WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeurogynecologyClinical Dossier
ICD-10: N81.9Severity: moderateDivisi: urogynecology

Pelvic Organ Prolapse & POP-Q Staging Quantification

Prolaps Organ Panggul & Kuantifikasi Stadium POP-Q

Penurunan dinding vagina anterior (sistokel), posterior (rektokel), apeks (prolaps uterus / enterocele / vaginal vault) melintasi introitus vagina, dikuantifikasi secara objektif menggunakan grid 9-titik ICS POP-Q.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Kombinasi peregangan mekanis dan denervasi parsial muskulus levator ani saat persalinan pervaginam, degradasi serabut elastin dan kolagen tipe I fasia endopelvik, penurunan hormon estrogen menopause, dan peningkatan tekanan intraabdominal kronis (batuk kronik, konstipasi, obesitas).

Epidemiologi: Mempengaruhi hingga 50% wanita multipara di atas usia 50 tahun; sekitar 11-19% wanita menjalani tindakan bedah rekonstruksi prolaps sepanjang hidupnya.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Pemeriksaan kuantitatif POP-Q menggunakan 9 penanda anatomis (satuan sentimeter terhadap cincin himen sebagai titik referensi 0):
  • Aa: Dinding vagina anterior 3 cm proksimal meatus uretra eksterna (rentang -3 hingga +3 cm).
  • Ba: Titik paling dependen dinding vagina anterior proksimal terhadap Aa (rentang -3 hingga +tvl).
  • C: Titik paling distal serviks uteri atau puncak kubah vagina (cuff scar).
  • D: Forniks posterior (menunjukkan ligamentum uterosakralis; dihilangkan bila pasca-histerektomi).
  • gh (Genital Hiatus): Dari meatus uretra eksterna hingga posterior midline himen.
  • pb (Perineal Body): Dari posterior himen hingga pertengahan anal verge.
  • tvl (Total Vaginal Length): Kedalaman total vagina saat apeks direduksi penuh.
  • ap: Dinding vagina posterior 3 cm proksimal himen (rentang -3 hingga +3 cm).
  • bp: Titik paling dependen dinding vagina posterior proksimal terhadap ap (rentang -3 hingga +tvl).
Atlas Patologi Anatomi & Gambaran Klinis HD
Atlas Ilustrasi Medis Detail & Anatomi Bedah

Atlas Patologi Prolaps Organ Panggul (POP-Q Stadium IV / Prosidentia Uteri)

Clinical Urogynecology & Pelvic Floor Reconstructive Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Atlas Patologi Prolaps Organ Panggul (POP-Q Stadium IV / Prosidentia Uteri)
Perbesar Resolusi Penuh

Anatomi penampang sagital komparatif: panggul wanita normal vs herniasi organ panggul stadium IV keluar dari introitus vagina (histerokel, sistokel, rektokel). Memperlihatkan elongasi serviks, penarikan sudut uretra, kinking ureter distal di tepi hiatus levator yang memicu hidronefrosis obstruktif sekunder, serta dekompensasi level suspensi DeLancey (Level I kardiak/uterosakral, Level II fasia arkus tendineus, Level III membran perineal).

Sorotan Anatomi & Landmark Klinis Kritis:
1DeLancey Level I (Suspensi Apikal): Defek ligamentum kardinale-uterosakralis memicu procidentia uteri totalis
2Kinking Ureter & Hidronefrosis: Desensus komplit menarik trigonum vesika ke bawah, menekan ureter distal di batas hiatus levator ani
3Sistokel & Rektokel: Herniasi dinding anterior (defek fasia puboservikalis) dan dinding posterior (defek septum rektovaginalis)
4Sistem Staging POP-Q: Evaluasi 9 titik kuantitatif (Aa, Ba, C, D, Bp, Ap, gh, pb, tvl) relatif terhadap hymen
Sistem Penentuan Stadium Resmi:

ICS POP-Q Staging Classification (1996 / Standardized IUGA)

