Immediate Postpartum & Post-Abortion Contraception (LARC)
Kontrasepsi Pascasalin & Pascakeguguran Segera (LARC)
Pelayanan inisiasi kontrasepsi jangka panjang (LARC) segera sebelum pasien pulang pascapersalinan atau pascakeguguran guna mencegah kehamilan tidak terencana dengan interval pendek (<24 bulan).
Ovulasi pascapersalinan dapat terjadi sedini hari ke-21 pada ibu yang tidak menyusui eksklusif, dan sebelum haid pertama muncul pada ibu menyusui parsial. Kehamilan dengan jarak interval < 18 bulan secara bermakna meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), solusio plasenta, dan kematian maternal.
- ✓Wanita pascapersalinan pervaginam atau seksio sesarea (sebelum keluar rumah sakit / discharge).
- ✓Wanita pascakeguguran (abortus inkomplit pasca-evakuasi, abortus komplit, atau terminasi kehamilan medis).
- ✓Ketiadaan infeksi intrauterin aktif (korioamnionitis atau sepsis puerperalis) sebagai prasyarat pemasangan IUD.
WHO Medical Eligibility Criteria (MEC) untuk Kontrasepsi Pascasalin (2024)
| Stadium | Definisi Klinis / Patologis / Molekuler | Implikasi Manajemen |
|---|---|---|
| MEC Kategori 1 (Tanpa Batasan Penggunaan) | Metode kontrasepsi dapat digunakan tanpa syarat: IUD Tembaga pascaplasenta (dalam 10 menit ekspulsi plasenta) atau saat Seksio Sesarea, Implan Etonogestrel/Levonorgestrel pascasalin segera pada semua wanita menyusui maupun tidak menyusui. | Metode pilihan lini pertama paling efektif dengan efektivitas jangka panjang 3-8 tahun. |
| MEC Kategori 2 (Manfaat Melampaui Risiko) | Suntik Progestin (DMPA) atau Pil Progestin (POP) pada wanita menyusui dalam 6 minggu pascasalin. | Dapat diberikan bila LARC tidak tersedia atau pasien menolak metode implan/IUD. |
| MEC Kategori 4 (KONTRAINDIKASI MUTLAK) | Kontrasepsi Kombinasi Berisi Estrogen (Pil Kombinasi, Suntik Kombinasi) pada wanita menyusui < 6 minggu pascasalin, atau wanita pascasalin < 21 hari dengan atau tanpa faktor risiko VTE. | Dilarang keras karena hormon estrogen menekan produksi laktogenesis ASI dan melipatgandakan risiko tromboemboli vena pascasalin. |
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •Penapisan kelaikan medis sesuai Roda Kriteria Kelayakan Medis Kontrasepsi WHO/Kemenkes RI
- •Penilaian klinis ketiadaan demam atau tanda infeksi puerperalis
- •Pemeriksaan status laktasi dan rencana menyusui eksklusif
- •USG pelvis transabdominal konfirmasi letak IUD di fundus uteri pascapersalinan pervaginam atau saat seksio sesarea bila ada keraguan klinis
- •Kadar hemoglobin darah rutin (evaluasi anemia pascapersalinan sebelum pelepasan pulang)
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Konseling Kontrasepsi Terstruktur Semasa Antenatal Care (ANC) Trimester Ketiga -> Konfirmasi Pilihan Segera Pascapersalinan.
- 💊Implan Progestin (Etonogestrel 1-batang atau Levonorgestrel 2-batang): Dapat dipasang SEGERA pascapersalinan atau pascakeguguran; tidak mempengaruhi volume/komposisi ASI; proteksi 3-5 tahun dengan kegagalan < 0.05%.
- 💊Metode Amenorea Laktasi (MAL): Efektif 98% HANYA JIKA memenuhi 3 kriteria: menyusui eksklusif on-demand, amenorea, dan bayi < 6 bulan.
- 🔪Pemasangan IUD Pascaplasenta (PPIUD): dalam 10 menit setelah plasenta lahir lengkap menggunakan klem cincin panjang ke fundus uteri, atau manual saat Seksio Sesarea.
- 🔪Tubektomi Minilaparotomi Pascapersalinan (Pomeroy Technique): dalam 24-48 jam pascasalin melalui insisi subumbilikal kecil 2-3 cm.
Jadwalkan kunjungan kontrol nifas pada 4-6 minggu pascasalin untuk evaluasi benang IUD, pemantauan efek samping perdarahan bercak implan, dan dukungan laktasi.
Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)
WHO Abortion Care Guideline: Medical Protocols & Post-Abortion Contraceptive Integration
Pedoman klinis global WHO tentang tatalaksana terminasi kehamilan medis berbasis bukti dan integrasi kontrasepsi pascakeguguran: protokol kombinasi Mifepristone 200 mg dilanjutkan Misoprostol 800 mcg bukal/sublingual/vaginal, protokol Misoprostol agen tunggal jika Mifepristone tidak tersedia, tatalaksana abortus inkomplit, dan inisiasi segera metode kontrasepsi pascatindakan (IUD, implan, progestin).
Sumber ResmiLandmark Evidence Acuan (RCTs)
Preventing Unintended Pregnancies by Providing No-Cost Contraception
Risiko kegagalan kontrasepsi pada pengguna pil oral, patch, atau cincin vagina adalah 20 KALI LIPAT LEBIH TINGGI dibanding pengguna Long-Acting Reversible Contraceptives (LARC: IUD Cu-T, LNG-IUD, atau implan etonogestrel) (angka kegagalan 4.55 vs 0.27 per 100 wanita-tahun; Hazard Ratio 21.8, 95% CI 13.7 - 34.9). Pada wanita usia < 21 tahun pengguna metode jangka pendek, risiko kegagalan hampir dua kali lipat lebih tinggi lagi.