WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegyn oncologyClinical Dossier
ICD-10: C53.9Severity: criticalDivisi: gyn oncology

Cervical Carcinoma & FIGO 2018 Staging

Karsinoma Serviks Uteri & Penentuan Stadium FIGO 2018

Keganasan ginekologi akibat infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) onkogenik risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18), dengan penentuan stadium klinis-pencitraan-patologis FIGO 2018.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Onkoprotein E6 dan E7 dari HPV risiko tinggi mengikat dan mendegradasi tumor suppressor proteins p53 dan pRb (retinoblastoma), memicu instabilitas genomik, deregulasi siklus sel, dan karsinogenesis skuamosa maupun adenokarsinoma.

Epidemiologi: Kanker ginekologi paling sering di Indonesia dengan estimasi >36.000 kasus baru per tahun dan mortalitas >50% akibat keterlambatan diagnosis (stadium lanjut IIIB-IV).
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Diagnosis definitif wajib ditegakkan melalui biopsi jaringan histopatologi serviks (punch biopsy atau konisasi).
  • Stadium FIGO 2018 memperbolehkan integrasi modalitas pencitraan (MRI panggul, CT, PET-CT) dan temuan patologi bedah ke dalam penentuan stadium (berbeda dari FIGO 2009 yang murni klinis).
Atlas Patologi Anatomi & Gambaran Klinis HD
Atlas Ilustrasi Medis Detail & Anatomi Bedah

Atlas Karsinogenesis Serviks: Zona Transformasi, Kolposkopi, & Invasi Stroma

Cervical Pathology & Oncologic Colposcopy Atlas • ObGyn Wondera Academic Atlas

Atlas Karsinogenesis Serviks: Zona Transformasi, Kolposkopi, & Invasi Stroma
Perbesar Resolusi Penuh

Histopatologi zona transformasi serviks, metaplasia skuamosa atipik akibat onkoprotein HPV E6/E7, progresi CIN/HSIL menjadi karsinoma sel skuamosa invasif, serta korelasi temuan kolposkopi (pungtuasi kasar, mosaikisme, dan pembuluh darah atipik).

Sorotan Anatomi & Landmark Klinis Kritis:
1Situs Onkogenesis Primer: Zona transformasi skuamokolumnar (SCJ) tipe 1, 2, atau 3
2Infiltrasi Stroma & Limfovaskular: Penentu stadium klinis FIGO 2018 dan indikasi histerektomi radikal Wertheim-Meigs
3Pola Vaskular Kolposkopi: Neovaskularisasi atipik tanpa pola percabangan reguler mencerminkan angiogenesis tumor ganas
Sistem Penentuan Stadium Resmi:

FIGO 2018 Cervical Cancer Staging (2018)

StadiumDefinisi Klinis / Patologis / MolekulerImplikasi Manajemen
Stage IA1Invasi stroma <= 3 mm secara kedalaman (tanpa memandang perluasan horizontal).Konisasi serviks dengan tepi bebas tumor atau Histerektomi Total (Piver Tipe I).
Stage IA2Invasi stroma > 3 mm dan <= 5 mm secara kedalaman.Histerektomi radikal modifikasi (Piver II / Querleu-Morrow B) + limfadenektomi panggul.
Stage IB1Lesi invasif ukuran terbesar > 5 mm hingga <= 2 cm.Histerektomi Radikal (Piver III / Querleu-Morrow C1) + diseksi kelenjar getah bening panggul.
Stage IB2Lesi ukuran terbesar > 2 cm hingga <= 4 cm.Histerektomi Radikal atau Kemoradiasi definitif.
Stage IB3Lesi ukuran terbesar > 4 cm (sebelumnya IB2 FIGO 2009).Kemoradiasi definitif berbasis cisplatin mingguan + Brakiterapi intrakaviter.
Stage IIA1Keterlibatan 2/3 atas vagina, ukuran <= 4 cm (tanpa invasi parametrium).Histerektomi Radikal Tipe C1 atau Kemoradiasi.
Stage IIA2Keterlibatan 2/3 atas vagina, ukuran > 4 cm.Kemoradiasi definitif konkomitan.
Stage IIBInvasi ke jaringan parametrium (belum mencapai dinding panggul).KONTRAINDIKASI BEDAH. Terapi standar: Kemoradiasi definitif + Brakiterapi.
Stage IIIAKeterlibatan 1/3 bawah vagina tanpa ekstensi ke dinding panggul.Kemoradiasi definitif.
Stage IIIBEkstensi ke dinding panggul lateral dan/atau menyebabkan hidronefrosis/non-functioning kidney.Kemoradiasi definitif (stadium paling umum di Indonesia).
Stage IIIC1Metastasis ke kelenjar getah bening panggul (pelvic lymph nodes) terdeteksi secara patologi atau pencitraan (r/p).Kemoradiasi definitif lapangan luas.
Stage IIIC2Metastasis ke kelenjar getah bening para-aorta.Kemoradiasi dengan lapangan radiasi extended-field (hingga pembuluh renalis).
Stage IVAInvasi ke mukosa kandung kemih atau rektum (terbukti biopsi).Kemoradiasi atau Eksenterasi panggul (pada kasus selektif).
Stage IVBMetastasis jauh di luar panggul (paru, hepar, tulang).Kemoterapi paliatif sistemik (Kombinasi Karboplatin + Paklitaksel + Bevasizumab + Pembrolizumab/Anti-PD-1).

