WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homematernal fetalClinical Dossier
ICD-10: O14.1Severity: criticalDivisi: maternal fetal

Preeclampsia with Severe Features & Impending Eclampsia

Preeklampsia dengan Ciri Berat & Impending Eklamsia

Sindrom multisistemik spesifik kehamilan akibat disfungsi endotel maternal dan hipoperfusi plasenta, ditandai tekanan darah >= 160/110 mmHg atau adanya disfungsi organ target maternal.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Kegagalan invasi gelombang kedua sitotrofoblas ekstravilus ke dalam arteri spiralis miometrium memicu pelepasan faktor anti-angiogenik berlebih (sFlt-1 dan soluble endoglin) yang menetralisir VEGF dan PlGF. Hal ini memicu disfungsi sel endotel sistemik, vasospasme difus, kebocoran kapiler, dan mikroangiopati trombotik.

Epidemiologi: Menyerang 3-5% kehamilan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama mortalitas maternal di Indonesia (>30% kematian ibu berdasarkan data Audit Maternal Perinatal).
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Tekanan darah sistolik >= 160 mmHg atau diastolik >= 110 mmHg pada 2 kali pengukuran berjarak minimal 15 menit.
  • Trombositopenia: jumlah trombosit < 100.000 / mikroL.
  • Gangguan fungsi hepar: peningkatan enzim transaminase serum (SGOT/SGPT > 2 kali batas atas normal) atau nyeri kuadran kanan atas / epigastrik persisten yang tidak merespons analgesik.
  • Insufisiensi ginjal progresif: kreatinin serum > 1.1 mg/dL atau peningkatan dua kali lipat kadar kreatinin tanpa penyakit ginjal sebelumnya.
  • Edema paru (pulmonary edema).
  • Gejala neurologis / serebral awitan baru: nyeri kepala hebat yang tidak membaik dengan analgesik biasa, gangguan visual (skotoma, fotofobia, amaurosis fugax), hiperrefleksia klonus (impending eclampsia).
Atlas Patologi Anatomi & Gambaran Klinis HD
Atlas Ilustrasi Medis Detail & Anatomi Bedah

Atlas Patofisiologi Preeklampsia Berat: Kegagalan Remodeling Arteri Spiralis

Placental Pathology & Preeclampsia Microvascular Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Atlas Patofisiologi Preeklampsia Berat: Kegagalan Remodeling Arteri Spiralis
Perbesar Resolusi Penuh

Patologi histovaskular plasenta: perbandingan remodeling vaskular normal (invasi trofoblas endovaskular menggantikan tunika muskularis) versus plasentasi defektif preeklampsia (arteri berdiameter sempit, tahanan tinggi, aterosis akut, dan pelepasan berlebih sFlt-1).

Sorotan Anatomi & Landmark Klinis Kritis:
1Arteri Spiralis Kaliber Sempit: Retensi lamina elastika dan sel otot polos memicu hipoperfusi plasenta dan iskemia
2Overekspresi Faktor Anti-Angiogenik: sFlt-1 dan soluble endoglin mengikat sirkulasi VEGF & PlGF maternal
3Mikroangiopati Trombotik & Disfungsi Endotel: Edema sistemik, proteinuria, trombositopenia, dan hipertensi arterial refrakter

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Darah lengkap (Hb, Ht, Trombosit)
  • Kreatinin serum & Asam Urat
  • SGOT & SGPT
  • Urin protein (rasio protein-kreatinin urin / P-C ratio atau dipstick)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Ultrasonografi fetomaternal (biometri janin, indeks cairan amnion / AFI)
  • Doppler velocimetri arteria umbilicalis dan arteria uterina
  • Rontgen toraks (bila dicurigai edema paru)
3. Laboratorium & Biomarker
  • Biomarker rasio sFlt-1/PlGF
  • Profil koagulasi (PT, aPTT, Fibrinogen, D-Dimer jika suspek solusio plasenta/DIC)
  • LDH serum (penanda hemolisis mikroangiopatik)

