Placenta Accreta Spectrum (PAS / Morbidly Adherent Placenta)
Spektrum Plasenta Akreta (SPA / Plasenta Adheren Morbid)
Perlekatan abnormal vili korialis plasenta langsung ke miometrium akibat defek desidua basalis, diklasifikasikan menurut FIGO 2019 menjadi Plasenta Akreta, Inkreta, dan Perkreta.
Kerusakan desidua basalis dan lapisan Nitabuch pada bekas parut histerotomi seksio sesarea atau kuretase sebelumnya memicu invasi trofoblas ekstravilus yang tidak terkontrol menembus batas fisiologis, menginvasi miometrium (inkreta), hingga menembus serosa uterus dan kandung kemih (perkreta) dengan neovaskularisasi ireguler masif.
- ✓Diagnosis antenatal terstandarisasi berbasis USG Doppler Color/Power dan MRI panggul:
- ✓1. Hilangnya "retroplacental clear zone" (lapisan hipoekoik miometrium normal di belakang plasenta).
- ✓2. Lacunae vaskular multipel ("Swiss cheese appearance") dengan aliran turbulen berkecepatan tinggi (PSV > 15 cm/s).
- ✓3. Penipisan miometrium retroplasenta (< 1 mm) atau tidak terdeteksi.
- ✓4. Anomali bladder-uterine interface (interupsi dinding kandung kemih, tonjolan plasenta / placental bulge, atau hipervaskularisasi subserosa).
- ✓5. Grading Klinis-Patologis FIGO 2019: Grade 1 (Accreta adherenta), Grade 2 (Increta), Grade 3a (Percreta terbatas serosa), Grade 3b (Percreta invasi kandung kemih), Grade 3c (Percreta invasi organ pelvis lateral).
Atlas Patologi Plasenta Akreta Spektrum (PAS) & Kedalaman Invasi Miometrium
Placental Pathology & Morbidly Adherent Placenta Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Histopatologi penampang komparatif: Plasentasi Normal dengan desidua basalis utuh dan lapisan Nitabuch vs Plasenta Akreta (vili menempel langsung pada miometrium) vs Plasenta Inkreta (invasi dalam ke stroma miometrium) vs Plasenta Perkreta (penetrasi serosa uterus menginvasi dinding muskularis kandung kemih disertai hipervaskularitas masif dan lakuna plasenta multipel).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •USG Transvaginal & Transabdominal terarah frekuensi tinggi dengan vesika urinaria terisi moderat (200-300 mL)
- •Color Doppler & Power Doppler memetakan hipervaskularisasi uterovesikal
- •MRI Panggul tanpa kontras (protokol T2 HASTE / FIESTA): Indikasi pada plasenta previa posterior atau kecurigaan invasi parametrium lateral dan kandung kemih
- •Darah lengkap teratur
- •Pemeriksaan tipe darah, skrin antibodi ireguler, dan persiapan crossmatch minimal 4-6 unit PRC + 4 unit FFP + 1 apheresis trombosit (Massive Transfusion Protocol)
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Persalinan terencana di Rumah Sakit Rujukan Tersier Tipe A dengan Tim Multidisiplin PAS (Konsultan Fetomaternal, Konsultan Uroginekologi/Onkologi Ginekologi, Anestesi Neuro-Obstetrik, Urologi, Radiologi Intervensi, dan Tim NICU).
- 💊Kortikosteroid antenatal (Deksametason 6 mg IM tiap 12 jam x 4 dosis) pada usia 34 minggu.
- 💊Asam Traneksamat 1 gram IV bolus lambat saat insisi kulit untuk membatasi perdarahan mikrovaskular.
- 🔪Waktu Operasi Terencana: Usia kehamilan 34+0 hingga 35+6 minggu elektif sebelum timbulnya his persalinan spontan.
- 🔪Insisi Kulit: Laparotomi mediana vertikal midline infraumbilikal/supraumbilikal untuk akses visual adekuat ke pelvis lateral.
- 🔪Histerotomi Transfundal / Fundal Uterine Incision: Insisi fundus transversal tinggi di atas batas batas atas plasenta (JANGAN PERNAH MENGINSISI ATAU MELEPASKAN PLASENTA SECARA MANUAL KARENA MEMICU PERDARAHAN EKSANGUINASI KATASTROPIK).
- 🔪Setelah bayi lahir: Tali pusat diligasi di pangkal insersi dan kavum uteri ditutup cepat tanpa manipulasi plasenta.
- 🔪Metode Bedah Definitif: Cesarean Hysterectomy total/subtotal in situ tanpa melepaskan plasenta (The Gold Standard). Diseksi ruang paravesikal dan pararektal untuk ligasi arteri uterina pada pangkal percabangannya.
- 🔪Manajemen Konservatif (Uterus-Preserving): Hanya pada kasus sangat selektif dengan informed consent ketat (Triple-P procedure: Peri-operative placental localization, Pelvic devascularization, and Placental myometrial excision).
Pemantauan intensif di ICU/HDU pascabedah selama minimal 24-48 jam. Pantau ketat produksi urin dari kateter urologi (risiko cedera ureter/kandung kemih laten).
Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Preeklampsia
Standar baku nasional pelayanan medis preeklampsia di Indonesia: penapisan risiko antenatal trimester pertama, profilaksis aspirin 150 mg, protokol magnesium sulfat untuk pencegahan dan terapi kejang, serta ambang batas terminasi kehamilan.
Sumber Resmi