WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegeneral gynClinical Dossier
ICD-10: D25.9Severity: moderateDivisi: general gyn

Uterine Leiomyoma (Fibroids) & FIGO PALM-COEIN Classification

Leiomioma Uteri (Mioma Uteri) & Klasifikasi FIGO PALM-COEIN

Tumor jinak monoklonal sel otot polos miometrium yang paling sering dijumpai pada wanita, diklasifikasikan secara anatomis menurut Sistem Subklasifikasi FIGO Tipe 0-8 untuk memandu seleksi terapi medis versus pembedahan konservatif atau radikal.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Transformasi neoplastik miosit miometrium tunggal yang dipicu oleh mutasi somatik gen MED12 (ditemukan pada >70% mioma), penataan ulang kromosom HMGA2, atau defisiensi fumarat hidratase (FH). Pertumbuhan tumor didorong oleh pensinyalan steroid ovarium (estrogen menstimulasi ekspresi reseptor progesteron, sedangkan progesteron memicu proliferasi seluler dan akumulasi matriks ekstraseluler fibrotik kolagen masif). Mioma submukosa merusak kontraktilitas miometrium, menginduksi hipervaskularisasi dan ulserasi endometrium, serta mengganggu reseptivitas desidua untuk implantasi embrio.

Epidemiologi: Menyerang lebih dari 70% wanita usia reproduktif di seluruh dunia, dengan 25-50% kasus menimbulkan morbiditas klinis berupa perdarahan uterus abnormal, nyeri panggul, kompresi organ panggul, atau infertilitas.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Klasifikasi Topografi Subtipe FIGO PALM-COEIN (Tipe 0 hingga 8):
  • - Tipe 0: Submukosa bertangkai (pedunculated submucosal) sepenuhnya di dalam kavum uteri.
  • - Tipe 1: Submukosa dengan komponen intramural < 50%.
  • - Tipe 2: Submukosa dengan komponen intramural >= 50%.
  • - Tipe 3: 100% Intramural yang berkontak langsung dengan endometrium tanpa penonjolan ke kavum.
  • - Tipe 4: Intramural sejati (intramural intramyometrial) tanpa kontak ke endometrium maupun serosa.
  • - Tipe 5: Subserosa dengan komponen intramural >= 50%.
  • - Tipe 6: Subserosa dengan komponen intramural < 50%.
  • - Tipe 7: Subserosa bertangkai (pedunculated subserosal).
  • - Tipe 8: Lain-lain (servikal, parasitik, broad ligament / intraligamenter).
  • - Tipe Hibrid (misal 2-5): Membentang dari submukosa hingga subserosa.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • Ultrasonografi Transvaginal dan Transabdominal 2D/3D dengan pemetaan ukuran, jumlah, dan subklasifikasi FIGO setiap nodul
  • Darah Lengkap & Ferritin serum (evaluasi derajat anemia defisiensi besi sekunder menoragia)
  • Saline Infusion Sonohysterography (SIS) untuk visualisasi kavum uteri dan konfirmasi mioma submukosa tipe 0-2
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pelvis tanpa/dengan kontras: modalitas baku emas untuk membedakan mioma dari adenomiosis fokal atau sarkoma miometrium, serta pemetaan topografi sebelum miomektomi multipel
  • Histeroskopi Diagnostik di poliklinik
3. Laboratorium & Biomarker
  • Biopsi Endometrium (Pipelle) wajib pada wanita usia >= 40-45 tahun atau faktor risiko hiperplasia endometrium sebelum intervensi bedah

