WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeCasesCASE-MFM-2024-06
CASE-MFM-2024-06Published / Source-Based CaseFellowship/SubspecialtyDivisi: maternal fetal

Early-Onset Severe Fetal Growth Restriction at 29 Weeks: Ductus Venosus Doppler-Guided Delivery Timing

Sumber Sitasi Kasus: Ultrasound in Obstetrics & Gynecology (ISUOG Guideline Case Validation, PMID: 32420658) & The TRUFFLE Trial Study Group
Usia:32 tahun
Gravida-Para:G2P0A1
Usia Kehamilan:29 minggu + 1 hari
Keluhan Utama:Rujukan fetomaternal kecurigaan pertumbuhan janin terhambat parah dan tinggi fundus uteri tidak bertambah

Riwayat Penyakit Sekarang (Anamnesis)

Pasien wanita 32 tahun, hamil 29 minggu anak kedua (riwayat keguguran trimester I satu kali). Pemeriksaan antenatal di bidan menemukan tinggi fundus uteri hanya 21 cm (diskrepansi > 8 cm terhadap usia gestasi). Pasien tidak mengeluh mulas, fluksus negatif, gerak janin dirasakan agak berkurang dalam 2 hari terakhir. Tekanan darah normal berkisar 115/75 mmHg.

Tanda Vital & Pemeriksaan Fisik

Tekanan Darah120/78 mmHg
Denyut Nadi74 kali/menit
Laju Napas18 kali/menit

Temuan Fisik: Keadaan umum baik, konjungtiva tidak anemis, tidak ada edema patologis.

Pemeriksaan Pelvis: Inspekulo: Fluksus (-), lendir darah (-), serviks intak menutup. TFU 21 cm, teraba janin tunggal kecil preskep, his (-).

Hasil Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium

Laboratorium Patologi Klinik:
PemeriksaanHasilRujukan
Hemoglobin Maternal11.4 g/dL11.0 - 14.0 g/dL
Trombosit Maternal215.000 / uL150.000 - 450.000 / uL
Rasio sFlt-1 / PlGF Serum142< 38 (Tinggi, mengonfirmasi insufisiensi plasenta berat)
Ultrasonografi (Bedside Ultrasound):

USG Biometri Fetomaternal: BPD 68 mm, HC 248 mm, AC 205 mm, FL 49 mm -> Estimasi Berat Janin (EFW Hadlock) 820 gram (< persentil ke-3 untuk 29 minggu). Indeks Cairan Amnion (AFI) 4.2 cm (oligohidramnion, single deepest pocket 1.8 cm). Plasenta di korpus posterior derajat maturitas II. Doppler Arteri Umbilikalis (UA): Absent End-Diastolic Velocity (AEDV) persisten pada seluruh siklus korda bebas. Doppler Arteri Serebri Media (MCA): Indeks Pulsatilitas (PI) 1.05 (< persentil 5, bukti sentralisasi sirkulasi / brain sparing effect). Rasio Serebroplasenta (CPR): 0.65 (< persentil 1). Ductus Venosus (DV) Doppler: Gelombang a masih positif (forward flow), PI 0.88 (< persentil 95).

Pencitraan Lanjut / Kardiotokografi / Patologi:

Computerized CTG (cCTG Dawes-Redman): Short-Term Variation (STV) 4.8 ms (di atas batas kritis 3.5 ms), frekuensi dasar 138 dpm, variabilitas normal, tidak ada deselerasi spontan.

Interactive Clinical Decision Simulator

Posko Pengambilan Keputusan Klinis

Posko #1: Diagnostic Workup

Usia gestasi 29+1 minggu. Janin EFW 820g (<3rd%), UA Doppler menunjukkan Absent End-Diastolic Flow (AEDV), MCA brain sparing (+), namun gelombang a Ductus Venosus MASIH POSITIF, dan cCTG STV 4.8 ms (reassuring).

Berdasarkan bukti uji klinis akbar TRUFFLE Trial (Lancet 2015) dan pedoman ISUOG, apakah strategi manajemen kehamilan yang menghasilkan luaran neurologis jangka panjang terbaik?

1A

Segera lakukan seksio sesarea darurat cito hari ini juga karena aliran diastolik arteri umbilikalis sudah hilang (AEDV).

1B

Rawat inap di ruang perawatan fetomaternal, berikan kursus kortikosteroid Deksametason 6 mg IM tiap 12 jam (4 dosis) untuk pematangan paru janin, dan tunda terminasi sembari memantau cCTG 2 kali sehari serta Doppler Ductus Venosus setiap 24-48 jam.

Posko #2: Therapeutic Decision

Empat hari kemudian pada usia gestasi 29 minggu + 5 hari, pematangan paru telah lengkap. Evaluasi Doppler serial menunjukkan: Ductus Venosus gelombang a kini berbalik ke bawah garis dasar (Reversed a-wave persisten), dan cCTG STV turun ke 3.1 ms (di bawah batas aman 3.5 ms).

Apakah tindakan definitif yang diindikasikan sekarang?

2A

Berikan infus neuroproteksi janin Magnesium Sulfat (MgSO4 4 gram IV bolus dilanjutkan 1 g/jam) dan jadwalkan persalinan Seksio Sesarea terencana dalam beberapa jam ke depan di fasilitas dengan NICU Level III.

2B

Lakukan induksi persalinan pervaginam dengan oksitosin drip.

Clinical Debrief

Hasil Akhir Klinis & Evaluasi (Outcome)

Pasien menerima neuroproteksi MgSO4 dan menjalani seksio sesarea terencana 4 jam kemudian. Bayi lahir dengan berat 850 gram, Apgar score 5/7, gas darah tali pusat: pH 7.21, base excess -6.5 mmol/L (tidak mengalami asidemia berat). Bayi dirawat di NICU dengan CPAP dan surfaktan eksogen, tidak mengalami perdarahan intraventrikular (IVH) maupun leukomalasia periventrikular. Bayi dipulangkan pada usia kronologis 10 minggu dengan berat 2.100 gram. Evaluasi neurodevelopmental pada usia 2 tahun (Griffiths score) menunjukkan perkembangan motorik dan kognitif yang sesuai usia.

Poin Pembelajaran Kunci (Take-Home Pearls)

  • Pada FGR awitan sangat dini (<32 minggu), penundaan persalinan di bawah pengawasan ketat memberikan keuntungan maturitas organ janin yang sangat krusial.
  • Ductus Venosus gelombang a dan cCTG STV adalah penanda hemostasis kardiovaskular akhir janin; pembalikan gelombang a mengindikasikan asidemia miokardium janin.
  • Magnesium Sulfat memiliki peran neuroproteksi penting pada persalinan preterm sebelum usia 32 minggu untuk mencegah cerebral palsy.
  • Dukungan tim neonatal intensif (NICU Level III) adalah pilar penentu kesintasan bayi FGR ekstrim.
Sitasi Pedoman Resmi:
  • ISUOG Practice Guidelines: Diagnosis and management of small-for-gestational-age and fetal growth restriction (Ultrasound Obstet Gynecol 2020)
  • The TRUFFLE Study Group. 2-year neurodevelopmental outcomes in very preterm FGR. Lancet 2015
  • ACOG Practice Bulletin No. 227: Fetal Growth Restriction