WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
HomeProceduresLaparoscopy
LaparoscopyKompleksitas: StandardDivisi: gyn oncology

Laparoscopic Bilateral Salpingo-Oophorectomy (BSO) & Ovarian Cystectomy

Salpingo-Ooforektomi Bilateral (BSO) & Kistektomi Laparoskopi

Laparoscopic Bilateral Salpingo-Oophorectomy: Operative Atlas & Ureter Identification

Toronto Video Atlas of Surgery (TVASurg - University of Toronto) • Terverifikasi Akademik (11:10)

Embedded Direct Stream
Landmark & Bab Kritis Video:
01:05Pelvic survey and retroperitoneal peritoneal window creation
03:15Identification of the right and left ureters at pelvic brim
05:40Infundibulopelvic ligament coagulation and division
07:50Utero-ovarian ligament & fallopian tube cornual resection
09:30Endobag specimen retrieval without intraperitoneal spillage
Video panduan bedah universitas terverifikasi (University of Toronto) mendemonstrasikan visualisasi ureter retroperitoneal, transeksi ligamentum infundibulopelvik proksimal, eksisi kornu uteri, dan teknik in-bag retrieval.obgyn.wondera.id Operative Cinema
Indikasi Bedah:
  • Pembedahan profilaksis risiko tinggi genetik (Risk-Reducing BSO / rrBSO) pada mutasi BRCA1/BRCA2 atau Lynch Syndrome
  • Neoplasma ovarium jinak atau curiga keganasan stadium awal pada wanita peri/pascamenopause
  • Endometrioma ovarium (kista cokelat) refrakter terapi medis atau > 4-5 cm
  • Komponen pembedahan pada karsinoma endometrium dan kanker payudara hormon-reseptor positif
Kontraindikasi:
  • Massa ovarium curiga kuat kanker stadium lanjut dengan karsinomatosis peritoneal ekstensif (indikasi sitoreduksi laparotomi primer)
  • Kista dermoid / massa maligna dengan risiko tinggi ruptur intraperitoneal tanpa kantong endobag
  • Koagulopati berat tidak terkontrol
Anatomi & Landmark Wajib Dikuasai:
  • Ligamentum infundibulopelvicum (mengandung arteri dan vena ovarika)
  • Perjalanan ureter retroperitoneal melintasi pelvic brim di bawah bifurkasio iliaka
  • Ligamentum ovarii proprium (utero-ovarian ligament)
  • Fossa ovarica di dinding pelvis lateral
Instrumen & Perangkat Energi yang Disarankan:
  • -Laparoskop 5 mm atau 10 mm 30 derajat
  • -Kantong spesimen laparoskopi tertutup (Endobag / In-bag extraction)
  • -Advanced bipolar vessel sealer (LigaSure / EnSeal) atau gunting ultrasonik
  • -Maryland dissecting forceps atraumatik
Operative Manual

Langkah demi Langkah Teknik Operasi

Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.

1

Inspeksi Rongga Panggul & Pencucian Peritoneum (Peritoneal Washing)

Laparoskop dimasukkan. Inspeksi permukaan hepar, hemidiafragma, omentum, peritoneum pelvis, dan kedua adneksa. Aspirasi cairan bebas kavum Douglas untuk sitologi onkologi; bila tidak ada cairan, lakukan bilasan dengan 50-100 mL salin steril.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Permukaan ovarium
  • Kavum Douglas
  • Permukaan diafragma
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Melewatkan sitologi peritoneal sebelum manipulasi kista ovarium yang ternyata ganas.
2

Visualisasi Ureter Retroperitoneal Lateral

Uterus dan adneksa ditarik ke anteromedial. Peritoneum lateral dipaparkan. Ureter diidentifikasi melintasi vasa iliaka di pelvic brim dan berjalan paralel 1.5 - 2 cm di bawah/medial ligamentum infundibulopelvik.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Bifurkasio arteri iliaka komunis
  • Peristaltik ureter vermikular
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Mengklem ligamentum infundibulopelvik secara membabi buta tanpa visualisasi konfirmasi ureter.
3

Pembukaan Jendela Peritoneum & Transeksi Ligamentum Infundibulopelvik (IP Ligament)

Dibuat jendela avaskular pada daun peritoneum posterior di bawah vasa ovarika dan di atas ureter. Ligamentum infundibulopelvik dikoagulasi dan dipotong minimal 2 cm proksimal dari jaringan ovarium untuk memastikan eksisi total seluruh fimbria tuba.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Jendela avaskular retroperitoneal
  • Vasa ovarika
  • Ureter
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Menyisakan jaringan fimbria tuba (incomplete salpingectomy) pada pasien mutasi BRCA1 menghilangkan proteksi pencegahan serous tubal intraepithelial carcinoma (STIC).
4

Transeksi Ligamentum Ovarii Proprium & Pangkal Tuba Uterina

Adneksa ditarik ke kranial. Ligamentum ovarii proprium dan pars isthmica tuba falopii dikoagulasi dan dipotong tepat di kornu uteri, memisahkan adneksa sepenuhnya dari uterus.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Kornu uteri
  • Cabang asenden arteri uterina di kornu
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Perdarahan dari cabang anastomotik arteri uterina jika pemotongan terlalu dekat ke dinding miometrium.
5

Ekstraksi Spesimen Utuh dalam Kantong Endobag (In-Bag Removal)

Seluruh adneksa dimasukkan utuh ke dalam kantong spesimen laparoskopi steril (Endobag) di dalam rongga abdomen. Tali kantong ditarik keluar melalui port umbilikus 10-12 mm untuk ekstraksi tanpa kontak dinding perut.

Landmark Anatomi Kritis:
  • Mulut kantong Endobag tertutup rapat sebelum ditarik
Jebakan & Potensi Bahaya:
  • Ruptur kista intrakaviter tanpa kantong pelindung (spillage) dapat mengubah karsinoma ovarium stadium IA menjadi IC1 dan memperburuk kesintasan.
Protokol Asuhan Pascaoperasi (ERAS):
  • Mobilisasi dalam 4-6 jam pascaoperasi
  • Diet biasa bertahap dimulai saat bising usus positif normal
  • Konseling gejala vasomotor menopause bedah (hot flashes, gangguan tidur) dan evaluasi pemberian sulih hormon estrogen (HRT) bila tidak ada kontraindikasi onkologi
Potensi Komplikasi yang Wajib Diwaspadai:
  • Cedera termal atau ligasi ureter di pelvic brim (0.3 - 0.7%)
  • Perdarahan retroperitoneal dari retraksi arteri ovarika
  • Spillage sel tumor maligna intraperitoneal
  • Ovarian remnant syndrome bila eksisi ovarium tidak komplit
Bukti Ilmiah & Landasan Pedoman Resmi:
  • NCCN Guidelines: Genetic/Familial High-Risk Assessment: Breast, Ovarian, and Pancreatic: rrBSO pada usia 35-40 tahun (BRCA1) atau 40-45 tahun (BRCA2) menurunkan risiko kanker ovarium/tuba falopii hingga 80-90% dan menurunkan mortalitas semua sebab sebesar 77%.
  • ESGO Guidelines: Evaluasi histopatologis spesimen rrBSO wajib menerapkan protokol SEE-FIM (Sectioning and Extensively Examining the FIMbria) untuk mendeteksi lesi prekursor mikroskopis STIC.