StadiumDefinisi Klinis / Patologis / MolekulerImplikasi Manajemen
Stage 0Tidak ada prolaps. Titik Aa, Ap, Ba, Bp semuanya berada di -3 cm; titik C dan D berada di antara -tvl dan -(tvl - 2 cm).Fisiologis normal; tidak memerlukan terapi.
Stage ITitik paling distal prolaps berada > 1 cm di atas level himen (pengukuran < -1 cm).Konservatif: Latihan otot dasar panggul (Kegel exercise) dengan biofeedback.
Stage IITitik paling distal prolaps berada di antara -1 cm dan +1 cm terhadap level himen.Konservatif dengan pemasangan pessarium (ring with support / Gellhorn) atau bedah rekonstruksi.
Stage IIITitik paling distal prolaps berada > +1 cm di bawah himen, tetapi tidak lebih dari +(tvl - 2 cm).Pilihan bedah rekonstruksi apikal (sakrokolpopeksi / sakrospinosus) atau pessarium.
Stage IVProsidentia uteri totalis; dinding vagina tereversi penuh, titik paling distal berada >= +(tvl - 2 cm).Bedah rekonstruktif komprehensif atau bedah obliteratif (kolpokleisis LeFort) pada wanita geriatri non-koitus.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Pemeriksaan POP-Q 9-titik saat pasien melakukan valsava maksimal posisi litotomi/berdiri
  • Pemeriksaan bimanual panggul dan evaluasi atrofi mukosa urogenital
  • Post-Void Residual (PVR) urin (menilai retensi urin kronis akibat prolaps)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • USG Panggul Dinamis atau MRI Defekografi Panggul (menilai integritas m. levator ani dan enterocele enterik)
  • Pemeriksaan Urodinamik dengan reduksi pessarium (menilai occult stress urinary incontinence)
3. Laboratorium & Biomarker
  • Urinalisis dan kultur urin (menyingkirkan ISK penyerta)
  • Kreatinin serum jika prolaps berat dicurigai memicu obstruksi ureter bilateral

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Evaluasi keparahan gejala benjolan, gangguan miksi, defekasi, dan fungsi seksual.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Krim Estrogen Topikal Vagina: 2-3 kali seminggu untuk memperbaiki vaskularisasi mukosa dan mengurangi ulkus dekubitus sebelum tindakan bedah atau pemasangan pessarium.
  • 💊Pessarium Ginekologi: Pilihan non-bedah lini pertama yang efektif untuk semua stadium prolaps. Memerlukan evaluasi pelepasan dan pembersihan rutin tiap 3-6 bulan.
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Laparoscopic Sacrocolpopexy: Standar baku emas durabilitas untuk prolaps apeks panggul (Level I DeLancey) menggunakan mesh polipropilen tipe I berpori lebar yang difiksasi ke ligamentum longitudinal anterior promontorium sakrum.
  • 🔪Sacrospinous Ligament Fixation (SSLF): Pendekatan transvaginal alternatif yang memfiksasi apeks ke ligamentum sakrospinosum unilateral atau bilateral.
  • 🔪Kolporafi Anterior & Posterior: Rekonstruksi defek garis tengah dinding vagina anterior (sistokel) dan posterior (rektokel).
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Evaluasi ulang 6 minggu pascabedah, 6 bulan, dan 1 tahun. Evaluasi timbulnya inkontinensia urin tipe stres awitan baru (de novo SUI).

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

CARE TrialPMID: 16611949
Abdominal Sacrocolpopexy with Burch Colposuspension to Reduce Postoperative Urinary Incontinence

Pada wanita yang menerima kolposuspensi Burch konkuren, angka kejadian inkontinensia urin pascabedah adalah 23.8% dibandingkan 44.1% pada kelompok tanpa Burch (P<0.001), membuktikan efektivitas pencegahan SUI tersembunyi (occult SUI).

New England Journal of Medicine (NEJM) (2006)Baca Full Text →
Clinical Case Simulator Terkait:

Concealed Third-Degree Obstetric Anal Sphincter Injury (OASIS Grade 3c) Following Vacuum Delivery

Uji kemampuan penalaran diagnostik dan keputusan terapi Anda pada skenario nyata ini.

Buka Kasus Klinis →