Gestational Trophoblastic Disease (Molar Pregnancy & Choriocarcinoma)
Penyakit Trofoblas Gestasional (Mola Hidatidosa & Koriokarsinoma)
Spektrum proliferasi abnormal trofoblas plasenta, meliputi mola hidatidosa jinak (komplit vs parsial) dan Neoplasia Trofoblas Gestasional (NTG: mola invasif, koriokarsinoma, PSTT, ETT) dengan sistem skor prognostik FIGO/WHO 2000.
Mola Komplit (Complete Mole): Fertilisasi oosit tanpa materi genetik fungsional ("oosit kosong") oleh satu sperma haploid yang menduplikasi genomnya sendiri (46,XX androgenetik murni 90%) atau fertilisasi dispermik (46,XY). Tidak ada jaringan embrio janin, seluruh vili korialis mengalami hidropik generalisata membentuk gelembung seperti anggur ("snowstorm appearance"), dan overekspresi hCG ekstrem. Mola Parsial (Partial Mole): Fertilisasi oosit normal oleh dua sperma menghasilkan triploidi (69,XXY atau 69,XXX); terdapat jaringan janin dan pembengkakan vili fokal.
- ✓Diagnosis Dini Mola: Perdarahan trimester pertama, hiperemesis gravidarum berat, uterus lebih besar dari usia gestasi, kadar beta-hCG serum kuantitatif melonjak abnormal (>100.000 mIU/mL), kista teka lutein bilateral ovarium, dan gambaran USG "badai salju" (snowstorm / vesicular pattern) tanpa kantong gestasi intrauterin.
- ✓Diagnosis Neoplasia Trofoblas Gestasional (NTG) Pasca-Mola (Kriteria FIGO):
- ✓1. Kadar beta-hCG menetap (plateau) pada 4 kali pengukuran berturut-turut dalam rentang 3 minggu (hari 1, 7, 14, 21).
- ✓2. Peningkatan kadar beta-hCG > 10% pada 3 kali pengukuran berturut-turut dalam rentang 2 minggu (hari 1, 7, 14).
- ✓3. Kadar beta-hCG tetap terdeteksi positif setelah 6 bulan pasca-evakuasi mola.
- ✓4. Diagnosis histopatologi koriokarsinoma.
- ✓Sistem Skor Skor Prognostik FIGO / WHO (0-4 poin per faktor risiko): Umur, riwayat kehamilan sebelumnya, interval dari kehamilan indeks, kadar beta-hCG pra-terapi, ukuran tumor terbesar, lokasi metastasis, jumlah metastasis, dan kegagalan kemoterapi sebelumnya. Skor <= 6 = Risiko Rendah (Low Risk); Skor >= 7 = Risiko Tinggi (High Risk).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •USG Transvaginal panggul (evaluasi kavum uteri dan kista teka lutein ovarium)
- •Kadar serum beta-hCG kuantitatif serial terkalibrasi internasional
- •Darah lengkap, faal ginjal, faal hati, dan profil koagulasi
- •Rontgen Toraks PA atau CT Toraks tanpa kontras (menilai metastasis kanonbal paru)
- •CT Abdomen-Pelvis dan MRI Otak dengan kontras (wajib pada NTG risiko tinggi untuk menyingkirkan metastasis hepar dan serebral)
- •Skrining tiroid (TSH, FT4 puasa) karena kadar subunit alfa hCG yang sangat tinggi dapat berikatan silang dengan reseptor TSH memicu tirotoksikosis badai tiroid
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Evakuasi mola segera setelah stabilisasi kondisi maternal (koreksi anemia, preeklampsia dini, dan tirotoksikosis).
- 💊Kemoterapi NTG Risiko Rendah (Skor FIGO <= 6): Agen Tunggal METHOTREXATE protokol 8 hari (MTX 1 mg/kg IM selang-seling dengan Asam Folinat / Leukovorin 0.1 mg/kg IM pada hari 2, 4, 6, 8) ATAU Daktinomisin (Actinomycin-D). Angka kesembuhan mendekati 100%.
- 💊Kemoterapi NTG Risiko Tinggi (Skor FIGO >= 7): Multi-agen EMA-CO (Etoposide, Methotrexate, Actinomycin-D, Cyclophosphamide, Vincristine / Oncovin). Angka kesembuhan 85-90% bahkan dengan metastasis luas.
- 💊Pemberian infus Oksitosin 20-40 IU drip HANYA DIMULAI SETELAH kanula hisap kuretase diaktifkan dan evakuasi jaringan mola dimulai (mencegah embolisasi trofoblas ke sirkulasi paru).
- 🔪Suction & Curettage (Kuretase Hisap): Pilihan baku emas evakuasi mola. Gunakan kanula hisap berdiameter besar (10-12 mm) di bawah tekanan vakum negatif listrik terkalibrasi. Hindari kuretase tajam berlebihan untuk mencegah perforasi miometrium yang tipis.
- 🔪Histerektomi Total: Alternatif primer pada wanita usia >= 40 tahun yang telah cukup anak untuk menurunkan risiko progresi NTG pasca-mola hingga 80% (tetapi pemantauan serial beta-hCG tetap wajib dilakukan).
Protokol Surveilans Pasca-Evakuasi Mola: Pantau kadar beta-hCG serum tiap minggu hingga mencapai nilai normal negatif (< 5 mIU/mL) selama 3 minggu berturut-turut, dilanjutkan tiap bulan selama minimal 6 bulan. Pasien WAJIB menggunakan kontrasepsi andal (KOK atau implan, hindari IUD sampai kavum uteri bersih) selama periode surveilans.