WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homematernal fetalClinical Dossier
ICD-10: O24.4Severity: highDivisi: maternal fetal

Gestational Diabetes Mellitus (GDM)

Diabetes Melitus Gestasional (DMG)

Gangguan toleransi glukosa yang pertama kali teridentifikasi pada masa kehamilan, meningkatkan risiko makrosomia, preeklampsia, trauma persalinan, dan komplikasi metabolik neonatal.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Lonjakan hormon anti-insulin plasenta (hPL, progesteron, kortisol, prolaktin) memicu resistensi insulin maternal yang gagal dikompensasi oleh sel beta pankreas. Hiperglikemia maternal memicu hiperinsulinemia fetal via GLUT-1, menyebabkan makrosomia dan hambatan pematangan surfaktan paru.

Epidemiologi: Prevalensi DMG di Indonesia berkisar antara 5.8 - 11.2% kehamilan, dengan kecenderungan meningkat seiring peningkatan obesitas dan usia maternal saat hamil.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Skrining universal pada usia kehamilan 24-28 minggu dengan 75g Oral Glucose Tolerance Test (OGTT).
  • Nilai Diagnostik 75g OGTT (minimal 1 nilai abnormal):
  • - Glukosa Plasma Puasa: >= 92 mg/dL (5.1 mmol/L)
  • - Glukosa 1-Jam: >= 180 mg/dL (10.0 mmol/L)
  • - Glukosa 2-Jam: >= 153 mg/dL (8.5 mmol/L)
  • Target Kendali Glikemik Selama Kehamilan:
  • - Glukosa Darah Puasa (GDP): < 95 mg/dL (5.3 mmol/L)
  • - 1-Jam Pascapranda: < 140 mg/dL (7.8 mmol/L)
  • - 2-Jam Pascapranda: < 120 mg/dL (6.7 mmol/L)
Sistem Penentuan Stadium Resmi:

Kriteria Diagnostik Konsensus IADPSG / FIGO (2015)

StadiumDefinisi Klinis / Patologis / MolekulerImplikasi Manajemen
Diabetes Melitus Gestasional (DMG)Satu atau lebih nilai plasma glukosa 75g OGTT abnormal: Puasa >= 92 mg/dL; 1-Jam >= 180 mg/dL; 2-Jam >= 153 mg/dL.Memerlukan Terapi Nutrisi Medis (MNT) segera, pemantauan glukosa darah mandiri (BGM), dan inisiasi insulin jika target glikemik gagal dicapai dalam 1-2 minggu.
Overt Pre-gestational Diabetes in PregnancyGlukosa Darah Puasa >= 126 mg/dL, HbA1c >= 6.5%, atau Glukosa Sewaktu >= 200 mg/dL pada trimester pertama.Mengindikasikan diabetes tipe 2 yang sudah ada sebelum hamil; risiko malformasi kongenital tinggi; wajib skrining organogenesis dini dan ekokardiografi fetal.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • 75g Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) pada 24-28 minggu
  • Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (BGM) 4 kali sehari (puasa dan 1 jam post-makan)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • USG Fetomaternal serial setiap 4 minggu dari usia 28 minggu menilai Taksiran Berat Janin (EFW), lingkar perut janin (AC > persentil 90 menandakan hiperinsulinemia fetal), dan volume cairan ketuban (polihidramnion)
3. Laboratorium & Biomarker
  • HbA1c basal
  • Urinalisis rutin mendeteksi glukosuria dan proteinuria penyerta
  • Fungsi ginjal (kreatinin serum) dan profil lipid

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Penegakan Diagnosis -> Konseling Edukasi Nutrisi Medis (MNT) & Aktivitas Fisik Ringan 30 Menit/Hari.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Terapi Nutrisi Medis (MNT): Pembatasan karbohidrat kompleks 35-45% dari total kalori harian, dibagi dalam 3 porsi makan utama dan 3 selingan sehat.
  • 💊Indikasi Terapi Farmakologis: Bila dalam 1-2 minggu MNT target glikemik (GDP <95 atau 1-jam <140) tidak tercapai pada >= 20-30% pemeriksaan.
  • 💊Insulin Rejimen Baku Emas: Dosis awal 0.7 - 1.0 Unit/kgBB/hari dibagi menjadi insulin basal kerja panjang (NPH / Glargine) dan insulin prandial kerja cepat (Aspart / Lispro) sebelum makan.
  • 💊Metformin: Dosis 500 mg hingga maksimal 2000 mg/hari; hanya diberikan jika pasien menolak suntikan insulin dan telah memahami bahwa metformin melintasi plasenta.
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Pertimbangan Seksio Sesarea Terencana: Direkomendasikan jika Taksiran Berat Janin (EFW) >= 4.500 gram (atau >= 4.000 gram dengan pertimbangan klinis) untuk mencegah trauma distosia bahu dan cedera pleksus brakialis.
  • 🔪Waktu Persalinan (Timing of Delivery):
  • 🔪- Terkendali baik dengan MNT: Usia gestasi 39+0 hingga 40+6 minggu.
  • 🔪- Memerlukan insulin dengan kontrol baik: Usia gestasi 39+0 hingga 39+6 minggu.
  • 🔪- Kontrol glikemik buruk / komplikasi vaskular: Usia gestasi 36+0 hingga 38+6 minggu di sentra tersier.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Hentikan insulin segera setelah plasenta lahir. Lakukan evaluasi ulang 75g OGTT pada 4-12 minggu pascasalin untuk mendeteksi diabetes tipe 2 permanen atau gangguan toleransi glukosa.

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

ACOG (2024)Current / In Force
ACOG Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus (Updated Protocol)

Protokol komprehensif diagnosis dan tata laksana Diabetes Melitus Gestasional (GDM): strategi penapisan universal pada 24-28 minggu gestasi, target kendali glikemik ketat (GDP <95 mg/dL, 1-jam pascapranda <140 mg/dL, 2-jam <120 mg/dL), insulin sebagai terapi medikamentosa lini pertama baku emas, tempat terapi oral metformin/glibenklamid, surveilans antenatal feto-maternal, dan penentuan waktu terminasi kehamilan.

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

HAPO StudyPMID: 18463375
Hyperglycemia and Adverse Pregnancy Outcome (HAPO) Study Cooperative Research Group

Terdapat hubungan linier kontinu yang kuat dan independen antara kadar glukosa darah maternal pada OGTT 75g dengan peningkatan keempat luaran perinatal mayor, bahkan pada kadar glukosa yang sebelumnya dianggap "normal" (tanpa adanya nilai ambang batas/threshold yang tegas). Risiko makrosomia meningkat berlipat ganda pada kuartil glukosa tertinggi.

New England Journal of Medicine (NEJM) (2008)Baca Full Text →