Laparoscopic Bilateral Salpingo-Oophorectomy (BSO) & Ovarian Cystectomy
Salpingo-Ooforektomi Bilateral (BSO) & Kistektomi Laparoskopi
Laparoscopic Bilateral Salpingo-Oophorectomy: Operative Atlas & Ureter Identification
Toronto Video Atlas of Surgery (TVASurg - University of Toronto) • Terverifikasi Akademik (11:10)
- ✓Pembedahan profilaksis risiko tinggi genetik (Risk-Reducing BSO / rrBSO) pada mutasi BRCA1/BRCA2 atau Lynch Syndrome
- ✓Neoplasma ovarium jinak atau curiga keganasan stadium awal pada wanita peri/pascamenopause
- ✓Endometrioma ovarium (kista cokelat) refrakter terapi medis atau > 4-5 cm
- ✓Komponen pembedahan pada karsinoma endometrium dan kanker payudara hormon-reseptor positif
- ✗Massa ovarium curiga kuat kanker stadium lanjut dengan karsinomatosis peritoneal ekstensif (indikasi sitoreduksi laparotomi primer)
- ✗Kista dermoid / massa maligna dengan risiko tinggi ruptur intraperitoneal tanpa kantong endobag
- ✗Koagulopati berat tidak terkontrol
- •Ligamentum infundibulopelvicum (mengandung arteri dan vena ovarika)
- •Perjalanan ureter retroperitoneal melintasi pelvic brim di bawah bifurkasio iliaka
- •Ligamentum ovarii proprium (utero-ovarian ligament)
- •Fossa ovarica di dinding pelvis lateral
- -Laparoskop 5 mm atau 10 mm 30 derajat
- -Kantong spesimen laparoskopi tertutup (Endobag / In-bag extraction)
- -Advanced bipolar vessel sealer (LigaSure / EnSeal) atau gunting ultrasonik
- -Maryland dissecting forceps atraumatik
Langkah demi Langkah Teknik Operasi
Setiap tahapan dilengkapi landmark anatomi kritis dan kewaspadaan komplikasi iatrogenik.
Inspeksi Rongga Panggul & Pencucian Peritoneum (Peritoneal Washing)
Laparoskop dimasukkan. Inspeksi permukaan hepar, hemidiafragma, omentum, peritoneum pelvis, dan kedua adneksa. Aspirasi cairan bebas kavum Douglas untuk sitologi onkologi; bila tidak ada cairan, lakukan bilasan dengan 50-100 mL salin steril.
- •Permukaan ovarium
- •Kavum Douglas
- •Permukaan diafragma
- ⚠Melewatkan sitologi peritoneal sebelum manipulasi kista ovarium yang ternyata ganas.
Visualisasi Ureter Retroperitoneal Lateral
Uterus dan adneksa ditarik ke anteromedial. Peritoneum lateral dipaparkan. Ureter diidentifikasi melintasi vasa iliaka di pelvic brim dan berjalan paralel 1.5 - 2 cm di bawah/medial ligamentum infundibulopelvik.
- •Bifurkasio arteri iliaka komunis
- •Peristaltik ureter vermikular
- ⚠Mengklem ligamentum infundibulopelvik secara membabi buta tanpa visualisasi konfirmasi ureter.
Pembukaan Jendela Peritoneum & Transeksi Ligamentum Infundibulopelvik (IP Ligament)
Dibuat jendela avaskular pada daun peritoneum posterior di bawah vasa ovarika dan di atas ureter. Ligamentum infundibulopelvik dikoagulasi dan dipotong minimal 2 cm proksimal dari jaringan ovarium untuk memastikan eksisi total seluruh fimbria tuba.
- •Jendela avaskular retroperitoneal
- •Vasa ovarika
- •Ureter
- ⚠Menyisakan jaringan fimbria tuba (incomplete salpingectomy) pada pasien mutasi BRCA1 menghilangkan proteksi pencegahan serous tubal intraepithelial carcinoma (STIC).
Transeksi Ligamentum Ovarii Proprium & Pangkal Tuba Uterina
Adneksa ditarik ke kranial. Ligamentum ovarii proprium dan pars isthmica tuba falopii dikoagulasi dan dipotong tepat di kornu uteri, memisahkan adneksa sepenuhnya dari uterus.
- •Kornu uteri
- •Cabang asenden arteri uterina di kornu
- ⚠Perdarahan dari cabang anastomotik arteri uterina jika pemotongan terlalu dekat ke dinding miometrium.
Ekstraksi Spesimen Utuh dalam Kantong Endobag (In-Bag Removal)
Seluruh adneksa dimasukkan utuh ke dalam kantong spesimen laparoskopi steril (Endobag) di dalam rongga abdomen. Tali kantong ditarik keluar melalui port umbilikus 10-12 mm untuk ekstraksi tanpa kontak dinding perut.
- •Mulut kantong Endobag tertutup rapat sebelum ditarik
- ⚠Ruptur kista intrakaviter tanpa kantong pelindung (spillage) dapat mengubah karsinoma ovarium stadium IA menjadi IC1 dan memperburuk kesintasan.
- ✓Mobilisasi dalam 4-6 jam pascaoperasi
- ✓Diet biasa bertahap dimulai saat bising usus positif normal
- ✓Konseling gejala vasomotor menopause bedah (hot flashes, gangguan tidur) dan evaluasi pemberian sulih hormon estrogen (HRT) bila tidak ada kontraindikasi onkologi
- ⚠Cedera termal atau ligasi ureter di pelvic brim (0.3 - 0.7%)
- ⚠Perdarahan retroperitoneal dari retraksi arteri ovarika
- ⚠Spillage sel tumor maligna intraperitoneal
- ⚠Ovarian remnant syndrome bila eksisi ovarium tidak komplit
- •NCCN Guidelines: Genetic/Familial High-Risk Assessment: Breast, Ovarian, and Pancreatic: rrBSO pada usia 35-40 tahun (BRCA1) atau 40-45 tahun (BRCA2) menurunkan risiko kanker ovarium/tuba falopii hingga 80-90% dan menurunkan mortalitas semua sebab sebesar 77%.
- •ESGO Guidelines: Evaluasi histopatologis spesimen rrBSO wajib menerapkan protokol SEE-FIM (Sectioning and Extensively Examining the FIMbria) untuk mendeteksi lesi prekursor mikroskopis STIC.