WONDERA ACADEMIC HEALTH SYSTEMEdisi Pendidikan PPDS & Spesialis
PNPK POGIFIGO 2023ACOG / RCOGPubMed Index
Homegyn oncologyClinical Dossier
ICD-10: C54.1Severity: highDivisi: gyn oncology

Endometrial Carcinoma & FIGO 2023 Molecular Staging

Karsinoma Endometrium & Penentuan Stadium Molekuler FIGO 2023

Keganasan korpus uteri yang paling sering pada wanita pascamenopause, dengan revolusi sistem klasifikasi stadium FIGO 2023 yang secara resmi mengintegrasikan 4 subtipe molekuler (POLEmut, MMRd, NSMP, p53abn).

Etiologi & Patogenesis Molekuler

Paparan estrogen tanpa perlawanan progesteron (unopposed estrogen) memicu hiperplasia endometrium atipik hingga karsinoma endometrioid (Tipe I). Tipe II (serosa, clear cell, karsinosarkoma) tidak bergantung pada estrogen dan didominasi mutasi p53 agresif.

Epidemiologi: Insidensi meningkat drastis seiring epidemi obesitas, sindrom metabolik, dan penuaan populasi.
Kriteria Diagnostik Standar Baku
  • Pendarahan pascamenopause (Postmenopausal Bleeding / PMB) adalah gejala klasik pada >90% pasien.
  • Ketebalan endometrium pada USG transvaginal > 4 mm pada wanita pascamenopause mewajibkan biopsi endometrium (Pipelle atau kuretase fraksional).
  • Pemeriksaan patologi anatomi harus dilengkapi dengan pemeriksaan imunohistokimia MMR (MLH1, MSH2, MSH6, PMS2), p53, dan sekuensing POLE exonuclease domain.
Sistem Penentuan Stadium Resmi:

FIGO 2023 Endometrial Cancer Staging System (2023)

StadiumDefinisi Klinis / Patologis / MolekulerImplikasi Manajemen
Stage IA1Karsinoma endometrioid non-agresif terbatas pada endometrium atau invasi miometrium < 50% tanpa LVSI signifikan.Observasi atau brakiterapi vaginal pada risiko tinggi.
Stage IA2Karsinoma serosa, clear cell, atau karsinosarkoma terbatas pada polip atau endometrium.Staging bedah lengkap + kemoterapi sistemik.
Stage IA3 (KATEGORI BARU 2023)Karsinoma endometrioid derajat rendah (G1-G2) terbatas pada korpus uteri dengan keterlibatan ovarium derajat rendah simultan (memenuhi kriteria metastasis terbatas ovarium).Prognosis sangat baik; staging bedah tanpa kemoterapi agresif.
Stage IBInvasi miometrium >= 50% tanpa keterlibatan serviks.Radioterapi pelvis atau brakiterapi kubah vagina.
Stage IIC (KATEGORI MOLEKULER BARU)Karsinoma endometrium stadium I/II secara anatomis yang terbukti memiliki kelainan p53abn (p53 abnormal) atau histologi agresif dengan invasi miometrium.Downstage POLEmut: Jika tumor stadium I-II memiliki POLEmut -> diturunkan menjadi Stage IAm(POLEmut) dengan prognosis ekselen tanpa ajuvan berlebih. Upstage p53abn: Jika terbatas uterus dengan p53abn -> dinaikkan menjadi Stage IICm(p53abn) dan membutuhkan kemoterapi ajuvan agresif.
Stage IIIC1Metastasis ke kelenjar getah bening panggul.Kemoradioterapi sistemik ajuvan.
Stage IIIC2Metastasis ke kelenjar getah bening paraaorta.Kemoterapi ajuvan extended-field.

Alur Penyelidikan & Pemeriksaan Penunjang

1. First-Line Investigations
  • USG Transvaginal (evaluasi ketebalan dan eko-arsitektur endometrium)
  • Biopsi endometrium dengan Pipelle atau kuretase bertingkat
  • Pemeriksaan IHC MMR (penapisan Sindrom Lynch) & p53
2. Pencitraan Lanjut (USG / MRI / CT)
  • MRI Panggul dengan kontras (akurasi >85% menilai kedalaman invasi miometrium dan keterlibatan stroma serviks)
  • CT Toraks-Abdomen-Pelvis untuk menyingkirkan metastasis paru dan peritoneum
3. Laboratorium & Biomarker
  • CA-125 serum (penanda keterlibatan ekstrauterin atau metastasis kelenjar getah bening)
  • Pemeriksaan panel genetik germline untuk Lynch syndrome jika MMR deficient

Algoritma Tata Laksana Komprehensif

Triase & Stabilisasi Awal:

Pembedahan staging komprehensif merupakan terapi primer standar baku emas.

Terapi Medikamentosa / Farmakologis:
  • 💊Kemoterapi Sistemik Ajuvan: Karboplatin (AUC 5-6) + Paklitaksel (175 mg/m2) tiap 3 minggu sebanyak 6 siklus pada stadium lanjut atau tipe p53abn/serosa.
  • 💊Imunoterapi: Penambahan Dostarlimab (anti-PD-1) atau Pembrolizumab pada karsinoma endometrium MMRd/MSI-H stadium lanjut (Studi RUBY dan NRG-GY018).
Intervensi Bedah & Prosedural:
  • 🔪Histerektomi Total Ekstrafasial Bilateral + Salpingo-Ooforektomi Bilateral (BSO).
  • 🔪Sentinel Lymph Node (SLN) Mapping: Injeksi zat warna hijau indosianin (ICG) ke dalam stroma serviks pada posisi jam 3 dan 9 untuk memetakan kelenjar getah bening sentinel panggul secara laparoskopi/robotik (menggantikan diseksi kelenjar limfa panggul sistemik morbid).
Pemantauan & Evaluasi Lanjut (Follow-Up):

Kunjungan berkala tiap 3-6 bulan selama 3 tahun, dilanjutkan tiap 6-12 bulan. Sebagian besar rekurensi terjadi di puncak kubah vagina dalam 3 tahun pertama.

Pedoman Resmi Terkait (PNPK / Society)

FIGO (2023)Current / In Force
FIGO 2023 Staging System and Clinical Management for Endometrial Cancer

Pembaharuan klasifikasi stadium kanker endometrium global yang mengintegrasikan data patologi anatomis dengan empat subtipe molekuler (POLEmut, MMRd, NSMP, p53abn), menghasilkan sistem precision-staging terpadu.

Sumber Resmi

Landmark Evidence Acuan (RCTs)

RUBY TrialPMID: 36972026
Dostarlimab for Primary Advanced or Recurrent Endometrial Cancer

Pada populasi dMMR/MSI-H (Mismatch Repair Deficient), kombinasi dostarlimab menurunkan risiko progresi atau kematian sebesar 72% (HR 0.28, 95% CI 0.16 - 0.50, P<0.001). Kesintasan bebas progresi 24 bulan adalah 61.4% pada kelompok dostarlimab vs 15.7% pada kelompok plasebo.

New England Journal of Medicine (NEJM) (2023)Baca Full Text →