WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegyn oncologyClinical Dossier
ICD-10: C56.9Severity: criticalDivisi: gyn oncology

Epithelial Ovarian Carcinoma & FIGO Staging

Karsinoma Ovarium Epitelial & Penentuan Stadium FIGO

Keganasan ginekologi paling mematikan (silent killer), mayoritas bertipe High-Grade Serous Carcinoma (HGSC) yang berawal dari epitel fimbria tuba falopii (lesi STIC), diklasifikasikan menurut stadium bedah FIGO 2014.

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Model Dualistik Kurman-Shih: Tipe I (derajat rendah: musinous, endometrioid derajat rendah, clear cell, serosa derajat rendah) berkembang lambat dari lesi endometriosis atau kistadenoma dengan mutasi KRAS/BRAF/PTEN. Tipe II (derajat tinggi: High-Grade Serous Carcinoma / HGSC) berkembang agresif dari Serous Tubal Intraepithelial Carcinoma (STIC) fimbria tuba falopii dengan mutasi TP53 universal (>96%) serta defisiensi rekombinasi homolog (Homologous Recombination Deficiency / HRD) akibat mutasi germline atau somatik BRCA1 / BRCA2 pada ~50% kasus.

Epidemiologi: Menempati urutan ketiga kanker ginekologi terbanyak namun merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker ginekologi; >70% kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut (FIGO III-IV) dengan penyebaran peritoneal difus.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Diagnosis definitif ditegakkan melalui staging bedah laparotomi / sitoreduksi komprehensif dan evaluasi histopatologi.
  • Sistem Stadium FIGO 2014:
  • - Stage I: Terbatas pada satu atau kedua ovarium/tuba falopii (IA: kapsul utuh satu ovarium; IB: kedua ovarium kapsul utuh; IC: kapsul ruptur intraoperatif/spontan atau sel ganas pada asites/bilasan peritoneum).
  • - Stage II: Perluasan ke organ panggul di bawah pelvic brim (IIA: keterlibatan uterus/tuba falopii; IIB: keterlibatan jaringan intraperitoneal pelvis lainnya seperti rektosigmoid dan kandung kemih).
  • - Stage III: Metastasis peritoneal di luar panggul (mikroskopis atau makroskopis) dan/atau metastasis kelenjar getah bening retroperitoneal (panggul dan/atau paraaorta). Stadium IIIC1: metastasis kelenjar getah bening > 10 mm; IIIC2: metastasis peritoneal abdomen atas > 2 cm.
  • - Stage IV: Metastasis jauh di luar rongga peritoneum (IVA: efusi pleura sitologi positif; IVB: metastasis parenkim hepar/lien atau KGB ekstra-abdominal).

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • USG Ginekologi Transvaginal multi-parameter dengan kriteria IOTA Simple Rules (komponen kistik vs padat, vaskularisasi papiler, septa tebal > 3 mm, asites)
  • Kadar CA-125 serum dan HE4 serum (perhitungan Skor ROMA / Risk of Ovarian Malignancy Algorithm)
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • CT Abdomen-Pelvis dengan kontras resolusi tinggi (menilai luas omental cake, asites, deposit mesenterium, dan resectability score)
  • Rontgen Toraks atau CT Toraks (menyingkirkan efusi pleura dan metastasis paru)
3. Laboratorium & Biomarker
  • Skrining genetik germline BRCA1 dan BRCA2 serta panel genetik HRD pada semua pasien karsinoma ovarium epitelial non-musinous
  • CEA, CA 19-9, dan Alfa-Fetoprotein bila dicurigai tumor musinous atau non-epitelial

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Evaluasi kelayakan bedah sitoreduksi primer (Primary Debulking Surgery / PDS) vs Kemoterapi Neoadjuvan (NACT) dengan Interval Debulking Surgery (IDS).

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Kemoterapi Lini Pertama Berbasis Platinum: Karboplatin (AUC 5-6) IV + Paklitaksel (175 mg/m2) IV infus 3 jam, diberikan tiap 3 minggu sebanyak 6 siklus.
  • 💊Terapi Target Pemeliharaan (Maintenance Therapy): PARP Inhibitor (Olaparib atau Niraparib) selama 2-3 tahun pada pasien dengan mutasi BRCA atau HRD positif yang merespons kemoterapi berbasis platinum lini pertama (Uji Klinis SOLO-1 dan PRIMA; meningkatkan Progression-Free Survival secara dramatis hingga >50 bulan).
  • 💊Penambahan Bevasizumab (Anti-VEGF) pada pasien stadium lanjut (stadium IV atau sub-optimal debulking) selama kemoterapi dan dilanjutkan pemeliharaan (Studi GOG-0218).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Primary Debulking Surgery (PDS): Tujuannya adalah SITOREDUKSI LENGKAP TANPA SISA RESIDU MAKROSKOPIS (R0 resection: residual tumor 0 mm), yang merupakan prediktor independen terpenting survival jangka panjang.
  • 🔪Komponen Bedah Sitoreduksi Komprehensif: Histerektomi Total Ekstrafasial Bilateral + Salpingo-Ooforektomi Bilateral (BSO) + Omentektomi Infragastrik/Infrakolik Total + Bilasan Peritoneum Sitologi + Diseksi Kelenjar Getah Bening Panggul & Paraaorta sistemik (pada stadium dini) + Reseksi deposit peritoneal / stripping peritoneum diafragma / splenektomi bila diperlukan untuk mencapai R0.
  • 🔪Kriteria Seleksi NACT: Jika skor prediktif Fagotti laparoskopi >= 8, infiltrasi akar mesenterium difus, atau komorbiditas berat, berikan 3 siklus NACT diikuti IDS.
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Evaluasi klinis dan kadar CA-125 tiap 3 bulan selama 2 tahun pertama, tiap 6 bulan pada tahun ke-3 hingga ke-5. Pencitraan CT scan dilakukan bila terdapat kenaikan biomarker serial atau keluhan klinis baru.

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

SOLO-1 TrialPMID: 30345884
Maintenance Olaparib in Patients with Newly Diagnosed Advanced Ovarian Cancer

Terapi rumatan Olaparib menurunkan risiko progresi penyakit atau kematian sebesar 70% dibanding plasebo (HR 0.30, 95% CI 0.23 - 0.41, P<0.001). Kesintasan bebas progresi pada 3 tahun adalah 60.4% pada kelompok olaparib vs 26.9% pada kelompok plasebo (median PFS 56.0 bulan vs 13.8 bulan).

New England Journal of Medicine (NEJM) (2018)Baca Full Text →