Stress Urinary Incontinence (SUI) & Midurethral Slings
Inkontinensia Urin Tipe Stres & Midurethral Sling
Kebocoran urin involunter saat terjadi peningkatan tekanan intraabdominal (batuk, tertawa, bersin, olahraga) tanpa adanya kontraksi otot detrusor, akibat hipermobilitas leher kandung kemih atau defisiensi sfingter intrinsik (ISD).
Dua mekanisme patofisiologis utama: 1) Urethral Hypermobility: Kelemahan dukungan fasia puboservikalis dan muskulus levator ani (Level II DeLancey) menyebabkan uretra proksimal dan leher vesika terdorong rotasi ke bawah saat valsava, gagal menerima transmisi tekanan intraabdominal secara merata (tekanan kandung kemih melampaui tekanan penutupan uretra). 2) Intrinsic Sphincter Deficiency (ISD): Kelemahan koaptasi mukosa dan atrofi otot polos sirkuler sfingter uretra (sering pasca-operasi panggul sebelumnya atau defisiensi estrogen berat), ditandai Maximal Urethral Closure Pressure (MUCP) < 20 cmH2O atau Abdominal Leak Point Pressure (ALPP) < 60 cmH2O.
- ✓Anamnesis terstruktur membedakan SUI (bocor saat batuk/aktivitas) dari Urgency Incontinence / Overactive Bladder (bocor didahului desakan kuat tiba-tiba).
- ✓Tes Batuk Stres Positif (Positive Cough Stress Test): Terlihat rembesan urin instan dari meatus uretra eksterna bersamaan dengan batuk saat kandung kemih terisi 200-300 mL (posisi litotomi atau berdiri).
- ✓Tes Q-tip (evaluasi hipermobilitas): Sudut defleksi kapas aplikator uretra saat mengejan > 30 derajat dari bidang horizontal.
- ✓Urodynamic Study (UDS) / Multi-channel Cystometry: Memastikan kebocoran urin terjadi sinkron dengan lonjakan tekanan intraabdominal TANPA adanya kenaikan tekanan detrusor (menyingkirkan detrusor overactivity / DO).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •Bladder Diary (Buku Harian Berkemih 3 hari): Mencatat volume miksi, asupan cairan, episode urgensi dan kebocoran
- •Urinalisis dan kultur urin (menyingkirkan infeksi saluran kemih akut)
- •Post-Void Residual (PVR) urin volume
- •USG Introitus / Perineal Dinamis (menilai rotasi sudut vesikouretra dan corong leher kandung kemih / bladder neck funnelling)
- •Urodinamik kompleks (Uroflowmetri, Sistoskopi, Profil Tekanan Uretra / UPP)
- •Kadar glukosa darah (menyingkirkan poliuria diabetes melitus)
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Evaluasi dampak fungsional terhadap kualitas hidup menggunakan kuesioner tervalidasi (ICIQ-UI SF atau UDI-6).
- 💊Latihan Otot Dasar Panggul (Pelvic Floor Muscle Training / PFMT / Kegel Exercise): Terapi lini pertama wajib selama minimal 12 minggu (rekomendasi Grade A), dipandu oleh fisioterapis dasar panggul bersertifikasi dengan biofeedback.
- 💊Pessarium Anti-Inkontinensia (Urethral Support Pessary) atau tampon inkontinensia: Alternatif non-bedah efektif menopang leher vesika saat berolahraga.
- 💊Estrogen Topikal Vagina: Menambah vaskularisasi dan ketebalan bantalan mukosa uretra pada wanita pascamenopause.
- 🔪Midurethral Sling (MUS) Sintetik: Standar baku emas durabilitas jangka panjang efikasi bedah SUI (Cochrane Review).
- 🔪Retropubic Sling (Tension-free Vaginal Tape / TVT): Pita jaring polipropilen tipe 1 makropori ditempatkan di bawah uretra pars media melintasi spatium Retzius keluar ke dinding perut suprapubik. Lebih unggul pada pasien dengan ISD (MUCP rendah). SISTOSKOPI INTRAOPERATIF WAJIB DILAKUKAN UNTUK MEMASTIKAN TIDAK ADA PERFORASI KANDUNG KEMIH OLEH TROCAR TVT.
- 🔪Transobturator Sling (TOT / TVT-O): Pita melintasi foramen obturatorium. Menghindari masuknya trocar ke spatium Retzius sehingga menurunkan risiko perforasi kandung kemih dan cedera pembuluh darah besar, namun sedikit lebih tinggi risiko nyeri selangkangan transien (groin pain).
- 🔪Burch Colposuspension Laparoskopi / Terbuka: Menggantung fasia paravaginal anterior ke ligamentum Cooper (pectineal ligament); opsi utama jika pasien menolak penggunaan mesh sintetik.
Evaluasi berkala 6 minggu pascabedah: Pastikan tidak ada retensi urin pascaoperasi, erosi pita jaring ke dalam vagina/uretra, atau timbulnya de novo urgency incontinence.
Landmark Evidence Acuan (RCTs)
Burch Colposuspension versus Fascial Sling for Stress Urinary Incontinence
Angka kesuksesan kontinensia menyeluruh pada 24 bulan secara signifikan lebih tinggi pada kelompok fascial sling dibanding colposuspension Burch (47% vs 32%; P=0.001). Kesuksesan spesifik kontinensia stres juga lebih tinggi pada sling (66% vs 49%; P<0.001).