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Stratifikasi berdasarkan usia, keparahan perdarahan/anemia, gejala penekanan massa, dan keinginan fertilitas masa depan.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Terapi Mengurangi Perdarahan (Tanpa Mengecilkan Ukuran Tumor):
  • 💊- Asam Traneksamat: 1.000 - 1.300 mg oral 3 kali sehari HANYA saat hari-hari perdarahan haid berat (menurunkan volume perdarahan hingga 40-50%).
  • 💊- NSAID (Asam Mefenamat 500 mg tid atau Ibuprofen 400 mg tid) saat menstruasi.
  • 💊Terapi Hormonal Menekan Perdarahan dan Mengecilkan Ukuran Tumor:
  • 💊- Intrauterine System Levonorgestrel (LNG-52mg IUS): Sangat efektif untuk mioma intramural/subserosa (menurunkan perdarahan >85%), namun kontraindikasi bila kavum uteri terdistorsi berat oleh mioma submukosa tipe 0-1.
  • 💊- Antagonis Reseptor GnRH Oral dengan Add-Back Therapy (Relugolix 40 mg + Estradiol 1 mg + Noretisteron Asetat 0.5 mg sekali sehari ATAU Elagolix 300 mg dua kali sehari): Menekan produksi estrogen ovarium secara cepat, menghentikan perdarahan (amenorea pada >70%), dan mengecilkan volume mioma tanpa memicu hot flashes atau penurunan densitas tulang parah.
  • 💊- Agonis GnRH Depo (Leuprolide asetat 3.75 mg IM bulanan atau Goserelin 3.6 mg SC): Diberikan selama 3-6 bulan pra-operasi untuk menginduksi amenorea, mengoreksi anemia defisiensi besi, dan mengecilkan volume tumor sebelum miomektomi.
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Histeroskopi Reseksi Mioma (Hysteroscopic Myomectomy): Pilihan standar emas untuk mioma submukosa tipe 0 dan tipe 1 dengan diameter <= 4-5 cm menggunakan resectoscope bipolar loop.
  • 🔪Miomektomi Laparoskopi / Laparotomi: Indikasi pada wanita simtomatik yang masih menginginkan preservasi uterus/fertilitas dengan mioma tipe 2-7. Rekonstruksi miometrium berlapis (multilayer suturing) wajib kuat untuk mencegah ruptur uteri saat kehamilan.
  • 🔪Uterine Artery Embolization (UAE): Embolisasi partikel polyvinyl alcohol via kateter femoral bilateral oleh radiolog intervensi; sangat efektif untuk kontrol perdarahan dan reduksi ukuran pada wanita yang menolak histerektomi namun sudah tidak merencanakan kehamilan.
  • 🔪Histerektomi (Laparoskopi TLH, Laparotomi TAH, atau Vaginal): Terapi definitif kuratif pada wanita yang tidak lagi menginginkan kehamilan dengan gejala refrakter.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

USG pelvis serial setiap 6-12 bulan pada penanganan konservatif. Suplementasi besi parenteral (IV Iron Sucrose / Ferric Carboxymaltose) untuk koreksi anemia pra-operasi.

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

POGI (2023)Current / In Force
PNPK Tata Laksana Endometriosis & Nyeri Panggul Kronis

Pedoman nasional diagnosis klinis-pencitraan endometriosis tanpa mewajibkan laparoskopi diagnostik primer, klasifikasi staging #Enzian 2021, terapi medikamentosa lini pertama dengan Dienogest 2 mg, serta indikasi bedah laparoskopi radikal eksisi nerve-sparing pada deep infiltrating endometriosis (DIE).

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

ECLIPSE TrialPMID: 23301731
Levonorgestrel Intrauterine System or Usual Medical Therapy for Menorrhagia

Kedua kelompok mengalami perbaikan kualitas hidup, namun kelompok LNG-IUS menunjukkan perbaikan skor MMAS yang secara signifikan lebih superior dibanding terapi medis oral pada 2 tahun (selisih rerata 13.4 poin, 95% CI 9.9 - 16.9, P<0.001) dan menetap hingga 5 tahun. Angka kepatuhan melanjutkan terapi (retention rate) pada 2 tahun adalah 64% pada LNG-IUS vs hanya 38% pada terapi oral.

New England Journal of Medicine (NEJM) (2013)Baca Full Text →