Laparoscopic Sacrocolpopexy with Mesh for Apical Prolapse
Sakrokolpopeksi Laparoskopi dengan Mesh untuk Prolaps Apikal
Laparoscopic Sacrocolpopexy with Mesh for Advanced Pelvic Organ Prolapse
World Laparoscopy Hospital / Prof. R.K. Mishra • Terverifikasi Akademik (15:20)
- ✓Prolaps kubah vagina pasca-histerektomi (post-hysterectomy vaginal vault prolapse) Stadium >= III
- ✓Prolaps uterovaginal stadium lanjut pada wanita aktif seksual yang menginginkan restorasi sumbu anatomi vagina normal
- ✓Rekurensi prolaps apikal setelah perbaikan melalui jalur transvaginal
- ✗Ketidakmampuan mentoleransi posisi steep Trendelenburg
- ✗Riwayat radioterapi pelvis luas (risiko erosi mesh)
- ✗Infeksi aktif traktus genitalis atau peritonitis
- ✗Massa retroperitoneal presakral tak terdiferensiasi
- •Promontorium sakrum (vertebra S1) dan ligamentum longitudinal anterior
- •Vena iliaka komunis sinistra (berjarak 1.5 - 2 cm lateral kiri promontorium)
- •Vena sakralis media (arteri dan pleksus vena tepat di ventral promontorium)
- •Ureter dekstra (melintas di tepi kanan pelvic brim berjarak 1-2 cm lateral promontorium)
- •Spatium vesikovaginal dan rektovaginal
- -Laparoskop 30 derajat HD
- -Mesh polipropilen monofilamen makropori tipe I bertulang Y (Y-mesh)
- -Tacker spiral non-absorbable atau benang non-absorbable Prolene 2-0 / Ticron
- -Jarum jarum laparoskopi barb (Stratafix) untuk peritonisasi
Langkah demi Langkah Teknik Operasi
Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.
Diseksi Spatium Vesikovaginal & Rektovaginal
Vagina dielevasi ke arah anterior dan posterior dengan probe. Dinding anterior vagina dipisahkan dari kandung kemih ke arah distal sepanjang 4-5 cm. Dinding posterior vagina dipisahkan dari rektum hingga perineal body.
- •Fascia pubocervicalis anterior
- •Fascia Denonvilliers / rektovaginalis
- ⚠Diseksi terlalu tebal ke dinding posterior vagina dapat menembus lumen rektum.
Fiksasi Lengan Anterior dan Posterior Y-Mesh ke Dinding Vagina
Lengan anterior mesh polipropilen dijahit ke dinding vagina anterior dengan 4-6 jahitan benang braided non-absorbable 2-0. Lengan posterior mesh difiksasi ke dinding vagina posterior dengan 6-8 jahitan serupa.
- •Kedua batas lateral vagina
- •Kedalaman jahitan partial-thickness (jangan menembus mukosa vagina)
- ⚠Menembus mukosa vagina (full-thickness) berisiko tinggi menyebabkan erosi mesh di kemudian hari.
Diseksi Presakral pada Promontorium Sakrum
Peritoneum di atas promontorium sakrum dibuka secara longitudinal. Ligamentum longitudinal anterior vertebra S1 dipaparkan dengan membersihkan jaringan areolar longgar dan menghindari vasa sakralis media.
- •Promontorium S1
- •Vena iliaca communis sinistra
- •Ureter kanan
- ⚠Laserasi vena iliaka komunis sinistra atau vasa sakralis media memicu perdarahan retroperitoneal presakral katastrofik.
Fiksasi Lengan Sakral Mesh ke Promontorium (Tension-Free)
Lengan panjang mesh ditarik ke promontorium sakrum tanpa tensi (tension-free). Mesh difiksasi ke ligamentum longitudinal anterior menggunakan 2 jahitan Prolene 0 atau tacker titanium.
- •Ligamentum longitudinale anterius
- •Konfirmasi sudut inklinasi vagina fisiologis (arah posterior 45 derajat)
- ⚠Menaruh tensi berlebihan pada mesh menyebabkan nyeri panggul kronis dan dispareunia berat.
Peritonisasi Lengkap Retroperitoneal
Peritoneum di atas mesh ditutup secara kontinu dari promontorium hingga kavum Douglas menggunakan benang absorbable atau barb 3-0 untuk mencegah herniasi dan obstruksi usus halus.
- •Ureter kanan di lateral jahitan peritoneum
- ⚠Menjerat ureter kanan saat menutup lembaran peritoneum parietal lateral.
- ✓Pelepasan kateter urin dalam 12-24 jam dengan trial of voiding
- ✓Pemberian laksatif pelunak feses (stool softener) untuk mencegah mengejan
- ✓Pantang koitus, mengangkat benda >5 kg, dan aktivitas berat selama 8-12 minggu
- ⚠Erosi mesh ke dalam vagina atau organ berongga (1.5 - 2.5%)
- ⚠Perdarahan vena presakral intraoperatif
- ⚠Spondilodiskitis sakral (infeksi tulang vertebra S1)
- ⚠Disfungsi defekasi atau de novo konstipasi
- •Cochrane Review (Maher et al., 2016): Sakrokolpopeksi laparoskopi/abdominal memiliki angka kesuksesan objektif tertinggi (90-95%) dan tingkat rekurensi prolaps apikal terendah dibandingkan pendekatan vaginal (sacrospinous fixation).
- •IUGA/ICS Joint Clinical Consensus: Sakrokolpopeksi tetap merupakan baku emas suspensi apikal anatomi vagina.