WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegyn oncologyClinical Dossier
ICD-10: O01.9Severity: highDivisi: gyn oncology

Gestational Trophoblastic Disease (Molar Pregnancy & Choriocarcinoma)

Penyakit Trofoblas Gestasional (Mola Hidatidosa & Koriokarsinoma)

Spektrum proliferasi abnormal trofoblas plasenta, meliputi mola hidatidosa jinak (komplit vs parsial) dan Neoplasia Trofoblas Gestasional (NTG: mola invasif, koriokarsinoma, PSTT, ETT) dengan sistem skor prognostik FIGO/WHO 2000.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Mola Komplit (Complete Mole): Fertilisasi oosit tanpa materi genetik fungsional ("oosit kosong") oleh satu sperma haploid yang menduplikasi genomnya sendiri (46,XX androgenetik murni 90%) atau fertilisasi dispermik (46,XY). Tidak ada jaringan embrio janin, seluruh vili korialis mengalami hidropik generalisata membentuk gelembung seperti anggur ("snowstorm appearance"), dan overekspresi hCG ekstrem. Mola Parsial (Partial Mole): Fertilisasi oosit normal oleh dua sperma menghasilkan triploidi (69,XXY atau 69,XXX); terdapat jaringan janin dan pembengkakan vili fokal.

Epidemiologi: Insidensi di Asia Tenggara dan Indonesia relatif tinggi (1-2 per 1000 kehamilan) dibandingkan negara barat; koriokarsinoma pasca-mola terjadi pada 15-20% kasus mola komplit.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Diagnosis Dini Mola: Perdarahan trimester pertama, hiperemesis gravidarum berat, uterus lebih besar dari usia gestasi, kadar beta-hCG serum kuantitatif melonjak abnormal (>100.000 mIU/mL), kista teka lutein bilateral ovarium, dan gambaran USG "badai salju" (snowstorm / vesicular pattern) tanpa kantong gestasi intrauterin.
  • Diagnosis Neoplasia Trofoblas Gestasional (NTG) Pasca-Mola (Kriteria FIGO):
  • 1. Kadar beta-hCG menetap (plateau) pada 4 kali pengukuran berturut-turut dalam rentang 3 minggu (hari 1, 7, 14, 21).
  • 2. Peningkatan kadar beta-hCG > 10% pada 3 kali pengukuran berturut-turut dalam rentang 2 minggu (hari 1, 7, 14).
  • 3. Kadar beta-hCG tetap terdeteksi positif setelah 6 bulan pasca-evakuasi mola.
  • 4. Diagnosis histopatologi koriokarsinoma.
  • Sistem Skor Skor Prognostik FIGO / WHO (0-4 poin per faktor risiko): Umur, riwayat kehamilan sebelumnya, interval dari kehamilan indeks, kadar beta-hCG pra-terapi, ukuran tumor terbesar, lokasi metastasis, jumlah metastasis, dan kegagalan kemoterapi sebelumnya. Skor <= 6 = Risiko Rendah (Low Risk); Skor >= 7 = Risiko Tinggi (High Risk).

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • USG Transvaginal panggul (evaluasi kavum uteri dan kista teka lutein ovarium)
  • Kadar serum beta-hCG kuantitatif serial terkalibrasi internasional
  • Darah lengkap, faal ginjal, faal hati, dan profil koagulasi
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • Rontgen Toraks PA atau CT Toraks tanpa kontras (menilai metastasis kanonbal paru)
  • CT Abdomen-Pelvis dan MRI Otak dengan kontras (wajib pada NTG risiko tinggi untuk menyingkirkan metastasis hepar dan serebral)
3. Laboratorium & Biomarker
  • Skrining tiroid (TSH, FT4 puasa) karena kadar subunit alfa hCG yang sangat tinggi dapat berikatan silang dengan reseptor TSH memicu tirotoksikosis badai tiroid

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Evakuasi mola segera setelah stabilisasi kondisi maternal (koreksi anemia, preeklampsia dini, dan tirotoksikosis).

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Kemoterapi NTG Risiko Rendah (Skor FIGO <= 6): Agen Tunggal METHOTREXATE protokol 8 hari (MTX 1 mg/kg IM selang-seling dengan Asam Folinat / Leukovorin 0.1 mg/kg IM pada hari 2, 4, 6, 8) ATAU Daktinomisin (Actinomycin-D). Angka kesembuhan mendekati 100%.
  • 💊Kemoterapi NTG Risiko Tinggi (Skor FIGO >= 7): Multi-agen EMA-CO (Etoposide, Methotrexate, Actinomycin-D, Cyclophosphamide, Vincristine / Oncovin). Angka kesembuhan 85-90% bahkan dengan metastasis luas.
  • 💊Pemberian infus Oksitosin 20-40 IU drip HANYA DIMULAI SETELAH kanula hisap kuretase diaktifkan dan evakuasi jaringan mola dimulai (mencegah embolisasi trofoblas ke sirkulasi paru).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Suction & Curettage (Kuretase Hisap): Pilihan baku emas evakuasi mola. Gunakan kanula hisap berdiameter besar (10-12 mm) di bawah tekanan vakum negatif listrik terkalibrasi. Hindari kuretase tajam berlebihan untuk mencegah perforasi miometrium yang tipis.
  • 🔪Histerektomi Total: Alternatif primer pada wanita usia >= 40 tahun yang telah cukup anak untuk menurunkan risiko progresi NTG pasca-mola hingga 80% (tetapi pemantauan serial beta-hCG tetap wajib dilakukan).
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Protokol Surveilans Pasca-Evakuasi Mola: Pantau kadar beta-hCG serum tiap minggu hingga mencapai nilai normal negatif (< 5 mIU/mL) selama 3 minggu berturut-turut, dilanjutkan tiap bulan selama minimal 6 bulan. Pasien WAJIB menggunakan kontrasepsi andal (KOK atau implan, hindari IUD sampai kavum uteri bersih) selama periode surveilans.