Deep Infiltrating Endometriosis (DIE) & Adenomyosis
Endometriosis Infiltrasi Dalam & Adenomiosis
Penyakit inflamasi kronis estrogen-dependen di mana stroma dan kelenjar endometrium berimplantasi menembus peritoneum > 5 mm, menginfiltrasi septum rektovaginal, ligamentum uterosakralis, usus, dan ureter.
Teori Menstruasi Retrograd (Sampson) berinteraksi dengan disfungsi imunologik lokal, resistensi progesteron (penurunan isoform PR-B), overekspresi aromatase lokal, dan neuroangiogenesis yang diperantarai nerve growth factor (NGF). Adenomiosis berkembang akibat invasi langsung kelenjar stratum basale endometrium ke dalam miometrium melalui perlukaan junctional zone.
- ✓Trias Gejala Klasik: Dismenorea sekunder progresif berat, dispareunia dalam (deep dyspareunia), diskezia siklik (nyeri defekasi saat haid), dan/atau disuria siklik.
- ✓Pemeriksaan Bimanual Rektovaginal: Nodul teraba nyeri pada forniks posterior dan ligamentum uterosakralis, serta fiksasi uterus retrofleksi kaku (frozen pelvis).
- ✓Klasifikasi #Enzian 2021 (Integrasi Visual-USG-MRI-Bedah): Kompartemen A (vagina/septum rektovaginal), Kompartemen B (ligamentum uterosakralis/dinding pelvis lateral), Kompartemen C (rektum/sigmoid), Kompartemen F (ekstragenital: ureter, kandung kemih), dan Kompartemen T (tuba falopii/tubo-ovarial).
- ✓Kriteria USG TVS Terarah IDEA (International Deep Endometriosis Analysis): Tanda "sliding sign" negatif (obliterasi cavum Douglasi) dan visualisasi nodul hipoekoik ireguler pada dinding rektosigmoid atau kandung kemih.
Atlas Anatomi Endometriosis Infiltrasi Dalam (DIE) & Klasifikasi #Enzian
Minimally Invasive Gyn Surgery & Endometriosis Mapping Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Diseksi anatomi pelvis memperlihatkan nodul endometriosis infiltrasi dalam pada kavum Douglasi terobliterasi (frozen pelvis).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •USG Transvaginal resolusi tinggi dengan teknik dynamic sliding sign oleh sonografer terlatih
- •Kadar CA-125 serum (penanda inflamasi/peritoneal; nilai > 35 U/mL mendukung kecurigaan namun tidak spesifik)
- •MRI Panggul 1.5/3.0 Tesla dengan gel opasifikasi vagina dan rektum (standar baku emas non-invasif memetakan kedalaman invasi mukosa kolon dan keterlibatan ureter)
- •Urinalisis dan kreatinin serum (evaluasi hidronefrosis bisu / silent ureteric obstruction akibat endometriosis ureter)
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Diferensiasi tujuan penatalaksanaan: Manajemen nyeri vs Optimasi fertilitas pasutri.
- 💊Terapi Nyeri Lini Pertama: DIENOGEST oral 2 mg/hari kontinu (progestin sintetis generasi keempat yang menekan sekresi sitokin pro-inflamasi dan menginduksi desidualisasi/atrofi lesi endometriosis).
- 💊Antagonis GnRH Oral (Relugolix atau Elagolix) atau Agonis GnRH Depot (Leuprolide acetate 3.75 mg IM bulanan) dengan "Add-back Therapy" (Noretisteron asetat 5 mg atau estrogen dosis rendah) untuk mencegah demineralisasi tulang osteoporosis dan gejala vasomotor hipoestrogenik.
- 💊KONTRAINDIKASI MEDIS: Terapi hormonal TIDAK BERMANFAAT untuk meningkatkan angka kehamilan spontan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan (fertility seeking).
- 🔪Laparoskopi Eksisi Radikal Nerve-Sparing (Nerve-Sparing Excision of DIE): Mengangkat seluruh jaringan fibrosis endometriosis hingga margin sehat dengan preservasi pleksus hipogastrikus inferior saraf otonom panggul (mencegah disfungsi miksi dan atonia kandung kemih pascabedah).
- 🔪Pendekatan Endometriosis Usus Rektosigmoid: Sesuai kedalaman invasi: 1) Shaving (mengikis nodul serosa tanpa membuka lumen); 2) Disc Excision (reseksi baji dinding anterior usus dengan stapler sirkuler); 3) Segmental Resection (reseksi kolon dan anastomosis end-to-end pada nodul > 3 cm atau multipel).
- 🔪Kistektomi Ovarium (Endometrioma): Pengupasan kapsul kista secara tumpul dengan traksi-kontratraksi hati-hati, membatasi kauterisasi hemostasis bipolar untuk menjaga cadangan folikel ovarium (ovarian reserve) dan kadar AMH.
Evaluasi nyeri berkala tiap 3-6 bulan. Pada pasien infertil, rujuk segera ke program Teknologi Reproduksi Berbantu (IVF / Bayi Tabung) bila hamil spontan tidak tercapai dalam 6-12 bulan pascabedah.