateral berulang), dan idiopatik (>70%).
- ✓Kriteria ESHRE Premature Ovarian Insufficiency (POI):
- ✓1. Oligomenorea atau amenorea selama minimal 4 bulan pada wanita berusia < 40 tahun.
- ✓2. Peningkatan kadar Follicle-Stimulating Hormone (FSH) serum > 25 IU/L pada dua kali pemeriksaan terpisah dengan interval minimal 4 minggu.
- ✓Biomarker Cadangan Ovarium (Ovarian Reserve Testing):
- ✓- Anti-Müllerian Hormone (AMH) serum: Diproduksi oleh sel granulosa folikel preantral dan antral kecil. Nilai < 1.1 ng/mL (< 7.8 pmol/L) mengindikasikan penurunan cadangan ovarium nyata (low ovarian reserve). AMH stabil sepanjang siklus haid.
- ✓- Antral Follicle Count (AFC) pada USG TVS: Total jumlah folikel diameter 2-9 mm pada kedua ovarium saat fase folikular awal < 5-7 folikel.
- ✓Kriteria Kelompok POSEIDON (Patient-Oriented Strategies Encompassing IndividualizeD Oocyte Number):
- ✓- Group 1: Usia < 35 tahun, cadangan ovarium normal (AFC >= 5, AMH >= 1.2), respons oosit rendah tak terduga (suboptimal < 10 oosit).
- ✓- Group 2: Usia >= 35 tahun, cadangan ovarium normal, respons oosit suboptimal tak terduga.
- ✓- Group 3: Usia < 35 tahun, cadangan ovarium buruk yang diperkirakan (AFC < 5, AMH < 1.2).
- ✓- Group 4: Usia >= 35 tahun, cadangan ovarium buruk yang diperkirakan (prognosis paling menantang).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •Pemeriksaan serum AMH kuantitatif
- •USG Transvaginal hari ke-2/3 siklus untuk menghitung AFC bilateral
- •FSH, LH, dan Estradiol (E2) serum puasa
- •Dual-energy X-ray Absorptiometry (DXA scan) tulang: Menilai osteopenia/osteoporosis panggul dan lumbal akibat defisiensi estrogen dini
- •Analisis Kariotipe sitogenetika (menyingkirkan mosaik Turner)
- •Pengujian molekuler gen FMR1 trinucleotide repeat (premutasi Fragile X)
- •Skrining antibodi 21-hidroksilase (adrenal cortex antibodies / ACA) menyingkirkan penyakit Addison
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Dua pilar tatalaksana simultan: Terapi Pengganti Hormon (HRT) untuk proteksi kardiovaskular dan tulang vs Konseling Fertilitas dan Opsi Bayi Tabung.
- 💊Terapi Pengganti Hormon (Hormone Replacement Therapy / HRT): WAJIB DIBERIKAN SEGERA HINGGA MENCAPAI USIA MENOPAUSE ALAMI (~51 TAHUN) untuk mencegah kematian dini akibat infark miokard dan osteoporosis dini.
- 💊Regimen HRT Fisiologis: 17-beta Estradiol transdermal (patch 100 mcg/hari atau gel) untuk menghindari efek hepatic first-pass metabolisme, dikombinasikan dengan Progesteron Mikronisasi oral 200 mg/hari selama 12-14 hari siklik tiap bulan (pada wanita dengan uterus utuh).
- 💊Suplementasi Kalsium 1000-1200 mg/hari dan Vitamin D3 800-1000 IU/hari.
- 🔪Preservasi Fertilitas Elektif (Oocyte / Embryo Vitrification): Sangat dianjurkan dilakukan sedini mungkin sebelum cadangan ovarium habis total.
- 🔪Protokol IVF Khusus Pasien Poseidon 3 & 4: Dual Stimulation in the Same Cycle (DuoStim: stimulasi fase folikular dilanjutkan stimulasi fase luteal segera setelah ovum pick-up pertama) untuk memaksimalkan perolehan oosit dalam jendela waktu yang sempit.
- 🔪Donasi Oosit (Donor Oocyte IVF): Pilihan dengan angka keberhasilan kehamilan tertinggi (>50% live birth rate per transfer) pada POI tahap lanjut di mana oosit autologus tidak lagi dapat diperoleh.
Pemeriksaan densitas mineral tulang (DXA scan) tiap 2-3 tahun dan skrining fungsi tiroid serta glukosa darah berkala tiap tahun.
Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)
International Evidence-based Guideline for Assessment and Management of PCOS 2023
Konsensus global multidisiplin penegakan diagnosis PCOS (Kriteria Rotterdam), peran serum Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebagai alternatif USG, dan penempatan Letrozole sebagai agen induksi ovulasi lini pertama mutlak.
Sumber Resmi