WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeProceduresLaparoscopy
LaparoscopyKompleksitas: Expert/SubspecialtyDivisi: urogynecology

Laparoscopic Sacrocolpopexy with Mesh for Apical Prolapse

Sakrokolpopeksi Laparoskopi dengan Mesh untuk Prolaps Apikal

Laparoscopic Sacrocolpopexy with Mesh for Advanced Pelvic Organ Prolapse

World Laparoscopy Hospital / Prof. R.K. Mishra • Terverifikasi Akademik (15:20)

Embedded Direct Stream
Landmark & Bab Kritis Video:
01:30Vesicovaginal space dissection
04:45Rectovaginal septum exposure
08:10Anterior and posterior mesh fixation
11:25Sacral promontory S1 exposure & ureter identification
13:50Tension-free sacral fixation & complete peritoneal closure
Video rekaman laparoskopi definisi tinggi menampilkan diseksi spatium vesikovaginal/rektovaginal, fiksasi Y-mesh tanpa tembus mukosa, diseksi presakral S1, dan peritonisasi penuh.obgyn.wondera.id Operative Cinema
Indikasi Bedah:
  • Prolaps kubah vagina pasca-histerektomi (post-hysterectomy vaginal vault prolapse) Stadium >= III
  • Prolaps uterovaginal stadium lanjut pada wanita aktif seksual yang menginginkan restorasi sumbu anatomi vagina normal
  • Rekurensi prolaps apikal setelah perbaikan melalui jalur transvaginal
Kontraindikasi:
  • Ketidakmampuan mentoleransi posisi steep Trendelenburg
  • Riwayat radioterapi pelvis luas (risiko erosi mesh)
  • Infeksi aktif traktus genitalis atau peritonitis
  • Massa retroperitoneal presakral tak terdiferensiasi
Anatomi & Landmark Wajib Dikuasai:
  • Promontorium sakrum (vertebra S1) dan ligamentum longitudinal anterior
  • Vena iliaka komunis sinistra (berjarak 1.5 - 2 cm lateral kiri promontorium)
  • Vena sakralis media (arteri dan pleksus vena tepat di ventral promontorium)
  • Ureter dekstra (melintas di tepi kanan pelvic brim berjarak 1-2 cm lateral promontorium)
  • Spatium vesikovaginal dan rektovaginal
Instrumen & Perangkat Energi yang Disarankan:
  • -Laparoskop 30 derajat HD
  • -Mesh polipropilen monofilamen makropori tipe I bertulang Y (Y-mesh)
  • -Tacker spiral non-absorbable atau benang non-absorbable Prolene 2-0 / Ticron
  • -Jarum jarum laparoskopi barb (Stratafix) untuk peritonisasi
Operative Manual

Langkah demi Langkah Teknik Operasi

Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.

1

Diseksi Spatium Vesikovaginal & Rektovaginal

Vagina dielevasi ke arah anterior dan posterior dengan probe. Dinding anterior vagina dipisahkan dari kandung kemih ke arah distal sepanjang 4-5 cm. Dinding posterior vagina dipisahkan dari rektum hingga perineal body.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Fascia pubocervicalis anterior
  • Fascia Denonvilliers / rektovaginalis
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Diseksi terlalu tebal ke dinding posterior vagina dapat menembus lumen rektum.
2

Fiksasi Lengan Anterior dan Posterior Y-Mesh ke Dinding Vagina

Lengan anterior mesh polipropilen dijahit ke dinding vagina anterior dengan 4-6 jahitan benang braided non-absorbable 2-0. Lengan posterior mesh difiksasi ke dinding vagina posterior dengan 6-8 jahitan serupa.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Kedua batas lateral vagina
  • Kedalaman jahitan partial-thickness (jangan menembus mukosa vagina)
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menembus mukosa vagina (full-thickness) berisiko tinggi menyebabkan erosi mesh di kemudian hari.
3

Diseksi Presakral pada Promontorium Sakrum

Peritoneum di atas promontorium sakrum dibuka secara longitudinal. Ligamentum longitudinal anterior vertebra S1 dipaparkan dengan membersihkan jaringan areolar longgar dan menghindari vasa sakralis media.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Promontorium S1
  • Vena iliaca communis sinistra
  • Ureter kanan
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Laserasi vena iliaka komunis sinistra atau vasa sakralis media memicu perdarahan retroperitoneal presakral katastrofik.
4

Fiksasi Lengan Sakral Mesh ke Promontorium (Tension-Free)

Lengan panjang mesh ditarik ke promontorium sakrum tanpa tensi (tension-free). Mesh difiksasi ke ligamentum longitudinal anterior menggunakan 2 jahitan Prolene 0 atau tacker titanium.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Ligamentum longitudinale anterius
  • Konfirmasi sudut inklinasi vagina fisiologis (arah posterior 45 derajat)
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menaruh tensi berlebihan pada mesh menyebabkan nyeri panggul kronis dan dispareunia berat.
5

Peritonisasi Lengkap Retroperitoneal

Peritoneum di atas mesh ditutup secara kontinu dari promontorium hingga kavum Douglas menggunakan benang absorbable atau barb 3-0 untuk mencegah herniasi dan obstruksi usus halus.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Ureter kanan di lateral jahitan peritoneum
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menjerat ureter kanan saat menutup lembaran peritoneum parietal lateral.
Protokol Asuhan Pascaoperasi (ERAS):
  • Pelepasan kateter urin dalam 12-24 jam dengan trial of voiding
  • Pemberian laksatif pelunak feses (stool softener) untuk mencegah mengejan
  • Pantang koitus, mengangkat benda >5 kg, dan aktivitas berat selama 8-12 minggu
Potensi Komplikasi yang Wajib Diwaspadai:
  • Erosi mesh ke dalam vagina atau organ berongga (1.5 - 2.5%)
  • Perdarahan vena presakral intraoperatif
  • Spondilodiskitis sakral (infeksi tulang vertebra S1)
  • Disfungsi defekasi atau de novo konstipasi
Bukti Ilmiah & Landasan Pedoman Resmi:
  • Cochrane Review (Maher et al., 2016): Sakrokolpopeksi laparoskopi/abdominal memiliki angka kesuksesan objektif tertinggi (90-95%) dan tingkat rekurensi prolaps apikal terendah dibandingkan pendekatan vaginal (sacrospinous fixation).
  • IUGA/ICS Joint Clinical Consensus: Sakrokolpopeksi tetap merupakan baku emas suspensi apikal anatomi vagina.