Postcoital Bleeding in 44-Year-Old Diagnosed with FIGO 2018 Stage IB2 Cervical Carcinoma
Riwayat Penyakit Sekarang (Anamnesis)
Pasien wanita 44 tahun datang dengan keluhan sering keluar darah flek kemerahan setiap kali selesai berhubungan intim dengan suami sejak 4 bulan terakhir. Terdapat keputihan encer keruh kekuningan berbau khas. Pasien belum pernah melakukan penapisan Pap smear atau tes IVA seumur hidupnya. Menstruasi teratur, tidak ada riwayat penyakit berat sebelumnya.
Tanda Vital & Pemeriksaan Fisik
Temuan Fisik: Keadaan umum baik, konjungtiva tidak anemis, tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula atau inguinal.
Pemeriksaan Pelvis: Inspekulo: Tampak massa eksofitik rapuh (friable) bertangkai lebar pada bibir anterior dan posterior serviks, berukuran diameter terbesar ~3.5 cm, berdarah pada sentuhan. Forniks vagina tampak bebas tumor. Colok vagina bimanual & rektovaginal: Korpus uteri ukuran normal, antefleksi, mobilitas baik. Kedua sisi parametrium bebas lemas hingga dinding panggul lateral (tidak teraba indurasi atau pemendekan ligamen kardinal).
Hasil Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium
| Pemeriksaan | Hasil | Rujukan |
|---|---|---|
| Hemoglobin | 12.4 g/dL | 12.0 - 15.0 g/dL |
| Kreatinin Serum | 0.7 mg/dL | 0.5 - 0.9 mg/dL |
| SGOT / SGPT | 22 / 20 U/L | < 35 U/L |
Uterus ukuran normal, endometrium tipis 4 mm. Kedua ovarium dalam batas normal, tidak ada massa adneksa, tidak ada cairan bebas di kavum Douglas. Kedua ginjal normal, tidak ada hidronefrosis.
Biopsi punch serviks: Karsinoma Sel Skuamosa Non-Keratinisasi Berdiferensiasi Sedang (Non-keratinizing moderately differentiated squamous cell carcinoma). MRI Panggul dengan kontras: Massa serviks berukuran 3.4 x 2.8 x 2.2 cm, invasi stroma serviks > 2/3 ketebalan, cincin stroma serviks luar intak, tidak ada invasi ke jaringan parametrium atau forniks vagina. Kelenjar getah bening obturator dan iliaka eksterna tidak membesar (< 8 mm, tanpa restriksi difusi abnormal).
Posko Pengambilan Keputusan Klinis
Massa serviks ukuran 3.4 cm, biopsi squamous cell carcinoma, parametrium bebas pada pemeriksaan rektovaginal dan MRI, KGB panggul negatif.
Apakah stadium klinis-pencitraan yang paling tepat menurut sistem klasifikasi FIGO 2018?
Stadium IB1 (karena ukuran masih di bawah 4 cm).
Stadium IB2 (lesi invasif secara klinis dengan dimensi terbesar > 2 cm dan <= 4 cm).
Stadium IIB (karena invasi stroma melebihi 2/3 ketebalan serviks).
Pasien didiagnosis Stadium IB2. Pasien dalam kondisi fisik prima (ECOG performance status 0), usia 44 tahun, menginginkan terapi kuratif definitif.
Bila diputuskan untuk menjalani pembedahan radikal, pendekatan operasi manakah yang wajib dipilih berdasarkan bukti landmark klinis terkini?
Histerektomi Radikal Laparotomi Terbuka (Open Abdominal Radical Hysterectomy / Piver III / Querleu-Morrow C1) + Limfadenektomi Panggul Bilateral.
Total Laparoscopic Radical Hysterectomy (TLRH) dengan uterine manipulator untuk mempercepat pemulihan rawat inap.
Histerektomi Total Sederhana (Piver Tipe I) tanpa diseksi parametrium.
Hasil Akhir Klinis & Evaluasi (Outcome)
Pasien sukses menjalani histerektomi radikal abdominal terbuka tipe C1 dengan preservasi saraf otonom (nerve-sparing) dan limfadenektomi panggul sistemik. Patologi anatomi pascabedah: Karsinoma sel skuamosa ukuran 3.2 cm, batas sayatan manset vagina bebas tumor (margin > 1.5 cm), parametrium bebas tumor, 0 dari 24 kelenjar getah bening panggul yang bermetastasis, LVSI negatif (kriteria risiko rendah Sedlis). Pasien tidak memerlukan kemoradiasi ajuvan dan tetap bebas penyakit pada follow-up 3 tahun berkala.
Poin Pembelajaran Kunci (Take-Home Pearls)
- ★Penyelidikan perdarahan kontak pascasanggama wajib mencakup pemeriksaan inspekulo visual teliti dan biopsi jaringan.
- ★Sistem staging FIGO 2018 memisahkan lesi IB menjadi IB1 (<=2 cm), IB2 (>2-4 cm), dan IB3 (>4 cm).
- ★LACC Trial secara tegas membuktikan inferioritas pembedahan radikal minimal invasif pada kanker serviks; laparotomi terbuka adalah keharusan klinis.
- ★Evaluasi kriteria patologi Sedlis dan Peters pascabedah menentukan apakah pasien membutuhkan radioterapi atau kemoradioterapi ajuvan.
- •FIGO 2018 Cervical Cancer Staging System (Int J Gynecol Obstet 2019)
- •Ramirez PT, et al. Minimally Invasive versus Abdominal Radical Hysterectomy for Cervical Cancer. N Engl J Med 2018 (LACC Trial)
- •PNPK Tata Laksana Kanker Serviks Uteri POGI 2023