Epithelial Ovarian Carcinoma & FIGO Staging
Karsinoma Ovarium Epitelial & Penentuan Stadium FIGO
Keganasan ginekologi paling mematikan (silent killer), mayoritas bertipe High-Grade Serous Carcinoma (HGSC) yang berawal dari epitel fimbria tuba falopii (lesi STIC), diklasifikasikan menurut stadium bedah FIGO 2014.
Model Dualistik Kurman-Shih: Tipe I (derajat rendah: musinous, endometrioid derajat rendah, clear cell, serosa derajat rendah) berkembang lambat dari lesi endometriosis atau kistadenoma dengan mutasi KRAS/BRAF/PTEN. Tipe II (derajat tinggi: High-Grade Serous Carcinoma / HGSC) berkembang agresif dari Serous Tubal Intraepithelial Carcinoma (STIC) fimbria tuba falopii dengan mutasi TP53 universal (>96%) serta defisiensi rekombinasi homolog (Homologous Recombination Deficiency / HRD) akibat mutasi germline atau somatik BRCA1 / BRCA2 pada ~50% kasus.
- ✓Diagnosis definitif ditegakkan melalui staging bedah laparotomi / sitoreduksi komprehensif dan evaluasi histopatologi.
- ✓Sistem Stadium FIGO 2014:
- ✓- Stage I: Terbatas pada satu atau kedua ovarium/tuba falopii (IA: kapsul utuh satu ovarium; IB: kedua ovarium kapsul utuh; IC: kapsul ruptur intraoperatif/spontan atau sel ganas pada asites/bilasan peritoneum).
- ✓- Stage II: Perluasan ke organ panggul di bawah pelvic brim (IIA: keterlibatan uterus/tuba falopii; IIB: keterlibatan jaringan intraperitoneal pelvis lainnya seperti rektosigmoid dan kandung kemih).
- ✓- Stage III: Metastasis peritoneal di luar panggul (mikroskopis atau makroskopis) dan/atau metastasis kelenjar getah bening retroperitoneal (panggul dan/atau paraaorta). Stadium IIIC1: metastasis kelenjar getah bening > 10 mm; IIIC2: metastasis peritoneal abdomen atas > 2 cm.
- ✓- Stage IV: Metastasis jauh di luar rongga peritoneum (IVA: efusi pleura sitologi positif; IVB: metastasis parenkim hepar/lien atau KGB ekstra-abdominal).
Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang
- •USG Ginekologi Transvaginal multi-parameter dengan kriteria IOTA Simple Rules (komponen kistik vs padat, vaskularisasi papiler, septa tebal > 3 mm, asites)
- •Kadar CA-125 serum dan HE4 serum (perhitungan Skor ROMA / Risk of Ovarian Malignancy Algorithm)
- •CT Abdomen-Pelvis dengan kontras resolusi tinggi (menilai luas omental cake, asites, deposit mesenterium, dan resectability score)
- •Rontgen Toraks atau CT Toraks (menyingkirkan efusi pleura dan metastasis paru)
- •Skrining genetik germline BRCA1 dan BRCA2 serta panel genetik HRD pada semua pasien karsinoma ovarium epitelial non-musinous
- •CEA, CA 19-9, dan Alfa-Fetoprotein bila dicurigai tumor musinous atau non-epitelial
Algoritma Tata Laksana Komprehensif
Evaluasi kelayakan bedah sitoreduksi primer (Primary Debulking Surgery / PDS) vs Kemoterapi Neoadjuvan (NACT) dengan Interval Debulking Surgery (IDS).
- 💊Kemoterapi Lini Pertama Berbasis Platinum: Karboplatin (AUC 5-6) IV + Paklitaksel (175 mg/m2) IV infus 3 jam, diberikan tiap 3 minggu sebanyak 6 siklus.
- 💊Terapi Target Pemeliharaan (Maintenance Therapy): PARP Inhibitor (Olaparib atau Niraparib) selama 2-3 tahun pada pasien dengan mutasi BRCA atau HRD positif yang merespons kemoterapi berbasis platinum lini pertama (Uji Klinis SOLO-1 dan PRIMA; meningkatkan Progression-Free Survival secara dramatis hingga >50 bulan).
- 💊Penambahan Bevasizumab (Anti-VEGF) pada pasien stadium lanjut (stadium IV atau sub-optimal debulking) selama kemoterapi dan dilanjutkan pemeliharaan (Studi GOG-0218).
- 🔪Primary Debulking Surgery (PDS): Tujuannya adalah SITOREDUKSI LENGKAP TANPA SISA RESIDU MAKROSKOPIS (R0 resection: residual tumor 0 mm), yang merupakan prediktor independen terpenting survival jangka panjang.
- 🔪Komponen Bedah Sitoreduksi Komprehensif: Histerektomi Total Ekstrafasial Bilateral + Salpingo-Ooforektomi Bilateral (BSO) + Omentektomi Infragastrik/Infrakolik Total + Bilasan Peritoneum Sitologi + Diseksi Kelenjar Getah Bening Panggul & Paraaorta sistemik (pada stadium dini) + Reseksi deposit peritoneal / stripping peritoneum diafragma / splenektomi bila diperlukan untuk mencapai R0.
- 🔪Kriteria Seleksi NACT: Jika skor prediktif Fagotti laparoskopi >= 8, infiltrasi akar mesenterium difus, atau komorbiditas berat, berikan 3 siklus NACT diikuti IDS.
Evaluasi klinis dan kadar CA-125 tiap 3 bulan selama 2 tahun pertama, tiap 6 bulan pada tahun ke-3 hingga ke-5. Pencitraan CT scan dilakukan bila terdapat kenaikan biomarker serial atau keluhan klinis baru.
Landmark Evidence Acuan (RCTs)
Maintenance Olaparib in Patients with Newly Diagnosed Advanced Ovarian Cancer
Terapi rumatan Olaparib menurunkan risiko progresi penyakit atau kematian sebesar 70% dibanding plasebo (HR 0.30, 95% CI 0.23 - 0.41, P<0.001). Kesintasan bebas progresi pada 3 tahun adalah 60.4% pada kelompok olaparib vs 26.9% pada kelompok plasebo (median PFS 56.0 bulan vs 13.8 bulan).