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Stabilisasi ABC, pasang kateter urin menetap (Foley) untuk pantau diuresis, pasang akses vena kaliber besar (16-18G), dan pasang monitor tanda vital kontinu.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Profilaksis Kejang: Magnesium Sulfat (MgSO4) protokol Zuspan: Loading dose 4 gram IV (larutan 20% atau 40%) habis dalam 15-20 menit, dilanjutkan dosis rumatan (maintenance) 1 gram/jam IV kontinu selama 24 jam pascapersalinan atau kejang terakhir.
  • 💊Antihipertensi Kedaruratan (TD >= 160/110 mmHg): Nifedipine oral 10 mg (dapat diulang tiap 20-30 menit, maks 30 mg) ATAU Nicardipine infus drip IV mulai 5 mg/jam dititrasi naik 2.5 mg/jam tiap 15 menit (maks 15 mg/jam) ATAU Labetalol IV bolus (jika tersedia). Target TD: 140-150 / 90-100 mmHg (jangan menurunkan TD terlalu cepat untuk mencegah hipoperfusi plasenta).
  • 💊Kortikosteroid Pematangan Paru Janin (jika usia kehamilan 24 - 34+6 minggu): Deksametason 6 mg IM tiap 12 jam (4 dosis) atau Betametason 12 mg IM tiap 24 jam (2 dosis).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Terminasi Kehamilan merupakan satu-satunya terapi definitif preeklampsia.
  • 🔪Usia kehamilan >= 34 minggu: Rencanakan terminasi kehamilan setelah stabilisasi maternal.
  • 🔪Usia kehamilan < 34 minggu (manajemen ekspektatif terkontrol di RS tersier): Boleh dipertimbangkan hanya bila parameter maternal-janin stabil tanpa tanda perburukan klinis/laboratorium.
  • 🔪Indikasi Terminasi Segera tanpa memandang usia gestasi: Eklamsia, edema paru maternal, sindrom HELLP, solusio plasenta, koagulopati DIC, gagal ginjal akut, atau gawat janin / fetal distress non-reassuring.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Pantau ketat tanda intoksikasi MgSO4: Refleks patella (+) harus selalu ada, frekuensi pernapasan >= 16x/menit, dan produksi urin >= 30 mL/jam. Siapkan Kalsium Glukonas 10% (1 gram IV dalam 10 menit) di samping tempat tidur sebagai antidotum.

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

POGI (2023)Current / In Force
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Preeklampsia

Standar baku nasional pelayanan medis preeklampsia di Indonesia: penapisan risiko antenatal trimester pertama, profilaksis aspirin 150 mg, protokol magnesium sulfat untuk pencegahan dan terapi kejang, serta ambang batas terminasi kehamilan.

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

ASPRE TrialPMID: 28657417
Aspirin versus Placebo in Pregnancies at High Risk for Preterm Preeclampsia

Preeklampsia preterm terjadi pada 1.6% kelompok aspirin dibandingkan 4.3% pada kelompok plasebo (Odds Ratio 0.38, 95% CI 0.20 - 0.74, P=0.004), mewakili PENURUNAN RISIKO SEBESAR 62% tanpa peningkatan morbiditas perdarahan atau solusio plasenta.

New England Journal of Medicine (NEJM) (2017)Baca Full Text →
Magpie TrialPMID: 12057551
Do women with pre-eclampsia, and their babies, benefit from magnesium sulphate? The Magpie Trial

Wanita yang dialokasikan menerima MgSO4 mengalami penurunan risiko eklamsia sebesar 58% dibanding plasebo (RR 0.42, 95% CI 0.29 - 0.60). Mortalitas maternal juga lebih rendah secara signifikan pada kelompok magnesium sulfat (RR 0.55, 95% CI 0.26 - 1.14).

The Lancet (2002)Baca Full Text →
Clinical Case Simulator Terkait:

Severe Preeclampsia with Impending Eclampsia & HELLP Syndrome at 32 Weeks

Uji kemampuan penalaran diagnostik dan keputusan terapi Anda pada skenario nyata ini.

Buka Kasus Klinis →