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Pemeriksaan inspekulo steril & bimanual rektovaginal (evaluasi parametrium)
  • Biopsi punch serviks / biopsi eksisi
  • USG abdomen/traktus urinarius (menilai ada/tidaknya hidronefrosis)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • MRI Panggul dengan kontras (standar baku emas untuk volume tumor lokal, kedalaman invasi stroma, dan status parametrium)
  • CT Abdomen-Pelvis atau PET-CT (menilai metastasis KGB panggul dan paraaorta)
  • Sistoskopi & Rektosigmoidoskopi (bila dicurigai invasi mukosa kandung kemih/rektum)
3. Laboratorium & Biomarker
  • Ureum & Kreatinin serum (fungsi ginjal)
  • Darah lengkap, SGOT, SGPT
  • Serologi pra-kemoterapi (HBsAg, Anti-HCV, Anti-HIV)

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Penentuan stadium FIGO 2018 secara akurat melalui MRI panggul dan pemeriksaan bimanual rektovaginal oleh konsultan Onkologi Ginekologi.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Kemoradiasi Konkomitan (KRS): Radiasi eksterna (EBRT) total dosis 45-50 Gy dalam fraksi harian, diberikan bersamaan dengan Kemoterapi Cisplatin radiosensitizer mingguan (40 mg/m2 IV, 5-6 siklus), dilanjutkan dengan Brakiterapi intrakaviter berbasis High-Dose-Rate (HDR) 3D dengan target EQD2 >= 85-90 Gy ke High-Risk CTV.
  • 💊Imunoterapi: Penambahan Pembrolizumab (anti-PD-1) pada kemoterapi lini pertama kanker serviks metastasis atau rekuren persisten (Studi KEYNOTE-826).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Stadium Dini (IA2 - IB2, IIA1): Histerektomi Radikal Tipe C1 (Querleu-Morrow) dengan preservasi pleksus hipogastrikus saraf otonom panggul + Limfadenektomi Panggul Bilateral.
  • 🔪Landmark LACC Trial (NEJM 2018): Histerektomi radikal laparoskopi/robotik terbukti inferior dibandingkan LAPAROTOMI TERBUKA (risiko rekurensi 4x lebih tinggi dan survival lebih buruk pada laparoskopi). Laparotomi terbuka tetap merupakan standar baku emas global pembedahan radikal kanker serviks.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Evaluasi klinis tiap 3-4 bulan pada 2 tahun pertama, tiap 6 bulan pada tahun ke-3 hingga ke-5. Sitologi vaginal vault dan pemeriksaan bimanual rektovaginal pada tiap kunjungan.

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

POGI (2023)Current / In Force
PNPK Tata Laksana Kanker Serviks Uteri

Pedoman nasional penapisan berbasis HPV DNA, penentuan stadium FIGO 2018 dengan modalitas MRI panggul, histerektomi radikal laparotomi terbuka (sesuai mandat LACC trial), dan protokol kemoradiasi konkomitan definitif.

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

LACC TrialPMID: 30379142
Minimally Invasive versus Abdominal Radical Hysterectomy for Cervical Cancer

Histerektomi radikal minimal invasif berhubungan dengan angka kesintasan bebas penyakit yang lebih rendah secara signifikan dibanding operasi terbuka (DFS 86.0% vs 96.5%; HR rekurensi 3.74, 95% CI 1.63 - 8.58, P=0.002). Angka kematian pasca-laparoskopi juga lebih tinggi (HR untuk OS 6.00, 95% CI 1.77 - 20.30, P=0.004).

New England Journal of Medicine (NEJM) (2018)Baca Full Text →
Clinical Case Simulator Terkait:

Postcoital Bleeding in 44-Year-Old Diagnosed with FIGO 2018 Stage IB2 Cervical Carcinoma

Uji kemampuan penalaran diagnostik dan keputusan terapi Anda pada skenario nyata ini.

Buka Kasus Klinis →