Placentation & Deep Trophoblast Invasion of Spiral Arteries
Plasentasi & Invasi Trofoblas Kedalam Arteri Spiralis
Diferensiasi sitotrofoblas ekstravilus, remodeling arteri spiralis miometrium dari resistensi tinggi menjadi resistensi rendah, serta patofisiologi kegagalan invasi gelombang kedua pada preeklampsia dan PJT.
Komparasi Placentasi: Remodeling Fisiologis Normal vs Preeklampsia / PJT
Placental Physiology & Trophoblast Biology Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Potongan histologis desidua basalis dan miometrium memperlihatkan invasi sitotrofoblas ekstravilus (EVTs) normal yang mengubah arteri spiralis menjadi saluran resistensi rendah vs kegagalan invasi yang mempertahankan pembuluh darah sempit resistensi tinggi.
Mekanisme Biologis & Patofisiologi Inti
Landmark Anatomi Kritis yang Wajib Diidentifikasi:
- ✓Ruang intervillosus (intervillous space) plasenta
- ✓Junction zone miometrium desidua
- ✓Tunika muskularis arteri spiralis
- ✓Endotel kapiler maternal kapiler desidua
Relevansi Klinis di Ranjang Pasien:
Rasio biomarker angiogenik serum maternal sFlt-1/PlGF (Roche Elecsys atau Brahms Kryptor) memprediksi timbulnya preeklampsia dengan nilai prediksi negatif 99.3% dalam 1-4 minggu ke depan (studi PROMISE & PROGNOSIS).
Implikasi & Tindakan Bedah:
Pada plasenta akreta / Placenta Accreta Spectrum (PAS), terjadi over-invasi trofoblas akibat defisiensi desidua basalis pasca-luka seksio sesarea sebelumnya, sehingga trofoblas menempel langsung (akreta), menginvasi miometrium (inkreta), atau menembus serosa hingga kandung kemih (perkreta).
Poin Kunci Konseptual:
- •Aspirin dosis rendah (150 mg/hari) harus dimulai sebelum minggu ke-16 kehamilan untuk mencegah preeklampsia preterm karena remodeling arteri spiralis telah selesai setelah periode ini (Trial ASPRE).
- •Doppler arteri uterina pada usia kehamilan 20-24 minggu yang menunjukkan notch diastolik persisten dan pulsatility index (PI) tinggi merupakan cerminan langsung dari kegagalan remodeling arteri spiralis.
- ★Aspirin profilaksis dosis 150 mg malam hari terbukti menurunkan kejadian preeklampsia preterm hingga 62% pada kelompok berisiko tinggi jika dimulai antara minggu ke-11 dan 14 (Trial ASPRE - Rolnik et al., NEJM).
- ★Skrining trimester pertama kombinasi (Doppler a. uterina + MAP + sFlt-1/PlGF + anamnesis FMF) memiliki deteksi preeklampsia preterm hingga >90%.
- ⚠Penurunan tajam rasio PlGF pada trimester kedua akhir disertai peningkatan resistensi arteri uterina menandakan plasentopati berat yang mengancam terjadinya eklamsia atau solusio plasenta akut.